Awas, 11 Gejala Ini Tandai Anemia Pernisiosa

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Awas, 11 Gejala Ini Tandai Anemia Pernisiosa

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa lelah dan lesu yang tidak berkesudahan? Boleh jadi hal itu menandai anemia yang perlu diatasi. Anemia sendiri merupakan kondisi kadar hemoglobin (sel darah merah) yang rendah dalam tubuh. Memangnya, apa sih peran hemoglobin pada tubuh?

Hemoglobin yang kaya akan zat besi ini bertugas untuk membawa oksigen dari paru-paru ke otak dan organ-organ lainnya. Aliran oksigen yang lancar ini akan memperlancar reaksi-reaksi kimia pada tubuh untuk menghasilkan energi. Nah, makanya jangan heran bila kamu mudah lelah jika kekurangan hemoglobin.

Baca juga: Cara Mengobati Anemia Pernisiosa

Nah, selain anemia sendiri, ada pula yang disebut dengan anemia pernisiosa. Kondisi ini terjadi ketika tubuh tak dapat membuat cukup sel darah merah yang sehat karena kekurangan vitamin B12. Padahal, vitamin B12 ini merupakan nutrisi untuk membuat sel-sel darah merah yang sehat. Enggak cuma itu, vitamin ini juga menjaga agar sistem saraf bekerja dengan optimal. Anemia ini dikelompokkan menjadi anemia megaloblastik. Dikatakan anemia bila Hb <14g/dL dan Ht<37% pada wanita.

Tubuh pengidap anemia pernisiosa ini enggak mampu menyerap cukup vitamin B12 dari makanan. Alasannya, mereka tidak memiliki intrinsic factor (suatu protein yang dibuat di perut). Nah, kurangnya protein ini juga bisa menyebabkan tubuh kekurangan vitamin B12. Selain itu, kondisi dan faktor lainnya termasuk infeksi, operasi, diet, dan obat-obatan juga bisa memicu kekurangan vitamin B12.  Di samping itu, adanya cacing pita di usus halus yang menggunakan nutrisi, salah satunya vitamin B12 juga bisa memicu masalah ini.

Gejala Anemia Pernisiosa

Gejala penyakit ini berkembang perlahan sesuai dengan beratnya kekurangan vitamin B12. Gejala anemia pernisiosa, antara lain:

  1. Merasa lemas atau lemah.

  2. Rasa kesemutan atau baal pada tangan dan kaki.

  3. Muntah.

  4. Mudah lupa atau bingung.

  5. Sulit konsentrasi.

  6. Mual.

  7. Gangguan mood.

  8. Pusing atau sakit kepala.

  9. Nyeri dada.

  10. Pingsan.

  11. Tidak nafsu makan.

Baca juga: Ini yang Dimaksud dengan Anemia Pernisiosa

Memicu Sederet Masalah Kesehatan

Pengidap anemia pernisiosa tak akan dapat membuat sel darah merah yang sehat karena kekurangan vitamin B12. Nah, tanpa kecukupan vitamin B12 ini, ukuran sel-sel darah merah tak akan menjadi normal dan terlalu besar. Di samping itu, sel darah merah ini akan kesulitan untuk keluar dari sumsum tulang dan jaringan, seperti spons dalam tulang tempat sel darah dibuat.

Rendahnya jumlah sel darah merah pembawa oksigen ini akan membuat seseorang merasa lelah dan lemah. Pengidap penyakit ini perlu berhati-hati, pasalnya bila tak ditangani dengan tepat, maka bisa merusak jantung, otak, dan organ lainnya dalam tubuh.

Tak cuma itu saja, anemia jenis ini juga bisa menimbulkan masalah lainnya. Misalnya, kerusakan saraf, masalah neurologis, dan masalah saluran pencernaan. Pengidapnya juga bisa saja memiliki risiko tinggi terserang lemah tulang dan kanker perut.

Baca juga: Diet Tepat untuk Pengidap Anemia Defisiensi Zat Besi dan Folat

Sebenarnya, istilah “pernisiosa” ini artinya “mematikan”. Di masa lalu, kondisi kesehatan ini sering berakibat fatal. Pasalnya, perawatan vitamin B12 belum tersedia. Akan tetapi, anemia pernisiosa ini sudah mudah diobati dengan pil atau suntikan vitamin B12.

Untungnya, dengan perawatan yang berkelanjutan dan perawatan yang tepat, pengidap penyakit ini bisa pulih dan hidup dengan normal.

Memiliki keluhan dengan masalah anemia? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!