Bagaimana Cara Mengobati Dermatographia?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bagaimana Cara Mengobati Dermatographia?

Halodoc, Jakarta - Kulit termasuk bagian tubuh yang rentan mengalami gangguan. Banyak hal yang dapat menyebabkan kulit kamu terganggu, salah satunya adalah dermatographia. Penyakit ini termasuk dalam kondisi kulit yang umum terjadi dan terbilang jinak.

Seseorang yang mengalami dermatographia akan mengalami kondisi jika terkena goresan kecil akan mengalami reaksi sementara tetapi signifikan. Hal ini lebih berisiko menyebabkan luka yang dalam hingga reaksi tubuh seperti alergi. Untuk mencegah hal tersebut, berikut adalah cara mengobati dermatographia!

Baca juga: Inilah 5 Penyakit yang Mudah Menyerang Kulit

Cara Mengobati Dermatographia yang Dapat Dilakukan

Dermatographia adalah sebuah kondisi yang disebut juga dengan "tulisan kulit". Seseorang yang mengalami gangguan ini dalam tahap ringan akan merasa gatal. Garukan tersebut akan memerah dan menjadi bengkak. Kondisi tersebut umumnya akan hilang dalam waktu 30 menit.

Goresan tersebut juga dapat menyebabkan iritasi pada kulit kamu, meski mudah disembuhkan. Ketika tergores, beberapa goresan tersebut berwarna putih dan mungkin juga sedikit memerah. Pada tahap parah, gangguan tersebut dapat menyebabkan luka yang dalam hingga reaksi serupa alergi.

Dermatographia dapat didiagnosis dengan pemeriksaan kulit. Dokter mungkin akan membuat goresan yang ringan pada kulit kamu. Hal tersebut berguna untuk melihat reaksi yang terjadi. Pemeriksaan ini dapat dilakukan hanya dengan satu kunjungan. Dokter mungkin juga memeriksa area lain pada kulit kamu untuk memastikannya.

Seseorang memerlukan perawatan medis apabila gangguan dermatographia yang terjadi berkembang menjadi kronis. Dengan kata lain, gangguan kulit tersebut terjadi secara terus-menerus. Berikut adalah beberapa pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi penyakit kulit tersebut:

  1. Perawatan Konvensional

Cara mengobati dermatographia dengan cara perawatan konvensional adalah dengan mengonsumsi obat alergi yang dapat dibeli di apotik. Kamu dapat mengonsumsi diphenhydramine dan cetirizine. Kamu dapat memesan obat untuk mengatasi gangguan ini melalui aplikasi Halodoc. Tanpa perlu antre, pesananmu akan diantarkan ke tempat tujuan dalam waktu satu jam.

Obat-obatan tersebut adalah antihistamin yang dapat mencegah tubuh memproduksi histamin yang berdampak buruk terhadap zat kimia dan alergen. Obat lainnya yang dapat kamu konsumsi adalah loratadine dan fexofenadine. Dengan mengonsumsi obat tersebut secara teratur, kamu dapat mencegah gejala penyakit tersebut sebelum timbul.

Pada kasus yang parah, dokter akan merekomendasikan untuk pemeriksaan fototerapi. Hal ini adalah jenis terapi radiasi rawat jalan yang dibuat khusus untuk memeriksa gangguan pada kulit. Hal ini juga digunakan dalam pengobatan psoriasis.

Baca juga: 4 Jenis Penyakit Kulit yang Perlu Diwaspadai

  1. Perubahan Gaya Hidup

Cara mengobati dermatographia lainnya adalah dengan melakukan perubahan gaya hidup. Hal pertama yang dapat kamu lakukan adalah mengelola rasa stres, sehingga dapat mengurangi risiko dermatitis disebabkan penyakit kulit ini. Kamu juga dapat melakukan yoga dan meditasi untuk dapat mengurangi rasa stres. Selain itu, olahraga teratur juga dapat mencegah rasa stres sebelum terjadi.

Teknik relaksasi yang kamu lakukan paling efektif untuk membantu anak-anak agar dapat mengatasi penyakit kulit tersebut. Jika perubahan gaya hidup ini gagal untuk menurunkan tingkat stres dan gejala gangguan tersebut tetap terjadi, ada baiknya kamu berdiskusi dengan dokter. Kamu dapat melakukan hal ini dengan dokter dari Halodoc melalui smartphone kamu!

Selain itu, untuk menghindari gangguan ini, kamu dapat menggunakan sabun tanpa pewangi. Pada beberapa sabun, bahan kimia dan pewarna yang digunakan dapat menimbulkan rasa gatal pada kulit. Cara lainnya adalah dengan menggunakan pelembap apabila kulit kamu kering dan udaranya cenderung dingin.

Baca juga: 4 Penyakit Kulit Ini Dipicu oleh Virus

Referensi:
Mayo Clinic.Diakses pada 2019.Dermatographia
Health Line.Diakses pada 2019.What Is Dermatographia?