19 October 2018

Banyak Dijual, Amankah Konsumsi Obat Pelangsing?

Banyak Dijual, Amankah Konsumsi Obat Pelangsing?

Halodoc, Jakarta – Mengonsumsi obat pelangsing sering dijadikan pilihan untuk mendapatkan berat badan ideal. Banyaknya permintaan akan produk ini, membuat obat pelangsing semakin banyak dijual dan mudah ditemui di pasaran. Namun, amankah konsumsi obat pelangsing untuk menurunkan berat badan?

Setiap manusia memiliki proses metabolisme dan pencernaan yang berbeda-beda. Hal itu yang membuat hasil diet dan berolahraga bisa berbeda-beda antara satu orang dengan yang lainnya. Meski sudah menjalankan diet dan berolahraga, tapi ada kemungkinan penurunan berat badan pada seseorang tidak terjadi dengan maksimal. Nah, pada saat seperti itulah obat pelangsing sering menjadi pilihan.

Obat pelangsing biasanya baru bisa bekerja dengan baik jika dipadukan dengan gaya hidup sehat. Selain agar lebih efektif dalam menurunkan berat badan, konsumsi obat pelangsing yang tidak dibarengi dengan gaya hidup sehat malah bisa memicu risiko. Misalnya, berat badan naik kembali setelah konsumsi obat dihentikan. Memutuskan untuk mengonsumsi obat pelangsing juga sebaiknya tidak dilakukan dengan sembarangan.

Pasalnya, ada banyak jenis obat pelangsing yang kemungkinan mengandung bahan berbahaya yang bisa berdampak bagi tubuh. Pada tingkat yang lebih parah, salah memilih obat pelangsing bisa memicu berbagai masalah kesehatan dan meningkatkan risiko serangan jantung, hingga stroke. Untuk menghindari hal tersebut, pastikan untuk selalu memastikan kandungan yang ada dalam obat pelangsing dan cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu sebelum memutuskan mengonsumsi obat ini.

Mengenali Kandungan dalam Obat Pelangsing

Nyatanya ada jenis obat pelangsing yang dijual bebas maupun diresepkan oleh dokter. Tapi perlu diingat, kandungan dalam obat merupakan faktor utama yang bekerja dalam menurunkan berat badan. Mengenali kandungan dalam obat pelangsing bisa membantu dalam memilih jenis produk yang digunakan, tentu saja dengan lebih aman.

Salah satu cara menilai bahwa obat pelangsing aman adalah mengetahui bahwa produk tersebut terdaftar di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kemudian, perhatikan juga kandungan apa yang ada dengan memeriksa label atau keterangan yang terdapat di kemasan obat. Agar lebih jelas, ketahui apa saja bahan yang sering ada dalam obat pelangsing dan efek samping yang mungkin ditimbulkan sehingga kita bisa tahu dampak obat pelangsing yang mungkin saja tidak baik untuk kesehatan.

1. Orlistat

Zat yang satu ini bekerja dengan cara mengurangi kadar lemak yang diserap oleh tubuh. Tapi hati-hati, ada sejumlah efek samping yang sering dimunculkan dari bahan ini, yakni berat badan kembali naik jika pola hidup sehat tak diterapkan. Penggunaan obat pelangsing yang mengandung orlistat juga bisa memicu kram perut, sering buang air besar, dan buang gas berlebih.

2. Phentermine

Obat pelangsing yang mengandung phentermine biasanya bekerja dengan cara menurunkan nafsu makan. Alhasil, orang yang mengonsumsinya cenderung tidak banyak makan dan hal ini diyakini bisa membantu menurunkan berat badan. Hanya saja, jenis obat yang satu ini juga bisa menimbulkan efek samping, seperti diare, konstipasi, muntah, insomnia, nyeri dada hingga sulit bernapas. Jenis obat yang satu ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil dan menyusui serta orang yang memiliki riwayat stroke dan tekanan darah tinggi.

3. Qsymia

Kandungan ini merupakan kombinasi dari phentermine dan topiramate. Obat pelangsing yang mengandung qsymia juga bekerja dengan cara mengurangi nafsu makan. Jenis obat yang satu ini tidak dianjurkan untuk dikonsumsi ibu hamil atau wanita yang sedang merencanakan kehamilan.

Agar lebih aman, cari tahu dan bicarakan soal obat pelangsing kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa mendapatkan saran dan rekomendasi dari dokter terpercaya. Dokter bisa dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: