Awas, Polusi Udara Bisa Mengendap di Plasenta 

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Awas, Polusi Udara Bisa Mengendap di Plasenta 

Halodoc, Jakarta – Polusi udara diketahui bisa memberi dampak yang berbahaya bagi tubuh, terutama pada ibu hamil. Paparan asap dan berbagai polusi yang ada di udara disebut-sebut bisa mengendap di plasenta yang pada akhirnya memengaruhi kondisi kesehatan ibu hamil dan juga janin. Zat-zat berbahaya yang terkandung dalam polusi udara bisa menyerang melalui paru-paru ibu hamil dan akhirnya mencapai plasenta. 

Fungsi utama dari plasenta adalah menghubungkan antara ibu dan bayi, serta menjadi saluran makanan dari ibu. Plasenta menjadi kunci untuk memelihara dan mendukung semua kebutuhan bayi. Selain bagi perkembangan janin, sebenarnya plasenta juga penting bagi ibu. Maka dari itu, memastikan bagian ini bekerja sesuai fungsinya dan terhindar dari gangguan, misalnya endapan zat sisa polusi, merupakan hal yang penting dilakukan. 

Baca juga: 4 Pengaruh Polusi Udara Pada Kesehatan

Bahaya Endapan Polusi Udara di Plasenta 

Baru-baru ini, sebuah penelitian dari Hasselt University menunjukkan bahwa paparan polusi udara bisa memberi dampak berbahaya bagi ibu hamil. Melalui studi tersebut, peneliti menemukan bahwa partikel karbon hitam ditemukan mengendap di plasenta wanita hamil yang terpapar polusi udara. Kabar buruknya, paparan dari polusi tidak hanya bisa membahayakan ibu, tetapi juga berisiko memengaruhi kesehatan janin. 

Melalui penelitian tersebut, terbukti bahwa lapisan plasenta bisa ditembus oleh partikel yang dihirup wanita hamil. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut apakah paparan partikel dari polusi udara bisa secara langsung memengaruhi kondisi bayi sebelum lahir. Satu hal yang pasti, paparan polusi udara sudah pasti akan memengaruhi kesehatan dan pernapasan ibu hamil. Maka dari itu, sangat penting untuk selalu melindungi dan sebisa mungkin menghindari paparan polusi udara selama kehamilan. 

Polusi udara menjadi masalah yang umum terjadi di kota besar, terutama di lingkungan dengan aktivitas padat. Setiap harinya, partikel karbon hitam dilepaskan ke udara melalui pembakaran bahan bakar fosil serta asap dari kendaraan di jalan raya. Sayangnya, risiko ibu hamil terpapar polusi itu masih sangat tinggi dan tidak banyak yang menyadari bahwa hal itu bisa berbahaya. 

Baca juga: 3 Jenis Gangguan Plasenta dan Cara Mengatasinya

Paparan asap atau polusi udara dikhawatirkan bisa memberi efek buruk bagi kehamilan. Ibu hamil yang sering terpapar partikel dikhawatirkan memiliki risiko keguguran dan kelahiran prematur yang lebih tinggi. Penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan untuk melihat apakah partikel pada polusi udara bisa memengaruhi kehamilan secara langsung atau tidak. Penting juga diketahui apa saja respon yang dialami tubuh ibu hamil saat terpapar polusi udara. 

Selain pada ibu hamil, polusi udara nyatanya bisa memicu dampak negatif bagi kesehatan tubuh manusia. Siapa saja bisa mengalami efek buruk akibat paparan karbon hitam atau jenis polusi lainnya. Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyebut bahwa setiap tahun ditemukan adanya kasus kematian yang berhubungan dengan polusi udara, terutama karbon hitam. Maka dari itu, sangat penting untuk selalu melindungi diri dari paparan polusi, terutama saat melakukan aktivitas di luar ruangan. Gunakan selalu masker pelindung, pakaian yang sesuai, dan konsumsi makanan sehat untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. 

Baca juga: Kenali Infeksi Saluran Pernapasan Akibat Polusi Udara

Kamu juga bisa melindungi tubuh dari dampak negatif akibat paparan polusi udara dengan mengonsumsi suplemen tambahan. Biar lebih mudah, beli suplemen atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc saja. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
VOX. Diakses pada 2019. Scientists have found air pollution particles in pregnant women’s placentas.
The Guardian. Diakses pada 2019. Air pollution particles found on foetal side of placentas – study.
WHO. Diakses pada 2019. WHO releases country estimates on air pollution exposure and health impact.