24 September 2018

Mengenal Buta Warna pada Anak

buta warna, buta warna anak

Halodoc, Jakarta – Buta warna adalah gangguan penglihatan yang bisa terjadi pada siapa saja, termasuk ke anak-anak. Meski sering tidak dianggap sebagai kondisi yang serius, tetapi buta warna bisa membuat pengidapnya kesulitan dalam menjalankan aktivitas harian. Sebab, kebanyakan orang yang mengalami buta warna akan merasa kesulitan untuk melihat beberapa jenis warna, seperti merah, hijau, biru, atau campuran dari semua warna tersebut.

Berita buruknya, buta warna pada anak-anak seringnya terlambat untuk diketahui. Sebab, anak-anak cenderung belum mengetahui dan tidak menyadari bahwa apa yang dilihatnya mungkin saja tidak sempurna. Sebagian besar anak-anak mungkin merasa cukup hanya dengan melihat beberapa gradasi warna, padahal pada orang normal ada ratusan jenis warna yang sebenarnya bisa dikenali.

Untuk itu, peran orangtua sangat dibutuhkan dalam mengenali buta warna anak. Pada beberapa kasus, buta warna bisa menyebabkan seseorang tidak bisa membedakan antara warna merah dan hijau. Bahkan, beberapa hanya bisa melihat warna hitam dan putih saja. Buta warna yang tidak terdeteksi sejak dini bisa sangat mengganggu aktivitas harian dan kemampuan anak dalam belajar.

Anak-anak yang mengalami buta warna mungkin akan kesulitan untuk membedakan rambu lalu lintas, hingga kesulitan memahami pelajaran yang melibatkan kemampuan pengenalan warna secara akurat. Buta warna anak bisa diketahui melalui beberapa jenis tes yang bisa dilakukan.

Penyebab Buta Warna pada Anak

Mata seorang pengidap buta warna tidak dapat mengenali dan membedakan warna seperti yang dilakukan mata normal. Pada dasarnya, hal itu bisa terjadi karena adanya gangguan pigmen dalam reseptor penglihatan mata, yaitu sel kerucut di mata. Ada beberapa faktor yang bisa jadi penyebab buta warna pada anak, mulai dari faktor genetik hingga efek samping obat tertentu.

1. Faktor Genetik

Ada kondisi buta warna yang terjadi karena faktor genetik, artinya buta warna anak merupakan “warisan” dari orangtua. Hal itu berkaitan dengan kondisi kromosom X, artinya laki-laki yang memiliki riwayat buta warna tidak akan menurunkan kondisi tersebut kecuali pasangannya juga memiliki gen buta warna.

Peluang anak buta warna semakin tinggi mengingat ibu atau wanita lebih berperan dalam proses penurunan gen ke anak. Selain itu, buta warna juga cenderung lebih sering mengintai anak lelaki dibandingkan anak perempuan.

2. Kondisi Medis

Buta warna juga bisa terjadi karena kondisi medis tertentu yang dialami anak. Tak dapat dimungkiri, ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan seseorang memiliki peluang besar mengalami buta warna, misalnya parkinson, diabetes, kanker darah alias leukemia, hingga anemia sel sabit. Untuk mengetahui lebih lanjut, sebaiknya orangtua segera membawa anak untuk melakukan pemeriksaan. Sebab, buta warna yang terjadi karena penyakit yang tidak ditangani segera, bisa berdampak negatif.

3. Efek Samping Obat

Siapa sangka, buta warna ternyata juga bisa terjadi karena efek samping dari obat tertentu. Namun jangan khawatir, jika buta warna terjadi karena konsumsi obat maka biasanya kondisi akan kembali normal setelah pengobatan dihentikan.

Cari tahu lebih lanjut, apa saja penyebab dan cara mengatasi buta warna pada anak dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Sangat mudah untuk bicara dan menyampaikan masalah kesehatan ke dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan tips menjaga kesehatan dan rekomendasi beli obat terbaik. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: