• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mengobati Sistokel?

Bagaimana Cara Mengobati Sistokel?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Pernah merasa seakan buang air kecil tidak tuntas, sering buang air kecil, atau sulit untuk menahannya? Masalah ini bisa terjadi pada otot di area tersebut. Kondisi ini bisa jadi merupakan sistokel atau prolaps kandung kemih. Kondisi ini terjadi ketika jaringan pendukung antara kandung kemih wanita dan dinding vagina melemah, meregang, sehingga menyebabkan kandung kemih turun ke dalam vagina.

Seharusnya kandung kemih wanita ditahan oleh jaringan pendukung dan otot-otot dasar panggul. Saat otot-otot dasar panggul dan jaringan penopang melemah, kandung kemih dapat jatuh atau melorot masuk ke dalam vagina. Pada kondisi yang parah, kandung kemih yang prolaps ini bisa muncul pada pembukaan vagina, bahkan terkadang bisa menonjol (turun) melalui lubang vagina. 

Sistokel umumnya terjadi pada wanita usia tua, pada masa menopause saat hormon estrogen mengalami penurunan sehingga otot-otot dasar panggul melemah. Lantas, bagaimana cara mengobati sistokel? Ini ulasannya.

Baca juga: 6 Gejala Sistokel yang Perlu Diketahui

Langkah Mengobati Sistokel

Ada beberapa cara pengobatan sistokel yang bisa dilakukan, antara lain: 

  • Menggunakan Vaginal Pessary. Metode pengobatan ini akan menggunakan sebuah alat berbentuk bulat dengan struktur lembut yang digunakan untuk menopang kandung kemih. Alat ini kemudian dimasukkan melalui vagina.

  • Terapi Estrogen. Dokter dapat memberikan hormon estrogen sintetik dalam bentuk krim vagina, pil, atau cincin. Langkah ini dipilih jika pasien sudah memasuki masa menopause. Pasalnya, estrogen membantu otot panggul yang melemah ketika menopause.

  • Latihan Kegel. Senam sederhana ini bisa dilakukan kapan saja. Caranya mudah, kamu hanya cukup melakukan gerakan otot seperti saat menahan pipis, tahan selama beberapa detik, lalu lepaskan. Ulangilah gerakan ini selama beberapa kali.

  • Pembedahan. Dokter akan menyarankan pembedahan jika pengobatan sistokel tanpa prosedur bedah tidak efektif. Operasi dilakukan melalui vagina untuk mengembalikan kandung kemih ke posisi semual, mengangkat jaringan berlebih, dan mengencangkan otot serta ligamen pada dinding panggul. Apabila prolaps anterior juga menyebabkan prolaps rahim, maka perlu dilakukan pengangkatan rahim atau histerektomi. Langkah ini bertujuan memperbaiki otot panggul, ligamen, dan jaringan yang rusak.

  • Perubahan Gaya Hidup. Beberapa perubahan pola hidup juga bisa dilakukan. Misalnya menurunkan berat badan hingga ke batas ideal, tidak mengangkat benda-benda berat, dan mengelola stres.

Baca juga: Inilah Pemeriksaan untuk Diagnosis Sistokel

Lantas, Apa Saja Penyebab Sistokel?

Sistokel terjadi saat otot dan jaringan pendukung antara kandung kemih dan vagina melemah dan meregang. Alhasil kandung kemih jatuh dari posisi normalnya ke dalam vagina. Jaringan kandung kemih tetap tertutup oleh selaput lendir vagina. Sistokel bisa terjadi akibat kerusakan pada otot dan jaringan yang menahan organ-organ panggul.

Kerusakan atau melemahnya otot-otot panggul dan jaringan pendukung organ panggul bisa terjadi setelah persalinan lewat vagina yang berulang kali. Otot juga bisa menegang atau mengalami  peningkatan tekanan di dalam panggul akibat batuk terus-menerus dalam waktu lama, mengejan yang terlalu hebat, atau karena mengangkat beban berat.

Adakah Langkah Efektif Mencegah Sistokel?

Ada beberapa upaya pencegahan untuk menghindari seseorang mengalami sistokel, seperti: 

  • Melakukan latihan kegel secara teratur. Seperti yang disebutkan sebelumnya, latihan kegel ini dapat memperkuat otot-otot dasar panggul;

  • Mengobati dan mencegah konstipasi atau sembelit. Pencegahan sembelit atau konstipasi dapat dilakukan dengan makanan tinggi serat bisa membantu;

  • Menghindari angkat berat dan mengangkat beban dengan benar. Saat mengangkat benda di lantai, gunakan tumpuan pada kaki, bukan pinggang atau punggung;

  • Mengendalikan batuk. Jika mengalami batuk kronis, sebaiknya memeriksakan diri kepada dokter untuk dapat mengurangi batuk dan menghindari asap rokok.

  • Menurunkan berat badan hingga mencapai berat badan ideal dengan cara mengatur pola makan dan melakukan aktivitas fisik atau olahraga rutin.

Baca juga: Ini Faktor Pemicu Sistokel yang Harus Dipahami

Jika kamu mengalami gejala mirip sistokel, maka segera periksakan diri ke rumah sakit. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan dokter. Ingat, mengatasi penyakit ini sedini mungkin akan mencegah dari berbagai komplikasi yang tidak diinginkan.

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Urethral Prolapse. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Cystocele.