Ini Bakteri-Bakteri Penyebab Terjadinya Keracunan Makanan

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Bakteri-Bakteri Penyebab Terjadinya Keracunan Makanan

Halodoc, Jakarta – Keracunan makanan akibat bakteri dapat menyebabkan gejala-gejala tidak menyenangkan, seperti muntah, diare, sakit perut dan demam. Bakteri Campylobacter adalah penyebab umum keracunan makanan. 

Unggas, daging, dan susu yang terkontaminasi menjadi sumber infeksi. Dibutuhkan sekitar 3 hari untuk gejala diare, kram perut dan demam untuk berkembang. Selain itu, ada juga bakteri Campylobacter adalah bagian dari flora normal yang hidup di usus ayam sehat dan hewan lainnya. 

Di pabrik, ketika seekor ayam dibunuh dan dihancurkan, isi ususnya, termasuk Campylobacter, dapat bersentuhan dengan kulit burung itu. Ini berarti daging ayam mentah bisa terkontaminasi dengan Campylobacter.

Bagaimana Mengamankan Makanan dari Campylobacter?

Campylobacter peka terhadap panas, sehingga memasak ayam dengan benar akan membunuhnya dan membuat dagingnya aman untuk dimakan. Jika ayam disajikan kurang matang, maka Campylobacter bisa bertahan hidup dan dimakan bersama ayam. 

Baca juga: Atasi Keracunan Makanan dengan tips Ini

Setelah bakteri ditelan, mereka berkembang biak di dalam usus orang tersebut dan menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai keracunan makanan. Dibutuhkan sekitar 3 hari untuk gejala diare, kram perut dan demam untuk berkembang. Penyakit ini berlangsung antara 2 hari dan seminggu.

Kontaminasi silang adalah perpindahan mikroba dari makanan mentah ke makanan yang disiapkan dan dimasak, dapat terjadi dengan:

  1. Menyentuh atau memercikkan makanan mentah pada makanan yang dimasak

  2. Peralatan atau permukaan yang menyentuh makanan mentah yang kemudian digunakan untuk makanan yang dimasak

  3. Orang menyentuh makanan mentah dengan tangan mereka dan kemudian memegang makanan yang dimasak

Untuk mencegah kontaminasi silang, penting untuk menjaga kebersihan dapur yang baik, seperti menyimpan makanan mentah dan dimasak secara terpisah serta kebersihan pribadi yang baik dengan mencuci tangan dengan benar dan mengikat rambut ke belakang.

Baca juga: Jangan Panik! Ini Cara Tepat Mengatasi Keracunan Makanan pada Anak

Selain Campylobacter, ada jenis bakteri lagi yang harus diwaspadai untuk mencegah keracunan pada makanan, diantaranya:

  • E. Coli

Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya bagi manusia. Namun, ada beberapa yang bisa membuat Anda sakit. Jenis ini biasanya ditemukan mencemari daging mentah atau setengah matang selama pemrosesan, sehingga bahan makanan seperti bakso, daging cincang atau burger sangat rentan. E. coli juga dapat mencemari susu yang tidak dipasteurisasi.

  • Shigella

Shigella dapat mencemari makanan jika telah dicuci dengan air yang terinfeksi, seperti salad kantong atau sayuran yang telah terkontaminasi di lapangan. Shigella juga dapat menyebar dari orang ke orang. 

Baca juga: Begini Cara Mencegah Botulisme dengan Tepat

  • Listeria

Listeria dapat mencemari berbagai makanan dingin dan siap saji. Konsumsi dapat menyebabkan Listeriosis. Makanan termasuk keju lunak, salmon asap, sandwich yang sudah dikemas sebelumnya, mentega, pete, dan daging irisan yang sudah dimasak. Wanita hamil sangat rentan terhadap Listeriosis, dan untuk alasan ini dianjurkan wanita menghindari makanan tertentu selama kehamilan.

  • Salmonella

Hidup di usus banyak hewan ternak, bakteri Salmonella dapat mencemari telur mentah, susu, dan unggas. Salmonella dapat ditularkan dari orang ke orang melalui kebersihan yang buruk. Infeksi Salmonella adalah salah satu penyebab keracunan makanan paling umum di Amerika.

Kalau punya masalah kesehatan, jangan ragu untuk bertanya dengan dokter lewat aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat kapan saja dan di mana saja. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play.