10 July 2018

Bahaya Meludah Sembarangan

Air liur, meludah sembarangan, bahaya meludah sembarangan

Halodoc, Jakarta – Meludah sembarangan bukan hanya tidak sopan, melainkan juga bisa berdampak negatif bagi kesehatan. Ini karena banyak ahli sepakat, meludah sembarangan bisa meningkatkan potensi penularan penyakit melalui kontak langsung maupun udara.

Baca juga: Tak Sekadar Gaya, Pentingnya Pakai Masker saat Beraktivitas

Fungsi Air Liur (Ludah)

Selain untuk membasahi bibir, ludah juga punya banyak manfaat. Berikut adalah fungsi ludah yang jarang diketahui:

  • Melunakan makanan dan membantu proses menelan.
  • Mencegah lapisan mulut dan organ di dalamnya kering.
  • Menetralisir asam dari makanan dan minuman.
  • Membersihkan makanan dan bakteri dari gigi.
  • Membersihkan makanan dan sel-sel mati dari lapisan mulut.
  • Memecahkan makanan dalam mulut, sehingga bisa dirasakan oleh lidah dan mudah dicerna.

Apa Saja yang Terdapat dalam Air Liur?

Sebagian air liur memang terdiri dari air. Namun di dalamnya, ada juga kandungan lain, termasuk elektrolit, bakteri, virus, jamur, protein, sekresi dari hidung dan paru-paru, serta sel-sel dari lapisan mulut. Tentu saja, isi dari liur juga tergantung pada apa yang dimasukkan ke dalam mulut, sehingga kandungan air liur setiap orang bisa berbeda-beda.

Secara umum, setiap orang rata-rata memproduksi kurang lebih setengah liter ludah per hari. Namun, ada beberapa kondisi yang membuat produksi ludah berkurang atau bertambah. Antara lain: faktor genetik, waktu produksi air liur (biasanya lebih banyak di malam hari), jumlah air yang diminum, mencium aroma makanan yang lezat, serta kondisi medis tertentu (seperti hipersalivasi). Ini adalah kondisi di mana seseorang memproduksi ludah dalam jumlah yang banyak. Kondisi ini membuat mulut pengidapnya terus dipenuhi ludah, sehingga ia tampak ngiler, perlu meludah terus-menerus, dan sulit menelan.

Risiko Penularan Penyakit Akibat Meludah Sembarangan

Ludah memang memiliki antibodi dan enzim yang menurunkan risiko penularan penyakit.  Meski begitu, kuman dan bakteri yang ada dalam ludah seseorang tetap bisa hidup dalam waktu lama, sehingga bisa meningkatkan risiko penularan.  Beberapa virus dan bakteri bisa bertahan selama 6 jam di udara, bahkan ada yang lebih dari 24 jam. Kuman-kuman inilah yang bisa saja berpindah dari ludah di jalanan dan masuk ke hidung, tenggorokan, dan paru-paru orang sekitarnya.

Sejumlah penyakit yang bisa ditularkan melalui ludah antara lain tuberkulosis, hepatitis, meningitis, sitomegalovirus, Epstein-Barr, dan penyakit lainnya. Penyakit ini bisa ditularkan melalui droplet (partikel air kecil) pembawa mikroorganisme yang tidak sengaja dihirup oleh orang sekitarnya. Karena alasan tersebut, siapa saja tidak disarankan untuk meludah sembarangan. Bahkan, sebuah studi menyebutkan bahwa menghentikan kebiasaan meludah sembarangan bisa menurunkan risiko penularan penyakit yang terbawa oleh ludah.

Mengatasi Dampak Paparan Ludah

Saat bepergian, mungkin kamu tidak sengaja terpapar ludah seseorang. Misalnya, karena orang di sebelah kamu meludah tiba-tiba atau menginjak ludah yang ada di jalanan. Tapi, kamu jangan khawatir. Sebab, paparan ludah bisa kamu atasi dengan cara mencucinya pakai sabun di bawah air mengalir. Jika ludah terkena mata, hidung, atau mulut, kamu perlu mencucinya dengan banyak air dingin. Tujuannya adalah untuk meminimalkan risiko penularan penyakit akibat ludah yang terkena kulit atau bagian tubuh lainnya. Oleh sebab itu, jika kamu ingin meludah, disarankan untuk melakukannya di toilet atau menyiapkan tisu sebagai wadah untuk membuang.

Itulah fakta tentang bahaya meludah sembarangan. Kalau kamu punya pertanyaan lain seputar bahaya meludah sembarangan, tanyakan saja pada dokter Halodoc. Sebab melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa bertanya pada dokter tepercaya kapan saja dan dimana saja melalui Chat, dan Voice/Video Call. Jadi, yuk download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play sekarang juga!