Trauma pada Sendi Dapat Sebabkan Spondylosis

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Trauma pada Sendi Dapat Sebabkan Spondylosis

Halodoc, Jakarta - Gangguan kesehatan seperti nyeri pada area leher atau punggung pasti pernah dialami kebanyakan orang, namun kondisi tersebut dapat cepat hilang apabila segera mengistirahatkannya. Namun, apabila kondisi ini sering terjadi disertai gejala lain seperti kelemahan atau mati rasa pada kaki atau tangan, nyeri bahu dan sakit kepala, maka bisa menjadi tanda penyakit serius.

Spondylosis, istilah untuk degenerasi tulang belakang, misalnya taji tulang dan degenerasi piringan antar tulang belakang. Kalangan medis sering menyebutkan spondylosis adalah istilah lain untuk menggambarkan osteoarthritis pada tulang belakang.

Spondylosis dapat menyerang beberapa area seperti pada tulang belakang servikal (leher), tulang belakang toraks (punggung atas dan tengah), atau tulang belakang lumbar (punggung bawah). Pada banyak kasus, spondylosis lumbar dan spondylosis servikal adalah yang paling sering terjadi. 

Baca Juga: Spondylosis Dapat Terjadi pada 3 Bagian Tulang Ini

Benarkah Trauma Menyebabkan Spondylosis?

Spondylosis terjadi karena banyak penyebab, dan salah satunya adalah akibat cedera atau mengalami trauma pada sendi. Sebab hal tersebut dapat menyebabkan kompresi saraf (saraf terjepit) yang bisa menyebabkan nyeri di leher atau bahu dan sakit kepala. 

Namun, pada banyak kasus spondylosis terjadi akibat penuaan. Dengan bertambahnya usia, tulang dan ligamen pada tulang belakang, menyebabkan tonjolan tulang (taji atau spur, atau osteofit). Gejalanya biasanya muncul saat seseorang menginjak usia 20 hingga 50 tahun. Namun, lebih dari 80 persen orang yang berusia di atas 40 tahun memiliki bukti spondylosis pada penelitian sinar-X yang terkait dengan genetik serta riwayat cedera.

Apa Saja Gejala Spondylosis yang Bisa Terjadi?

Nyatanya banyak orang dengan spondylosis tidak merasakan gejala, terutama pada mereka yang mengalami spondylosis lumbalis (spondylosis di punggung bawah). Sementara yang paling sering muncul adalah nyeri punggung dan nyeri leher akibat kompresi saraf (saraf terjepit). Saraf terjepit di leher bisa menyebabkan nyeri di leher atau bahu dan sakit kepala. Kondisi ini juga bisa menyebabkan radang lokal dan menyebabkan saraf di tulang belakang menjadi lebih sensitif sehingga meningkatkan rasa sakit.

Sementara itu, jika diskus hernia dari spondilosis menyebabkan saraf terjepit, rasa sakit bisa masuk ke tungkai kaki. Nyeri yang menjalar dari pangkal ke ujung ini disebut radikulopati. Ketika saraf skiatik, yang membentang dari punggung bawah kaki sampai kaki, terpengaruh, itu disebut skiatika. Radikulopati dan skiatika sering menyebabkan mati rasa dan kesemutan.

Jika beberapa gejala seperti yang disebutkan di atas mulai kamu rasakan, maka segera periksakan diri ke dokter. Kini buat janji dengan dokter juga lebih mudah dengan aplikasi Halodoc. Penanganan yang tepat adalah langkah efektif untuk mencegah komplikasi.

Baca Juga: Pengobatan Rumahan untuk Atasi Spondylosis 

Hal Apa Saja yang Dapat Meningkatkan Risiko Spondylosis?

Beberapa faktor risiko yang dapat meningkatan seseorang mengalami spondylosis, antara lain: 

  • Usia. Gejala seringkali dilaporkan pertama kali di antara usia 20 dan 50 tahun. Lebih dari 80% orang di atas 40 tahun memiliki bukti spondylosis pada studi X-ray

  • Jenis kelamin. Untuk orang di bawah 45 tahun, osteoarthritis lebih umum terjadi pada pria. Setelah usia 45 tahun, osteoarthritis lebih sering ditemukan pada wanita

  • Kelebihan berat badan

  • Cedera atau trauma pada sendi

  • Predisposisi genetik

  • Orang yang memiliki pekerjaan atau berolahraga yang memberikan stres berulang pada sendi tertentu.

Bagaimana Pengobatan untuk Mengatasi Spondylosis?

Berbagai perawatan non-obat yang tersedia untuk osteoarthritis, antara lain: 

  • Pijat;

  • Akupunktur;

  • Kompres hangat atau dingin, dengan meletakan es atau kompres hangat pada sendi (periksakan dengan dokter kombinasi apa yang paling tepat untukmu);

  • Transcutaneous electrical nerve stimulation (TENS) menggunakan perangkat kecil yang menghasilkan denyut elektrik pada area yang terpengaruh;

  • Suplemen gizi.

Sayangnya tidak ada perawatan untuk membalikkan proses spondylosis karena proses ini degeneratif. Perawatan untuk spondylosis menargetkan nyeri punggung dan leher, misalnya:

  • Pemberian Obat. Penanganan rasa sakit dari spondylosis umumnya meliputi pengobatan anti-inflamasi, analgesik, NSAID atau suntikan kortikosteroid.

  • Terapi Fisik. Terapi fisik diberikan untuk nyeri kronis atau nyeri leher untuk penguatan dan peregangan otot.

  • Operasi. Apabila sistem saraf terganggu, atau saat berjalan menjadi sulit, operasi akan disarankan.

Baca Juga: Adakah Pencegahan Efektif untuk Kondisi Spondylosis?

Referensi:
WebMD (2019). Spinal Osteoarthritis.
Medical News Today (2019). Spondylosis: Causes, risk factors, and symptoms.