Mengejan saat Persalinan Bisa Sebabkan Hifema?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Mengejan saat Persalinan Bisa Sebabkan Hifema?

Halodoc, Jakarta – Trauma pada mata dapat menyebabkan pendarahan di bagian depan (atau ruang anterior) mata antara kornea dan iris. Pendarahan di dalam mata yang terkandung dalam ruang anterior mata ini disebut hifema.

Mengejan terlalu kuat dapat menyebabkan hifema? Bisa jadi, ketika seorang ibu mengejan terlalu kuat dapat menyebabkan pembuluh darah halus di mata robek, sehingga terjadilah pendarahan. Ingin tahu lebih lanjut mengenai hal ini baca selengkapnya di sini!

Hifema dan Persalinan

Karenanya, untuk menghindari hifema saat melahirkan, ibu perlu tahu teknik pernapasan dan mengejan yang benar seperti apa. Jangankan hifema, mengejan yang salah juga bisa memberikan risiko kesehatan lainnya termasuk juga wasir. 

Hifema sendiri sebenarnya bukanlah kondisi yang perlu dikhawatirkan. Jika hifema ibu ringan, ini dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar satu minggu. Ibu dapat mengobati rasa sakit yang dialami dengan obat penghilang rasa sakit yang dijual bebas yang tidak mengandung aspirin. 

Baca juga: Bagaimana Vitamin Memengaruhi Kesehatan Mata?

Aspirin harus dihindari karena dapat mengencerkan darah dan itu dapat meningkatkan perdarahan. Dokter akan memutuskan bagaimana merawat hifema berdasarkan berbagai faktor, termasuk:

  1. Umur dan riwayat kesehatan keseluruhan.

  2. Tingkat cedera.

  3. Toleransi terhadap obat-obatan tertentu.

Ingin tahu lebih lanjut bagaimana perawatan hifema, tanyakan langsung ke Halodoc.  Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk ibu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor ibu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Beberapa rekomendasi perawatan yang umumnya diberikan pada mereka yang mengidap hifema adalah:

  1. Tetes mata (tetes steroid untuk membatasi peradangan dan membantu mengurangi rasa sakit).

  2. Menutupi mata yang sakit.

  3. Membatasi pergerakan mata, termasuk tidak membaca dan menatap gadget

  4. Kepala terangkat setidaknya 40 derajat saat tidur (untuk membantu tubuh menyerap darah).

  5. Memeriksa tekanan mata setiap hari.

Salah satu komplikasi paling serius dari hifema adalah peningkatan tekanan mata. Jika hifema menghasilkan tekanan mata tinggi yang berbahaya, dokter mungkin akan melakukan operasi untuk menghilangkan kelebihan darah. 

Tekanan pada mata menumpuk karena darah dari hifema menyumbat saluran drainase mata. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang yang terkait dengan glaukoma. Glaukoma adalah kondisi seumur hidup yang membutuhkan perawatan lebih serius.

Dokter biasanya akan memeriksa saluran drainase pada mata untuk melihat apakah ada kerusakan jangka panjang. Setelah itu, baru akan memutuskan perawatan lanjutan.

Baca juga: Cara Jaga Kesehatan Mata untuk Cegah Ulkus Kornea

Diagnosis Hifema

Dokter terlebih dahulu ingin mendapatkan riwayat medis lengkap untuk melihat apakah ibu baru saja mengalami trauma mata atau jika memiliki kondisi lain yang dapat menyebabkan pendarahan di mata.

Setelah melakukan pemeriksaan fisik pada area mata, dokter akan menggunakan salah satu metode berikut untuk mendiagnosis hifema:

  1. Tes komprehensif untuk menguji kemampuan mata melihat.

  2. Pemeriksaan tekanan mata.

  3. Pemeriksaan bagian dalam mata dengan mikroskop khusus yang disebut slit lamp.

  4. CT scan mungkin dilakukan untuk memeriksa fraktur orbit (soket) jika ada trauma pada mata.

Selain mengejan terlalu kuat, umumnya hifema dapat disebabkan oleh beberapa kondisi lain. Penyebab paling umum dari hifema adalah trauma mata, biasanya karena cedera olahraga, kecelakaan di rumah atau di tempat kerja atau jatuh. Hifema juga dapat disebabkan oleh:

  1. Pembuluh darah abnormal pada permukaan iris (bagian mata berwarna).

  2. Infeksi mata yang disebabkan oleh virus herpes.

  3. Masalah pembekuan darah seperti hemofilia dan anemia sel sabit.

  4. Masalah lensa intraokular (implan lensa buatan).

  5. Kanker mata.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2019. What Is a Hyphema?
WebMD. Diakses pada 2019. Hyphema (Bleeding in Eye).