Aterosklerosis Bisa Sebabkan Sakit Jantung dan Stroke

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Aterosklerosis Bisa Sebabkan Sakit Jantung dan Stroke

Halodoc, Jakarta – Penyakit jantung dan stroke merupakan dua jenis gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap sepele. Pasalnya, kedua jenis penyakit ini bisa memicu dampak yang berbahaya bagi tubuh. Ada banyak kondisi yang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami penyakit jantung atau stroke, salah satunya adalah aterosklerosis. Apa itu? 

Aterosklerosis terjadi saat adanya penyempitan dan penebalan arteri. Kondisi ini terjadi karena adanya penumpukan plak pada dinding arteri. Penumpukan plak bisa terjadi akibat kerusakan yang menyerang lapisan sel pada dinding dalam arteri alias endothelium yang memiliki tugas menjaga kelancaran aliran darah. Jika tidak ditangani dengan tepat, aterosklerosis bisa memicu komplikasi, termasuk penyakit jantung dan stroke. 

Baca juga: Kenapa Aterosklerosis Bisa Terjadi di Usia 20-an?

Kaitan Aterosklerosis dengan Penyakit Jantung dan Stroke 

Penumpukan plak pada dinding arteri menjadi penyebab utama terjadi aterosklerosis, yaitu penyempitan dan penebalan arteri. Plak yang menyebabkan kondisi ini terdiri dari kolesterol, zat lemak, kalsium, serta fibrin. Aliran darah bisa membawa plak tersebut dan kemudian menyebabkan penyumbatan atau pembekuan darah. Kondisi tersebut kemudian menyebabkan peredaran darah dan oksigen dari arteri ke organ tubuh terhambat. 

Penyakit ini termasuk gangguan jantung, tetapi aterosklerosis sebenarnya bisa terjadi di arteri tubuh bagian mana saja. Penumpukan plak bisa terjadi di otak, ginjal, atau kaki dan memicu gangguan kesehatan pada bagian-bagian tersebut. Kondisi ini umumnya dimulai saat anak-anak dan berkembang terus secara perlahan. Seiring berjalannya waktu, mungkin muncul gejala serius dan semakin bahaya saat mencapai usia 50 atau 60 tahun. Gejala aterosklerosis bisa ditangani dan dihindari dengan perubahan gaya hidup.  

Gejala penyakit ini akan semakin terasa saat arteri sudah sangat menyempit. Pada kondisi tersebut, peredaran darah menuju jaringan atau organ tubuh juga akan terhambat. Aterosklerosis yang terjadi pada kaki dan tangan ditandai dengan rasa nyeri saat berjalan, pada ginjal penyakit ini memicu gagal ginjal serta tekanan darah tinggi, sedangkan aterosklerosis pada jantung ditandai dengan gejala berupa nyeri dada. 

Baca juga: Hati-Hati Kolesterol Jahat Penyebab Aterosklerosis

Aterosklerosis juga bisa menyerang otak dan ditandai dengan gejala kaki dan tangan kaku, kesulitan berbicara, otot wajah melemah, atau kehilangan penglihatan sementara pada salah satu mata. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab penyakit ini. Namun, aterosklerosis dimulai saat terjadi kerusakan pada lapisan dalam arteri yang disebabkan oleh tinggi kadar kolesterol dan tekanan darah, penyakit diabetes, infeksi, lupus, obesitas, serta kebiasaan merokok. Risiko penyakit ini juga meningkat pada orang yang memiliki anggota keluarga yang pernah mengalami aterosklerosis. 

Penyakit ini tidak boleh dianggap sepele karena bisa meningkatkan risiko komplikasi berupa sakit jantung dan stroke. Risiko stroke meningkat saat aterosklerosis terjadi pada arteri yang berada di dekat organ otak. Sementara penyakit jantung juga bisa terjadi saat aterosklerosis terjadi pada arteri jantung. Penyakit ini juga bisa memicu komplikasi lain seperti penyakit ginjal kronis serta aneurisma atau pelebaran pembuluh darah pada dinding arteri. 

Baca juga: Ini Hubungan Antara Serangan Jantung dan Aterosklerosis

Cari tahu lebih lanjut seputar penyakit aterosklerosis dan risiko penyakit jantung serta stroke dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter di mana saja dan kapan saja melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Arteriosclerosis.
American Heart Association. Diakses pada 2019. Atherosclerosis. 
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Atherosclerosis?