• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bagaimanakah Cara Tes Buta Warna Dilakukan?

Bagaimanakah Cara Tes Buta Warna Dilakukan?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Pengidap buta warna kebanyakan tidak menyadari penyakit yang dialaminya, terutama pada anak-anak. Untuk memastikannya, tes buta perlu dilakukan. Buta warna sendiri merupakan salah satu masalah penglihatan, yang menyebabkan pengidapnya tidak dapat melihat beberapa warna dengan jelas. 

Beberapa dari mereka akan sangat sulit membedakan warna merah-kuning-hijau, merah-hijau, atau kuning-biru. Kondisi ini dikenal dengan nama buta warna parsial. Pada sebagian orang, mereka bahkan sama sekali tidak mampu mengenali warna. Kondisi yang seperti ini dikenal dengan sebutan buta warna total.

Baca juga: Kenali Berbagai Jenis Buta Warna Parsial

Berikut Cara Melakukan Tes Buta Warna

Tes buta warna bukan hanya penting dalam mengatasi masalah pada penglihatan saja, tes ini juga penting dilakukan guna menyaring pelamar pekerja di bidang yang mementingkan kemampuan dalam persepsi warna, seperti militer, penegak hukum, elektronik, teknik, hingga kedokteran. Berikut beberapa tes buta warna:

  • Tes Warna Cambridge
    Tes ini dilakukan dengan menggunakan layar komputer. Mereka akan diminta untuk mengidentifikasi huruf "C" yang warnanya berbeda dengan warna di sekitarnya.

  • Tes Ishihara
    Tes ini merupakan tes yang paling umum dilakukan untuk mendeteksi buta warna merah-hijau. Tes buta warna ini dilakukan dengan menggunakan lingkaran yang terdiri dari banyak titik dengan warna dan ukuran yang berbeda. Beberapa titik akan membentuk angka yang harus ditebak.

  • Tes Penyusunan
    Tes ini dilakukan dengan menyusun objek berdasarkan gradasi warna. Contohnya, peserta akan diminta untuk menyusun balok-balok dari gradasi warna biru tua-biru-biru muda.

  • Tes Farnsworth-Munsell
    Tes ini dilakukan dengan menggunakan banyak lingkaran dengan berbagai gradasi dari warna yang sama, sama seperti tes penyusunan. Tes ini dilakukan untuk memeriksa apakah peserta dapat membedakan perubahan warna yang tipis.

  • Anomaloscope
    Tes ini dilakukan dengan alat mirip seperti mikroskop. Melalui lensa alat tersebut, peserta akan diminta untuk melihat lingkaran yang dibagi menjadi dua warna. Setengah berwarna kuning terang, dan setengah warna merah dan hijau. Peserta akan diminta menekan tombol pada alat sampai seluruh warna dalam lingkaran berubah menjadi sama. Tes yang satu ini akan dilakukan untuk mengetahui buta warna merah-hijau.

Jika kamu memiliki masalah dalam mengenali warna, disarankan untuk segera mendiskusikannya dengan dokter di aplikasi Halodoc untuk bertanya lebih lanjut mengenai tes buta warna. Meski berbeda dari orang normal lainnya, pengidap kondisi ini masih bisa melakukan berbagai macam aktivitas secara normal.

Baca juga: Buta Warna pada Anak, Ini yang Perlu Diketahui

Ini yang Jadi Penyebab Buta Warna pada Seseorang

Mata memiliki sel-sel saraf khusus mengandung pigmen yang bereaksi terhadap cahaya dan warna. Sel-sel khusus tersebut memiliki tiga pigmen yang berfungsi untuk mendeteksi warna hijau, merah, dan biru. Saat mengalami buta warna, sel pigmen tersebut tidak akan berfungsi dengan baik dalam mendeteksi warna.

Kerusakannya sendiri bisa terjadi karena adanya kelainan gen yang diwariskan dari orangtua. Bukan hanya kelainan gen dari orangtua saja, berikut beberapa penyebab buta warna pada seseorang:

Baca juga: Bisakah Buta Warna Parsial Menurun ke Anak?

Selain beberapa hal tersebut, usia juga menjadi salah satu faktor penyebab seseorang mengidap buta warna. Saat menua, kemampuan mata seseorang dalam menangkap cahaya dan warna akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu. Hal tersebut merupakan proses alami yang dapat terjadi pada semua orang.

Referensi:
Aao.org. Diakses pada 2020. How Color Blindness Is Tested.
WebMD. Diakses pada 2020. What You Need to Know About Color Blindness Tests.
Healthline. Diakses pada 2020. Color Vision Test.