22 February 2019

Awas, 7 Tanda Ini Menandai Sperma yang Abnormal

Awas, 7 Tanda Ini Menandai Sperma yang Abnormal

Halodoc, Jakarta - Masalah ketidaksuburan sering kali membuat kaum adam yang ingin memiliki keturunan merasa resah. Ketidaksuburan di sini tentunya berkaitan dengan sperma. Ingat, pria membutuhkan sperma yang sehat dan berkualitas untuk membuahi sel telur wanita.

Nah, di saat seorang pria mengalami masalah sperma abnormal, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan sperma. Prosedur pemeriksaannya dilakukan untuk menganalisis kuantitas dan kualitas dari sperma. Pendek kata, pemeriksaan ini digunakan untuk menentukan tingkat kesuburan pria.

Baca juga: Ciri Air Mani yang Sehat

Sperma merupakan sel yang dihasilkan oleh organ reproduksi pria. Ia mengandung enzim yang berfungsi untuk melunakkan dinding sel telur, sehingga sperma dapat masuk ke dalam sel telur saat proses pembuahan. Tapi, sperma yang tidak normal akan sulit menjangkau dan menembus sel telur. Nah, inilah yang membuat proses pembuahan jadi terhambat.

Ketika terjadi masalah pada sperma, biasanya dokter akan menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan sperma. Pemeriksaan ini umumnya menganalisis beberapa hal. Mulai dari jumlah sperma, struktur atau bentuk, pergerakan, tingkat keasaman (pH), volume, warna, dan kekentalan semen.

Lalu, seperti seperti apa sih tanda-tanda sperma abnormal?

Ciri Sperma Abnormal

Sperma abnormal tak bisa ditandai dengan “keencerannya” seperti yang dikatakan banyak awam. Hasil pemeriksaan sperma dikatakan abnormal bila:

  1. Ketika bentuknya ditelisik, terdapat kelainan di kepala, bagian tengah, ataupun ekor sperma.

  2. Jumlah sperma kurang dari 20 juta per mililiter.

  3. Tidak mencair dalam waktu 15–30 menit.

  4. Warna merah atau cokelat dapat menunjukkan adanya kandungan darah. Sedangkan warna kuning, bisa menunjukkan risiko penyakit kuning atau efek samping obat.

  5. Sekitar kurang dari 50 persen sperma tak bergerak normal satu jam setelah ejakulasi. Skala pergerakan sperma 0, berarti sperma tak bergerak.

  6. Volume sperma kurang dari 1,5 mililiter, kondisi ini menunjukkan sperma rendah. Sedangkan jika lebih 5 mililiter menunjukkan sperma terlalu encer.

  7. Tingkat keasaman (pH) <7 menunjukkan sampel sperma telah terkontaminasi atau saluran ejakulasi tersumbat. Sedangkan pH >8, menunjukkan pasien memiliki risiko infeksi.

Baca juga: 5 Alasan Donor Sperma Jadi Tren di Luar Negeri

Upaya untuk Menghasilkan Sperma Berkualitas

Ketika tes sperma menunjukkan adanya ketidaknormalan, biasanya dokter akan menganjurkan beberapa langkah untuk meningkatkan sperma sehat, misalnya:

  • Rutin Berolahraga. Rutin berolahraga bisa meningkatkan kadar antioksidan yang fungsinya melindungi sperma.

  • Cegah Infeksi Menular Seksual (IMS). IMS menular seksual bisa memengaruhi kesuburan seorang pria. Contoh IMS, chlamydia dan gonore. Oleh sebab itu, lakukanlah aktivitas seksual yang aman.

  • Mengelola Stres dengan Baik. Stres tak hanya berdampak pada fisik saja, sebab masalah psikis ini juga bisa menurunkan fungsi seksual. Bahkan, bisa mengganggu hormon yang dibutuhkan untuk memproduksi sperma.

  • Jaga Berat Badan Ideal. Indeks massa tubuh yang tinggi sering dikaitkan dengan penurunan jumlah dan pergerakan sperma.

Baca juga: Benarkah Kehamilan Ditentukan dari Banyaknya Sperma?

Hasil Tes Normal

Setelah melakukan pemeriksaan sperma, biasanya hasil pemeriksaan ini dapat diterima dalam jangka waktu 24 jam hingga satu minggu. Pastinya, pemeriksaan ini akan menunjukkan hasil yang normal atau abnormal. Nah, hasil pemeriksaan sperma bisa dikatakan normal bila:

  • Volume: 1,5–5 mililiter.

  • Waktu mencair selama 15–30 menit.

  • Tingkat keasaman (pH): 7,2–7,8.

  • Jumlahnya sekitar 20 juta hingga lebih dari 200 juta per milliliter.

  • Setidaknya 30 atau 50 persen bentuk sperma harus normal.

  • Pergerakan sperma: >50 persen sperma bergerak secara normal 1 jam setelah ejakulasi dan skala pergerakan sperma 3 atau 4.

  • Warnanya putih hingga keabu-abuan.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!