Bagaimana Cara Mencegah Histoplasmosis?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Bagaimana Cara Mencegah Histoplasmosis?

Halodoc, Jakarta – Ada beberapa jenis penyakit yang ditularkan melalui hewan maupun kotoran hewan, salah satunya adalah penyakit histoplasmosis. Penyakit histoplasmosis adalah penyakit yang disebabkan infeksi jamur pada paru-paru karena paparan spora jamur Histoplasma capsulatum.

Baca juga: 4 Penyakit yang Bisa Ditularkan Lewat Udara

Penyebaran spora jamur dapat melalui udara yang kamu hirup. Spora ini umumnya ditemukan pada tanah atau kotoran burung serta kelelawar. Penyebaran spora jamur ini tidak hanya dari paparan langsung melalui sentuhan, penyebaran melalui udara juga dialami oleh beberapa orang yang tidak sengaja menghirup spora jamur penyebab histoplasmosis.

Pencegahan untuk Hindari Komplikasi Kesehatan

Kondisi ini umumnya memang tidak membutuhkan perawatan yang lebih lanjut. Namun, orang yang memiliki daya tahan tubuh yang rendah membutuhkan perawatan yang cukup serius untuk mengatasi penyakit histoplasmosis.

Sebelum kamu tertular penyakit histoplasmosis, ketahui pencegahan yang bisa dilakukan terhadap penyakit ini. Menjaga kebersihan hewan peliharaan khususnya burung dapat menghindari kamu dari penyakit histoplasmosis. 

Jauhi dan hindari lokasi yang menjadi wabah penyakit histoplasmosis untuk sementara. Tidak ada salahnya untuk menggunakan masker ketika kamu harus berkegiatan dan beraktivitas dekat dengan kandang burung maupun unggas yang lainnya.

Jangan lupa untuk menyiram sekitar kandang burung atau unggas dengan air sebelum membersihkan kandang burung serta unggas. Cara ini dapat menurunkan risiko kamu terpapar spora jamur Histoplasma capsulatum yang menyebar di udara.

Baca juga: Serba Serbi Cave Disease yang Picu Berbagai Penyakit

Jika tidak dicegah dan segera diatasi, histoplasmosis dapat menyebabkan gangguan kesehatan lainnya atau komplikasi kesehatan, seperti:

1. Perikarditis

Penyakit ini adalah gangguan pada jantung yang terjadi ketika selaput pembungkus jantung mengalami peradangan.

2. Meningitis

Histoplasma yang tidak segera diatasi dapat menyebabkan radang selaput otak, yang dikenal dengan meningitis.

3. Kerusakan Kelenjar Adrenal

Kelenjar adrenal merupakan kelenjar yang menghasilkan hormon yang mengatur metabolisme tubuh. Ketika seseorang mengalami histoplasma, kelenjar adrenal bisa mengalami kerusakan.

Ketahui Gejala Histoplasmosis

Seseorang dapat terinfeksi spora penyebab histoplasmosis lebih dari satu kali paparan. Apalagi jika kamu memiliki pekerjaan seperti pengendali hama, peternak ayam, penjelajah gua, dan tukang kebun. Pekerjaan tersebut meningkatkan risiko seseorang terpapar penyakit histoplasmosis.

Meskipun penyakit ini ditularkan kepada manusia melalui kotoran hewan, penyakit histoplasmosis tidak dapat menular dari manusia ke manusia. Sebaiknya ketahui tanda yang menjadi gejala dari penyakit histoplasmosis agar kamu segera mendapatkan penanganan pada rumah sakit terdekat.

Umumnya, spora jamur yang masuk dalam pernapasan bereaksi setelah beberapa hari terhirup. Kondisi yang ringan tidak akan menyebabkan gejala apa pun. Jika kondisi cukup parah, biasanya pengidap histoplasmosis mengalami gejala, seperti demam dengan kondisi suhu tubuh yang terus naik, mengalami nyeri otot, dan nyeri sendi.

Pengidap histoplasmosis juga mengalami kondisi sakit kepala yang disertai dengan sesak napas karena spora penyebab histoplasmosis menyerang saluran pernapasan. Kondisi ini berbahaya, ketika sebelumnya orang yang terpapar spora jamur telah memiliki penyakit paru. Histoplasmosis bisa menjadi kondisi yang kronis ketika dialami oleh pengidap penyakit paru.

Baca juga: 5 Penyakit yang Ditularkan Hewan

Seseorang dengan sistem imunitas yang rendah dapat mengalami kondisi histoplasmosis yang cukup berat. Tidak hanya menyerang saluran pernapasan, histoplasmosis bisa menyerang organ lain seperti mulut, hati, kulit dan sistem saraf pusat. Kondisi ini dikenal dengan histoplasmosis diseminata.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Histoplasmosis
CDC. Diakses pada 2019. Histoplasmosis