Atlet Tinju Rentan Terkena Hifema

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Atlet Tinju Rentan Terkena Hifema

Halodoc, Jakarta – Pernah mendengar hifema? Hifema adalah kondisi ketika darah berkumpul dalam ruang anterior mata, yaitu ruang antara kornea dan iris. Akibatnya, darah menutupi sebagian atau seluruh iris dan pupil, sehingga menghalangi penglihatan sebagian atau seluruhnya. Hifema menyakitkan dan jika tidak diobati bisa menyebabkan masalah penglihatan permanen.

Baca Juga: Gerakan dan Alat Olahraga yang Memicu Cedera

Hifema bisa disebabkan oleh trauma pada mata dan disertai dengan peningkatan tekanan intraokular (tekanan di dalam mata). Pada pengidap anemia sel sabit atau hemofilia, gejala hifema dapat muncul tanpa peringatan. Hifema tergolong kondisi serius, sehingga perhatian medis segera diperlukan jika hifema terjadi. 

Benarkah Atlet Tinju Rentan Mengalami Hifema?

Jawabannya adalah ya. Petinju rentan mendapat pukulan yang bisa menyebabkan trauma tumpul pada mata. Trauma tumpul adalah penyebab hifema paling umum. Pendarahan tambahan mungkin terjadi dalam 3-5 hari ke depan bahkan jika tidak terjadi trauma tambahan. Selain terkena pukulan, kecelakaan kerja, jatuh dan terbentur adalah penyebab lain dari hifema.

Cara terbaik untuk mencegah hifema adalah memakai pelindung mata saat bermain olahraga. Jangan pernah menganggap remeh cedera mata, bahkan jika tidak ada pendarahan. Kalau kamu mengalami cedera mata, segera periksakan ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat. Sebelum mengunjungi rumah sakit, buat janji dengan dokter melalui aplikasi Halodoc.

Seperti Apa Gejala Hifema?

Gejala-gejala hifema relatif sederhana yang perlu diketahui, yaitu:

  • Darah terlihat di depan mata;
  • Sensitif terhadap cahaya;
  • Rasa sakit pada mata;
  • Penglihatan buram, kabur, atau terhalang;
  • Darah mungkin tidak akan terlihat jika hifema kecil.

Baca Juga: 12 Penyebab Pecahnya Pembuluh Darah di Mata

Hifema tidak boleh dirawat di rumah tanpa berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Jangan berusaha menutupi mata, karena jika dilakukan secara tidak benar bisa menimbulkan kerusakan yang lebih parah. 

Perawatan Medis untuk Menangani Hifema

Sekitar 15-20% orang yang mengalami hifema mengalami perdarahan selama 3-5 hari. Itu sebabnya, mengikuti semua saran dokter dan disiplin menjalankan perawatan sangat penting. Darah dapat terserap kembali, tetapi dokter harus memastikan prosesnya membaik seperti yang diharapkan. Jika tekanan intraokular meningkat atau jika perdarahan berulang, pengidapnya mungkin perlu dirawat di rumah sakit.

Setelah diberi perawatan, ada sejumlah perawatan yang harus dilakukan di rumah, seperti:

  • Beristirahat di tempat tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
  • Hindari melakukan aktivitas berat atau aktivitas yang berisiko mencederai mata.
  • Jangan minum obat yang mengandung aspirin yang dapat mengencerkan darah, sehingga dapat memperburuk pendarahan. Ini juga termasuk obat-obatan nonsteroid, seperti naproxen , ibuprofen atau jenis obat arthritis lainnya.
  • Kamu dapat menggunakan pereda nyeri ringan, seperti acetaminophen, tetapi jangan mengonsumsinya terlalu banyak. Jika nyeri mata meningkat, segera periksakan ke dokter.
  • Gunakan tetes mata di mata 3-4 kali sehari atau persis seperti yang dianjurkan oleh dokter. Tetes 1% atropin biasanya sering diresepkan.
  • Tutup mata dengan perban untuk melindunginya dari cedera lebih lanjut.

Baca Juga: Mengejan saat Persalinan Bisa Sebabkan Hifema?

Jika tekanan mata meningkat, obat-obatan seperti beta-blocker dapat diberikan melalui obat tetes mata. Peningkatan tekanan sesekali dapat disebabkan oleh sel darah merah yang menghalangi kerja mata. 

Referensi:
Web MD. Diakses pada 2019. Hyphema (Bleeding in Eye).
Healthline. Diakses pada 2019. What Is a Hyphema?.