Awas Cedera Tulang Ekor Akibat Bercanda Tarik Kursi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas Cedera Tulang Ekor Akibat Bercanda Tarik Kursi

Halodoc, Jakarta - Sekolah adalah tempat semua orang menimba ilmu dan tempat untuk menambah teman. Kamu pasti senang mempunyai banyak teman yang bisa diajak bercanda ketika kebosanan sedang melanda. Walau begitu, beberapa bercandaan mungkin saja menyebabkan bahaya, seperti halnya tarik bangku ketika seseorang akan duduk.

Hal tersebut akan menyebabkan kamu jatuh dengan posisi terduduk dan menyebabkan cedera tulang ekor. Jika bagian tersebut mengalami cedera, beberapa hal yang ringan hingga parah dapat terjadi karena terdapat saraf di bagian tersebut. Berikut adalah pembahasan tentang cedera tulang ekor disebabkan bercanda tarik kursi!

Baca juga: Benarkah Cedera Saraf Tulang Belakang Bisa Menyebabkan Lumpuh?

Bercanda Tarik Kursi Dapat Sebabkan Cedera Tulang Ekor

Kamu mungkin saja pernah terjatuh dengan posisi terduduk saat akan melakukan beberapa hal. Salah satunya mungkin saja disebabkan bercandaan tarik kursi oleh temanmu. Pada tahap yang parah, kamu mungkin mengalami cedera pada tulang ekor yang dapat menyebabkan rasa sakit parah hingga kelumpuhan.

Gangguan pada tulang ekor tersebut juga dapat menyebabkan memar, dislokasi, hingga patah tulang. Bagian tersebut berada di bagian paling bawah dari tulang belakang dengan struktur berbentuk segitiga. Umumnya, cedera tulang ekor ini terjadi pada wanita karena panggulnya yang lebih luas dan tulang ekor yang lebih terbuka.

Jika kamu benar-benar mengalami cedera pada bagian tersebut, maka beberapa gejala akan timbul. Umumnya, nyeri yang timbul akan terlokalisasi. Berikut beberapa gejala yang dapat terjadi:

  • Memar dapat terjadi jika cederanya traumatis.

  • Rasa sakit yang menjadi lebih parah ketika duduk dalam waktu yang lama atau dikarenakan terdapat tekanan langsung ke tulang ekor.

  • Rasa sakit yang terjadi saat mengejan.

  • Nyeri punggung bawah atau nyeri yang terasa hingga kaki.

  • Perasaan sakit saat berhubungan seksual yang terjadi pada beberapa wanita.

Lalu, jika kamu mempunyai pertanyaan perihal cedera tulang ekor, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya mudah, kamu hanya perlu download aplikasi Halodoc di smartphone yang digunakan! Selain itu, kamu juga dapat melakukan pemesanan online untuk pemeriksaan tulang ekor pada beberapa rumah sakit yang bekerjasama dengan Halodoc.

Baca juga: Cedera Saraf Tulang belakang bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Momen yang Tepat untuk Mendapatkan Perawatan Medis

Jika kamu telah mengalami beberapa tanda atau gejala yang berhubungan dengan cedera tulang ekor, hingga perasaan tidak nyaman yang tidak diketahui alasannya, kamu harus memeriksakannya. Hal tersebut sangat penting agar dokter dapat memastikan jika cedera yang terjadi traumatis atau tidak. Serta, memastikan jika masalah yang terjadi lebih serius.

Umumnya, cedera pada daerah tulang ekor jarang membutuhkan perawatan gawat darurat. Maka dari itu, jika kamu khawatir tentang suatu hal yang berhubungan dengan gangguan pada tulang ekor, ada baiknya langsung melakukan diagnosis agar dapat memastikan kelainannya. Dengan begitu, penanganan dini dapat dilakukan.

Diagnosis Cedera Tulang Ekor

Dokter akan menggunakan pemeriksaan fisik dan sinar-X untuk mendiagnosis nyeri yang terjadi pada tulang ekor. Maka dari itu, dokter akan merasakan jaringan lunak yang berada di sekitar tulang ekor dan tulang belakang bagian bawah. Dokter mungkin menemukan pertumbuhan tulang baru yang runcing dan dapat menjadi sumber rasa sakit.

Pemeriksaan dari dubur juga dilakukan untuk memastikan tulang ekor pada tubuh. Dengan memasukkan jari ke dalam anus dan mencoba memindahkannya, akan diketahui tingkat mobilitas pada tulang ekor. Jika terlalu banyak atau terlalu sedikit, maka hal tersebut dapat menjadi pertanda untuk terjadinya masalah.

Baca juga: Waktu untuk Pemulihan setelah Alami Patah Tulang Belakang

Perawatan yang Dilakukan untuk Merawat Cedera Tulang Ekor

Biasanya memang cedera pada tulang ekor diobati tanpa operasi. Tanpa operasi pun, pengobatanya terbilang efektif untuk mengatasi gangguan pada ujung tulang belakang tersebut. Berikut beberapa pengobatan tanpa operasi yang dapat dilakukan untuk mengatasi rasa sakit yang timbul karena cedera tulang ekor:

  • Rehabilitasi dasar panggul.

  • Manipulasi manual dan pijat.

  • Stimulasi saraf listrik.

  • Injeksi steroid.

  • Stimulasi sumsum tulang belakang.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2019. Everything You Need to Know About Caring for a Broken Tailbone
WebMD. Diakses pada 2019. Tailbone (Coccyx) Injury