27 March 2019

Begini Cara Mencegah Botulisme dengan Tepat

Begini Cara Mencegah Botulisme dengan Tepat

Halodoc, Jakarta - Mau tahu berapa banyaknya jumlah korban dari kasus keracunan? Menurut data WHO, pada 2012 diperkirakan 193.460 orang meninggal karena keracunan yang tidak di sengaja. Nah, omong-omong soal keracunan itu, apa kamu pernah mendengar kondisi dalam dunia kesehatan yang disebut dengan botulisme?

Botulisme sendiri merupakan kondisi keracunan serius yang disebabkan oleh racun dari bakteri Clostridium botulinum. Jangan remehkan racun yang dihasilkan bakteri ini, sebab racun ini dikenal sebagai salah satu racun yang paling kuat. Meski terbilang jarang, botulisme termasuk kondisi serius yang bisa mengancam nyawa.

Baca juga: Ibu Harus Tahu, Ini 8 Gejala Botulisme pada Bayi

Ketika masuk ke dalam tubuh racun ini akan menyerang sistem saraf otak, tulang belakang, dan saraf lainnya. Enggak cuma itu, racun ini juga bisa menyebabkan paralisis atau kelumpuhan otot. Yang bikin resah, bila tak segera ditangani kondisi kelumpuhan akan menyebar ke otot yang mengontrol pernapasan.

Lalu, bagaimana sih cara mencegah botulisme?

Kenali Tanda-Tanda Botulisme

Sebelum mengetahui cara mencegah botulisme, ada baiknya untuk mengetahui gejala-gejala yang bisa ditimbulkan oleh kondisi ini. Munculnya gejala botulisme berbeda-beda pada setiap orang. Mulai dari beberapa jam hingga beberapa hari setelah terpapar bakteri Clostridium botulinum. Gejala yang dirasakan bergantung pada penyebab dan jenis botulisme, yaitu:

  1. Botulisme keracunan makanan: kesulitan menelan dan berbicara, mulut kering, otot wajah lemah, gangguan penglihatan, kelopak mata lemas (terkulai), kesulitan bernafas, mual, muntah, kram perut, dan lumpuh.

  2. Botulisme luka: kesulitan menelan dan berbicara, otot wajah lemah, gangguan penglihatan, kelopak mata lemas (terkulai), kesulitan bernafas, dan lumpuh.

  3. Botulisme bayi: sembelit, kesulitan mengontrol kepala, gerak tubuh tidak bertalus (tidak ada tegangan otot, seperti boneka kain), menangis lemah, mudah marah, sering mengeluarkan air liur, kelopak mata lemas terkulai, kelelahan, kesulitan untuk menyedot atau makan, dan lumpuh.

Baca juga: Benarkah Bakteri pada Madu Bisa Sebabkan Botulisme pada Bayi?

Awasi Penyebab dan Faktor Risikonya

Pada dasarnya yang perlu diwaspadai adalah Clostridium botulinum, bakteri ini bisa ditemukan di tanah, debu, sungai, dan dasar laut. Bakteri ini sebenarnya enggak berbahaya bila berada di kondisi lingkungan yang normal. Tapi, Clostridium botulinum akan melepaskan racun ketika kekurangan oksigen. Misalnya, ketika berada di dalam lumpur dan tanah yang tidak bergerak, di kaleng tertutup, botol, atau di dalam tubuh manusia.

Nah, berikut jenis botulisme yang dipicu oleh faktor berbeda.

    • Botulisme keracunan makanan. Jenis ini terjadi akibat konsumsi makanan kalengan rendah asam yang tak dikemas dengan baik, termasuk sayuran, buah-buahan, maupun daging dan ikan.

    • Botulisme luka. Botulisme ini terjadi ketika bakteri masuk ke luka sering terjadi pada orang dengan penyalahgunaan NAPZA. Bakteri ini juga dapat mengontaminasi zat terlarang, seperti heroin.

    • Botulisme bayi. Terjadi ketika bayi mengonsumsi makanan yang mengonsumsi makanan yang mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Bisa juga terjadi ketika bayi terpapar tanah yang terkontaminasi bakteri tersebut.

Baca juga: Dapat Sebabkan Kematian, Awasi 3 Penyebab Botulisme

Cara Mencegah Botulisme

Cara mencegah botulisme sebenarnya enggak sulit kok. Sebab, ada beberapa tips sederhana yang bisa kamu coba. Nah, berikut upaya-upaya untuk mencegah botulisme.

  • Hindari mengonsumi makanan dengan kemasan yang sudah rusak, makanan diawetkan yang sudah berbau, makanan yang disimpan pada suhu yang tidak sesuai, serta makanan kadaluarsa.

  • Bila ingin mengonsumsi makanan kaleng, cobalah masak dengan suhu di atas 100 derajat Celcius, selama 20–100 menit tergantung pada jenis makanannya.

  • Jangan berikan madu pada bayi berusia di bawah satu tahun, karena  madu mengandung spora bakteri Clostridium botulinum. Sirup jagung juga dilarang diberikan pada bayi di bawah satu tahun.

  • Jangan menggunakan narkotika dan obat-obatan terlarang, terutama heroin baik dengan cara dihirup maupun disuntik.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung ke dokter melalui

Kamu juga bisa lho mendiskusikan pendidikan seks anak dengan dokter melalui aplikasi  aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!