Nyeri Otot Tak Kunjung Sembuh Dapat Menjadi Gejala 6 Penyakit Ini

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
nyeri-otot-tak-kunjung-sembuh-dapat-menjadi-gejala-6-penyakit-ini-halodoc

Halodoc, Jakarta – Nyeri otot memang merupakan salah satu keluhan kesehatan yang umum. Rasanya, hampir semua orang pernah mengalami nyeri otot. Kebanyakan nyeri otot bukanlah petanda kondisi yang serius dan biasanya dapat segera sembuh dengan melakukan perawatan yang tepat. Tapi, bagaimana bila nyeri otot yang kamu alami tidak kunjung sembuh juga? Hati-hati, bisa jadi kondisi tersebut disebabkan oleh beberapa penyakit berikut.

1. Kekurangan Kalsium

Kekurangan kalsium bisa menyebabkan seseorang mengalami gejala, seperti nyeri otot, kram otot, tangan kesemutan, dan pada keadaan yang parah bisa menyebabkan kejang. Berbagai penyebab seseorang bisa kekurangan kalsium, antara lain kekurangan vitamin D, mengidap gangguan ginjal tahap akhir, dan gangguan hormon paratiroid.

Baca juga: Cek 4 Makanan Sumber Kalsium Terbaik untuk Vegetarian

2. Kekurangan Vitamin D

Kekurangan vitamin D juga bisa menyebabkan nyeri otot dan kram otot. Kondisi ini paling sering dialami oleh orang yang jarang terkena sinar matahari. Selain itu, kekurangan vitamin D juga merupakan salah satu penyebab penyakit osteomalasia.

Osteomalasia adalah kelainan tulang yang menyebabkan tulang menjadi rapuh dan lebih mudah patah. Gejala osteomalasia lainnya adalah penurunan berat badan, otot melemah (terutama pada daerah pinggang dan paha), dan perubahan bentuk pada tulang punggung dan anggota gerak.

3. Fibromialgia

Fibromialgia adalah penyakit kronis yang ditandai dengan nyeri otot di sekujur tubuh. Nyeri otot akibat fibromialgia bisa berlangsung dalam jangka panjang, namun bisa diredakan dengan melakukan pengobatan dan perubahan gaya hidup. Penyakit ini juga seringkali disertai berbagai keluhan lain, seperti perasaan lelah saat bangun pagi, cemas, depresi dan gangguan pencernaan.

Sampai saat ini belum diketahui apa penyebab pasti dari fibromalgia. Meskipun penyakit ini memengaruhi otot, rasa nyeri pada jaringan tersebut tidak diikuti dengan kerusakan jaringan otot, berbeda dengan artritis atau peradangan lainnya.

Baca juga: Bukan Hal Mudah, Bagaimana Menghadapi Fibromyalgia?

4. Myalgia

Berbeda dari fibromyalgia, nyeri otot akibat myalgia hanya terjadi pada sejumlah kecil otot tubuh atau bisa juga menyebar ke seluruh tubuh. Tingkat keparahannya pun juga bervariasi, mulai dari yang ringan sampai tidak tertahankan. Kebanyakan myalgia biasanya bisa hilang dalam waktu singkat, namun dalam beberapa kasus dapat berlangsung dalam waktu yang lebih lama. Sakit otot ini juga bisa menyebar ke leher, punggung, kaki, dan tangan.

5. Rabdomiolisis

Rabdomiolisis adalah cedera jaringan otot rangka yang dapat memicu timbulnya nyeri dan kram otot. Ada beberapa faktor yang bisa meningkatkan seseorang mengalami rabdomiolisis, mulai dari trauma sampai konsumsi obat tertentu. Adanya kelainan genetik metabolisme otot juga bisa memudahkan terjadinya cedera otot ini.

6. Kompresi Saraf

Penyebab nyeri otot yang tidak kunjung sembuh lainnya adalah kompresi pada saraf. Kondisi saraf yang tertekan ini juga bisa menyebabkan keluhan lainnya, seperti kram otot, kesemutan, bahkan pada tahap yang parah, dapat mengakibatkan kelumpuhan pada bagian tubuh tertentu.

Bicarakanlah ke dokter mengenai kondisi nyeri otot berkepanjangan yang kamu alami untuk mendapatkan diagnosis yang pasti. Apalagi bila rasa nyeri juga disertai dengan gejala berat lainnya, seperti ruam kemerahan dan bengkak, sulit bernapas, dan kaku pada leher. Pemeriksaan fisik dapat membantu mendiagnosis penyebab yang mendasarinya.

Untuk meredakan rasa nyeri otot untuk sementara waktu, kamu bisa melakukan beberapa cara berikut, yaitu mengonsumsi obat pereda nyeri, mengistirahatkan otot yang sakit, mengompres dengan air hangat atau mandi air hangat, serta menghindari melakukan aktivitas yang berat sampai rasa nyeri menghilang.

Baca juga: Nyeri Otot Habis Olahraga, Boleh Langsung Dipijat?

Kamu juga bisa membicarakan keluhan nyeri otot ke dokter Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, kamu bisa minta saran kesehatan kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.