• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimana Cara Mengobati Ablasi Retina?

Bagaimana Cara Mengobati Ablasi Retina?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Ablasi retina adalah penyakit mata akibat lepasnya retina (lapisan jaringan tipis di belakang mata) dari jaringan penyokongnya. Kondisi ini tergolong serius dan perlu diobati secepatnya. Bila tidak, ablasi retina dapat menyebabkan kebutaan permanen. Karena itu, yuk ketahui bagaimana cara mengobati ablasi retina di bawah ini.

Retina adalah lapisan tipis di dalam mata yang kaya akan sel-sel yang peka terhadap cahaya. Kita membutuhkan retina yang sehat untuk dapat melihat dengan jelas. Bila retina terlepas dari posisinya, hal ini tentu akan membuat penglihatan menjadi terganggu. 

Pada awalnya, ablasi mungkin hanya akan terjadi pada sebagian kecil retina. Namun, bila tidak segera diobati, seluruh retina bisa terkelupas dan pengidap bisa kehilangan penglihatan. Karena itulah, kamu dianjurkan untuk segera menemui dokter mata untuk membantu mengobati ablasi retina.

Baca juga: Ketahui Penyebab Terjadinya Ablasi Retina

Pengobatan untuk Ablasi Retina

Kebanyakan ablasi retina hampir selalu membutuhkan operasi untuk memperbaiki retina yang robek, memiliki lubang atau terlepas. Ada berbagai teknik yang bisa digunakan untuk mengobati ablasi retina. Karena itu, diskusikan pada dokter mata mengenai prosedur atau kombinasi prosedur apa yang terbaik untuk kondisi kamu, beserta risiko, dan manfaatnya.

Mengobati Retina yang Robek

Ketika retina yang robek atau berlubang belum sampai terlepas, maka ahli bedah mata mungkin akan menyarankan salah satu dari prosedur berikut untuk mencegah ablasi retina dan menjaga penglihatan:

  • Operasi Laser (Fotokoagulasi) 

Dalam operasi laser, dokter bedah akan mengarahkan sinar laser ke mata melalui pupil. Sinar laser kemudian akan membuat luka bakar di sekitar robekan retina dan membantu retina tetap menempel ke jaringan yang ada di bawahnya.

Baca juga: Amankah Operasi Lasik Mata?

  • Pembekuan (cryopexy) 

Setelah memberi kamu bius lokal untuk membuat mata kamu mati rasa, dokter bedah akan menerapkan probe beku ke permukaan luar mata, langsung di atas robekan mata. Pembekuan ini akan menyebabkan bekas luka yang membantu membuat retina tetap menempel pada dinding mata.

Kedua prosedur tersebut dilakukan secara rawat jalan. Namun setelah menjalani prosedur, kamu mungkin akan disarankan untuk menghindari aktivitas yang mungkin mengganggu mata, seperti berlari, selama beberapa minggu atau lebih.

Mengobati Retina yang Sudah Terlepas

Bila retina sudah terlepas, operasi perlu dilakukan untuk memperbaikinya. Operasi harus dilakukan sesegera mungkin, sekitar beberapa hari setelah diagnosis. Jenis operasi yang disarankan oleh ahli bedah tergantung pada beberapa faktor, salah satunya adalah seberapa parah kondisi ablasi retina yang dialami. Berikut jenis-jenis operasi yang bisa dilakukan.

  • Pneumatik Retinopeksi

Dalam prosedur ini, dokter bedah akan menyuntikkan gelembung udara atau gas ke bagian tengah mata (rongga vitreous). Bila diposisikan dengan benar, gelembung udara akan mendorong area retina yang memiliki lubang atau lubang pada dinding mata, sehingga menghentikan aliran cairan ke ruang di belakang retina. Dokter juga dapat menggunakan teknik cryopexy selama prosedur untuk memperbaiki retina.

Cairan yang terkumpul di bawah retina akan diserap dengan sendirinya dan retina, kemudian dapat menempel kembali pada dinding mata kamu. Setelah prosedur selesai, kamu mungkin perlu mempertahankan kepala dalam posisi tertentu hingga beberapa hari untuk menjaga agar gelembung berada pada posisi yang tepat. Gelembung akhirnya dapat diserap kembali dengan sendirinya. Prosedur ini biasanya dipilih bila bagian retina yang terlepas hanya sedikit.

  • Scleral Buckling 

Dalam prosedur ini, ahli bedah akan menjahit sepotong bahan silikon dari sisi luar bagian putih mata (sklera). Silikon ini akan mendekatkan dinding bola mata ke retina, sehingga retina kembali ke posisinya.

Bila ablasi retina yang terjadi cukup parah, dokter bedah dapat membuat gesper skleral yang melingkari seluruh mata kamu seperti ikat pinggang. Gesper ditempatkan sedemikian mungkin agar tidak mengganggu penglihatan kamu dan biasanya dipasang secara permanen.

  • Vitrektomi

Dalam prosedur ini, ahli bedah akan mengeluarkan cairan vitreus beserta dengan jaringan apapun yang menarik retina. Kemudian, gelembung udara, gas atau silikon akan disuntikkan ke ruang vitreus untuk membantu menahan retina pada posisinya. Seiring waktu, gelembung gas akan digantikan oleh cairan tubuh secara alami.

Baca juga: Gejala-Gejala yang Bisa Ditimbulkan Ablasi Retina

Itulah berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengobati ablasi retina. Untuk melakukan pemeriksaan terkait gejala ablasi retina yang kamu alami dan mendiskusikan cara pengobatannya pada dokter, kamu bisa langsung buat janji di rumah sakit pilihanmu lewat aplikasi Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Retinal detachment.