• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mendiagnosis Siklotimia?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Siklotimia?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta – Setiap orang pasti pernah mengalami mood swing atau perubahan suasana hati. Namun, pada seseorang yang mengidap siklotimia, perubahan suasana hati yang dialami berbeda dengan mood swing biasa. Pengidap siklotimia mengalami naik turun emosi yang cukup cepat namun tidak ekstrem seperti gangguan bipolar. 

Pengidap mungkin merasa sedang berada di puncak sementara waktu, namun tiba-tiba berubah menjadi down dan merasa sedih. Transisi emosi yang naik turun ini juga tidak terlalu mengganggu dan pengidapnya mungkin masih merasa baik-baik saja. Meskipun begitu, siklotimia harus diobati karena punya peluang berkembang menjadi gangguan bipolar. 

Baca juga: Apa Saja Hal yang Bisa Menyebabkan Siklotimia?

Bagaimana Cara Mendiagnosis Siklotimia?

Cukup sulit untuk mendiagnosis siklotimia. Sebab, gejalanya mungkin mirip-mirip dengan gangguan bipolar I atau II, depresi, atau kondisi lain yang menyebabkan perubahan suasana hati. Ada cara untuk membantu menentukan diagnosis, yaitu dokter perlu memberi ujian atau tes, seperti:

  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik dan tes laboratorium dilakukan untuk mengidentifikasi masalah medis yang menyebabkan gejala siklotimia.
  • Evaluasi psikologis. Dokter atau terapis mental akan bicara dengan kamu tentang pikiran, perasaan, dan pola perilaku yang dilakukan selama ini. Kamu perlu mengisi penilaian diri psikologis atau kuesioner. Anggota keluarga atau teman dekat diminta untuk memberikan informasi tentang gejala yang dimiliki, seperti kemungkinan gejala hipomania atau depresi.
  • Bagan suasana hati. Untuk mengidentifikasi apa yang sedang terjadi, dokter meminta kamu mencatat suasana hati, pola tidur, atau faktor-faktor lain yang membantu mendiagnosis dan menemukan pengobatan yang tepat.

Melansir dari Mayo Clinic, adapun kriteria diagnostik yang diterbitkan oleh American Psychiatric Association untuk mengidentifikasi gejala-gejala siklotimia. Berikut poin-poinnya:

  • Mengalami periode suasana hati yang meningkat (gejala hipomania) dan periode gejala depresi selama setidaknya dua tahun dengan pasang surut terjadi setidaknya setengah dari waktu tersebut.
  • Periode suasana hati stabil yang biasanya berlangsung kurang dari dua bulan.
  • Gejala memengaruhi kehidupan secara sosial, di tempat kerja, di sekolah atau di area penting lainnya secara signifikan.
  • Gejala tidak memenuhi kriteria gangguan bipolar, depresi berat atau gangguan mental lainnya
  • Gejala tidak disebabkan oleh penggunaan narkoba atau kondisi medis.

Baca juga: Bagaimana Cara Siklotimia Ditangani?

Apabila kamu merasa mengalami gejala-gejala siklotimia, sebaiknya periksakan diri ke dokter atau terapis untuk memastikannya. Jika kamu berencana mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu lewat aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Perawatan untuk Atasi Siklotimia

Siklotimia sering tidak terdiagnosis dan tidak diobati. Sebagian besar orang hanya mengalami gejala ringan, sehingga mereka tidak mencari perawatan kesehatan mental. Melansir dari WebMD, tidak ada obat khusus yang disetujui untuk pengobatan siklotimia. Meskipun begitu, obat seperti lithium atau lamotrigin kadang-kadang direkomendasikan untuk mengurangi naik turunnya suasana hati. 

Baca juga: Kejadian Traumatik Bisa Sebabkan Seseorang Alami Bipolar

Antidepresan seperti Prozac, Paxil, atau Zoloft tidak direkomendasikan kecuali orang tersebut mengalami depresi berat. Pada intinya, ketika suasana hati meningkat atau tertekan menjadi parah, artinya orang tersebut bukan lagi mengidap siklotimia, tetapi telah mengembangkan gangguan bipolar. 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cyclothymia (cyclothymic disorder).
WebMD. Diakses pada 2020. Cyclothymia (cyclothymic disorder).