27 December 2018

Balita Sering Sentuh Kepala, Orangtua Waspada Otitis Media

Balita Sering Sentuh Kepala, Orangtua Waspada Otitis Media

Halodoc, Jakarta - Mendeteksi adanya gejala suatu penyakit pada orang dewasa bisa dibilang lebih mudah ketimbang pada balita. Sebab, balita terkadang belum mampu mengekspresikan atau mengutarakan apa yang mereka rasakan dengan baik, ketimbang orang dewasa. Namun, jika balita terlihat gelisah dan sering menyentuh kepala, orangtua perlu waspada. Bisa jadi itu tanda adanya penyakit otitis media.

Otitis media adalah infeksi pada telinga bagian tengah, tepatnya di ruang yang berada di belakang gendang telinga, yang memiliki 3 tulang kecil, yang berfungsi untuk menangkap getaran dan meneruskannya ke telinga bagian dalam. Infeksi ini dapat terjadi pada siapa saja, tetapi lebih umum terjadi pada anak-anak di bawah usia 10 tahun dan bayi usia 6-15 bulan.

Orangtua pun perlu mulai memberi perhatian lebih, jika Si Kecil menunjukkan tanda dan gejala berikut:

  • Sering menarik, menggenggam, dan menggaruk telinga.

  • Demam.

  • Tidak mau makan.

  • Mudah marah atau rewel.

  • Tidak bereaksi dengan suara lirih atau pelan.

  • Susah tidur di malam hari.

Disebabkan oleh Infeksi Virus atau Bakteri

Otitis media terjadi karena adanya infeksi, yang dapat disebabkan oleh virus atau pun bakteri. Kondisi ini kemudian menyebabkan terjadinya penimbunan mukosa atau lendir pada telinga tengah dan mengganggu fungsi penyampaian suara ke telinga bagian dalam. Pada anak-anak, tuba eustachius, atau saluran yang berfungsi untuk menyalurkan udara ke dalam telinga bagian tengah lebih sempit dibandingkan pada orang dewasa. Itulah mengapa anak-anak lebih rentan terkena otitis media, ketimbang orang dewasa.

Penanganan yang Dapat Dilakukan

Sebagian besar kasus otitis media tidak memerlukan penanganan medis khusus, karena dapat pulih dengan sendirinya dalam beberapa hari. Namun, penanganan medis dibutuhkan apabila pengidap otitis media mengalami kondisi-kondisi berikut:

  • Mengalami gejala yang tidak membaik dalam waktu tiga hari.

  • Merasakan nyeri hebat pada bagian telinga.

  • Mengeluarkan nanah atau cairan dari telinga.

  • Memiliki kondisi bawaan, seperti cystic fibrosis atau penyakit jantung bawaan, yang membuat risiko terjadinya komplikasi meningkat.

Lebih lanjut, langkah penanganan terhadap otitis media dilakukan untuk meredakan rasa sakit dan demam yang mungkin dialami. Sementara itu, jika otitis media yang terjadi disebabkan oleh bakteri, dokter biasanya akan memberikan antibiotik, terutama jika gejala yang muncul berkelanjutan atau cukup parah.

Cegah Otitis Media dengan Cara-Cara Berikut

Ibarat pepatah ‘lebih baik mencegah, daripada mengobati’, untuk otitis media pun demikian. Berikut beberapa cara pencegahan yang dapat dilakukan untuk menghindarkan Si Kecil dari risiko otitis media.  

  • Jauhkan anak-anak dari lingkungan yang penuh asap atau berada di lingkungan perokok.

  • Lengkapi vaksinasi pada anak-anak sesuai jadwal, terutama vaksin pneumokokus dan vaksin DTP/IPV/Hib.

  • Utamakan pemberian ASI, bukan susu formula.

  • Menghindari kontak langsung dengan anak-anak yang sedang sakit atau terserang infeksi.

  • Jangan memberi makan pada anak saat mereka berbaring.

  • Setelah anak berusia 6-12 bulan, jangan memberikan dot pada mereka.

Itulah sedikit penjelasan tentang otitis media, yang rentan terjadi pada balita dan anak-anak. Jika kamu membutuhkan informasi lebih lanjut soal hal ini atau gangguan kesehatan lainnya, jangan ragu untuk mendiskusikannya dengan dokter pada aplikasi Halodoc, lewat fitur Contact Doctor, ya. Mudah kok, diskusi dengan dokter spesialis yang kamu inginkan pun dapat dilakukan melalui Chat atau Voice/Video Call. Dapatkan juga kemudahan membeli obat menggunakan aplikasi Halodoc, kapan dan di mana saja, obatmu akan langsung diantar ke rumah dalam waktu satu jam. Yuk, download sekarang di Apps Store atau Google Play Store!

Baca juga: