• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bahaya MPASI Dini, Bayi 2 Bulan Meninggal Tersedak Pisang

Bahaya MPASI Dini, Bayi 2 Bulan Meninggal Tersedak Pisang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Praktik pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) dini masih saja terjadi. Seorang bayi berusia 40 hari di Kedoya Selatan, Jakarta Barat, kali ini menjadi korbannya. Bayi tersebut meninggal setelah diberi “pisang kerok” oleh ibunya. Sang anak kehilangan nyawa setelah tersedak pisang yang disuapkan sebanyak 2 sendok bayi. 

MPASI dini merupakan praktik pemberian makanan yang dilakukan sebelum waktunya. Selama 6 bulan pertama kehidupannya, bayi sebaiknya tidak diberi asupan apapun selain ASI. Bukan tanpa alasan, MPASI dini nyatanya bisa memicu gangguan kesehatan pada bayi, terutama masalah pencernaan dan tumbuh kembang. Waktu ideal pemberian MPASI adalah saat bayi tepat berusia 6 bulan, tetapi ada kondisi tertentu yang memungkinkan bayi diberi MPASI pada usia 4–5 bulan.

Baca juga: Ingin Beri MPASI Ikuti Dulu Tips Ini

Dampak Memberi MPASI sebelum Waktunya

Secara umum, bayi baru disarankan mendapat makanan selain ASI setelah berusia 6 bulan. Namun, ada beberapa faktor yang membuat bayi mungkin membutuhkan MPASI sebelum usinya, seperti berat badan bayi yang tidak kunjung naik atau kondisi kesehatan lain. Namun, tentu saja perlu dilakukan konsultasi terlebih dahulu dan saran dari dokter spesialis anak sebelum pemberian makan. 

Pemberian makanan sebelum waktunya bisa meningkatkan risiko gangguan, seperti, diare, mual dan muntah, berat badan yang tidak bertambah, hingga berakhir dengan gizi buruk pada anak. Kondisi tersebut bisa menimbulkan efek jangka pendek maupun jangka panjang. Bayi yang mengalami gizi buruk berisiko memiliki fisik yang lebih rentan terserang penyakit dan infeksi, serta tumbuh kembangnya mungkin akan lebih lambat dibandingkan teman seusianya. 

Memberi “pisang kerok” pada bayi merupakan hal yang sering terjadi di Indonesia. Kepercayaan yang beredar di tengah masyarakat alias mitos seputar menyusui disebut menjadi faktor tersering ibu memberi MPASI dini pada bayi. Salah satunya, kepercayaan bahwa tangisan pada bayi merupakan tanda bahwa ia lapar. Hal itu yang membuat ibu berpikiran untuk memberi makanan selain ASI, di mana pisang kerok sering menjadi pilihan. 

Baca juga: Kapan Bayi Boleh Diberi Makanan Asin dan Manis?

Mesti diketahui, bayi menangis tidak selalu berarti lapar. Nyatanya, ada banyak faktor yang bisa memicu tangis bayi, mulai dari rasa tidak nyaman, mengantuk, gatal, hingga sakit. Maka dari itu, sangat penting untuk para ibu mengetahui kondisi tubuh bayi, sehingga bisa menduga apa penyebab tangisannya. Saat anak terus menangis, jangan panik dan cobalah untuk mencari bantuan dari orang yang lebih berpengalaman. 

Ibu bisa meminta bantuan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Sampaikan kondisi anak dan keluhan yang terjadi pada dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips menenangkan tangisan bayi dari dokter terpercaya. Download aplikasi Halodoc sekarang di App Store dan Google Play. 

Pemberian MPASI dimulai saat bayi berusia 6 bulan, dan dilakukan secara perlahan. Hindari memaksakan jenis makanan tertentu pada anak. Nyatanya, beda usia maka akan berbeda pula jenis MPASI yang harus diberikan. Pada usia 6 bulan, disarankan untuk memberi MPASI berupa sayur dan buah yang dihaluskan. Ibu bisa memilih makanan sehat, seperti kentang, apel, pisang, alpukat, atau melon.

Baca juga: Ketahui Jenis MPASI yang Paling Cocok untuk Si Kecil

Setelah memasuki usia 8 bulan, jumlah makanan yang diberikan sudah mulai meningkat. Bayi sudah bisa diberikan makan sebanyak tiga kali sehari. Di usia ini, ibu bisa mulai memperkenalkan makanan padat yang dipotong kecil. Di atas usia 12 bulan atau 1 tahun, ibu bisa mencoba memberi makanan berupa 3–4 porsi nasi, kentang, atau roti, sayur dan buah potong, serta 2 porsi ikan, telur, atau daging. Meski mendapat asupan makanan, tetapi bayi sebaiknya tetap diberi ASI hingga usia 2 tahun. 

Referensi 
NHS. Diakses pada 2019. Your baby's first solid foods.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Infant and toddler health.