Awas Bumil Keracunan Merkuri, Ini Dampaknya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Awas Bumil Keracunan Merkuri, Ini Dampaknya

Halodoc, Jakarta - Seorang wanita yang sedang hamil harus senantiasa menjaga kesehatannya. Salah satu yang harus dilakukan adalah menjaga tubuhnya agar ibu hamil tidak mengalami keracunan. Salah satu hal yang dapat menyebabkan dampak buruk bagi ibu hamil adalah keracunan merkuri.

Merkuri adalah logam berat yang terbentuk alami di lingkungan sekitar tetapi dapat menyebabkan ibu hamil keracunan. Kandungan ini dapat masuk ke tubuh hanya dengan menyentuhnya. Lalu, apa saja dampak dari keracunan merkuri pada ibu hamil? Berikut bahasan lengkapnya tentang hal ini!

Baca juga: Kenali 5 Gejala Keracunan Merkuri

Dampak Keracunan Merkuri pada Ibu Hamil

Makanan yang dikonsumsi oleh wanita yang sedang hamil sangat memengaruhi kesehatan bayi. Maka dari itu, sangat penting untuk ibu hamil untuk menentukan makanan yang sehat untuk dikonsumsi setiap hari. Mengonsumsi buah dan sayur wajib dilakukan agar janin tumbuh sehat.

Walau begitu, salah satu yang harus kamu lakukan adalah menghindari makanan yang mengandung merkuri. Kandungan merkuri ternyata banyak terdapat di laut yang berada dari polusi udara. Sehingga, hal tersebut menyebabkan makhluk hidup di dalamnya ditemukan banyak merkuri di dalam tubuhnya.

Salah satu makanan yang banyak mengandung kandungan tersebut adalah ikan. Maka dari itu, pembatasan konsumsi ikan dan mengetahui ciri-ciri ikan yang mengandung merkuri sangat penting. Hal tersebut karena jika ibu hamil mengalami keracunan merkuri, maka dampak buruk mungkin saja terjadi. Berikut beberapa dampak negatif dari ibu hamil yang keracunan merkuri:

  • ADHD

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan yang menyebabkan anak sulit untuk fokus dan mengalami kelainan impulsif dan hiperaktif. Hal ini dapat terjadi ketika anak tersebut terpapar merkuri saat di dalam kandungan dan dampaknya akan terlihat ketika berusia 8 tahun.

Semakin tinggi kadar merkuri yang masuk ke tubuh ibu hamil dapat menyebabkan tingginya risiko untuk mengidap ADHD. Hal tersebut dapat membuat seorang anak mengalami hiperaktivitas, perilaku yang impulsif, dan konsentrasinya mudah terganggu. Maka dari itu, pembatasan konsumsi ikan perlu dilakukan.

Baca juga: Konsumsi Sushi Bisa Sebabkan Keracunan Merkuri, Benarkah?

  • Gangguan pada Organ Penting

Dampak buruk lainnya dari keracunan merkuri adalah bermasalahnya organ penting di dalam tubuh anak setelah dilahirkan. Hal ini umumnya terjadi setelah beberapa lama setelah dilahirkan. Merkuri mungkin saja menyebabkan ginjal dan jantung terganggu. Sehingga, gangguan yang fatal dapat terjadi.

  • Cacat Lahir

Janin yang berada di dalam kandungan juga dapat mengalami cacat lahir apabila terlalu banyak paparan dari merkuri. Dampak keracunan merkuri tersebut dapat menyebabkan bayi ibu mengalami kelainan, seperti ukuran kepala lebih kecil, kerusakan otak, keterlambatan dalam perkembangan, hingga cacat intelektual.

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc perihal keracunan merkuri yang dapat berdampak pada janin. Caranya, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan! Lalu, kamu juga dapat membeli obat tanpa perlu ke luar rumah dengan aplikasi tersebut.

Baca juga: Ini Bahaya Keracunan Merkuri dari Kosmetik

Cara Menguji Kandungan Merkuri di Dalam Tubuh

Dokter dapat menguji paparan dari kandungan berbahaya tersebut pada darah dan rambut. Maka dari itu, tes darah dapat mendeteksi keracunan yang mungkin terjadi setelah tubuh seseorang terpapar. Rambut juga dapat mendeteksi paparan dari merkuri meskipun pemeriksaan ini sulit untuk ditafsirkan.

Berikut adalah pembahasan mengenai dampak buruk ibu hamil yang keracunan merkuri pada janinnya. Maka dari itu, seorang wanita yang hamil harus memperhatikan makanan yang diasup. Selain itu, cobalah untuk menghindari pantai dan laut yang kemungkinan besar airnya telah mengandung merkuri dan dapat masuk ke tubuh ketika tertelan.

Referensi:
Jama Network. Diakses pada 2019. Exposure to Mercury and Consumption of Fish During Pregnancy: A Confusing Picture
Mother to Baby. Diakses pada 2019. Methylmercury in Fish