Batu Empedu Tingkatkan Risiko Sakit Kuning

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Batu Empedu Tingkatkan Risiko Sakit Kuning

Halodoc, Jakarta – Batu empedu adalah batuan kecil yang terbentuk dari kandungan kolesterol yang cukup tinggi dalam darah. Kondisi ini menyebabkan batu empedu dapat terbentuk pada saluran empedu manusia. Ukuran batu empedu bermacam-macam. Ada yang sangat kecil menyerupai pasir hingga yang cukup besar biasanya memiliki ukuran seperti bola pingpong.

Baca juga: Batu Empedu Tidak Diobati, Ini Dampaknya pada Tubuh

Awalnya, kondisi batu empedu tidak akan menimbulkan gejala apapun. Biasanya, kondisi batu empedu baru terdeteksi ketika batu empedu sudah menyumbat saluran empedu yang akan menyebabkan nyeri pada pengidap batu empedu. Nyeri ini biasa dikenal sebagai nyeri kolik yang dapat bertahan selama beberapa jam.

Batu Empedu dapat Meningkatkan Risiko Sakit Kuning?

Penyebab utamanya adalah kandungan kolesterol yang membeku atau mengeras karena tertimbun dalam cairan empedu. Kondisi ini terjadi akibat tidak adanya keseimbangan antara jumlah kolesterol dan senyawa kimia dalam cairan tersebut. Selain itu, ada beberapa faktor lain yang menyebabkan seseorang akan mengalami penyakit batu empedu:

1. Faktor Usia

Setiap orang memiliki risiko untuk mengalami penyakit batu empedu seiring berjalannya usia. Namun umumnya, kondisi ini dialami oleh seseorang yang memiliki usia di atas 40 tahun.

2. Jenis Kelamin

Wanita lebih rentan mengalami batu empedu dibandingkan pria. Penyebabnya adalah meningkatnya kadar kolesterol akibat adanya perubahan hormon estrogen ketika memasuki masa kehamilan.

3. Pengaruh Berat Badan

Ketika kamu mengalami peningkatan berat badan secara drastis, maka kamu lebih berisiko mengalami batu empedu.

4. Terdapat Kolesterol pada Kantong Empedu

Kantong empedu nyatanya berisi kandungan yang dapat memecah kolesterol yang dikeluarkan oleh hati. Jika hati mengeluarkan kolesterol lebih banyak dari yang dapat dipecahkan oleh kantong empedu, kolesterol yang tidak dapat dipecah akan berubah menjadi batu empedu.

Baca juga: Takut Terserang Batu Empedu? Begini Tips Mencegahnya

Lalu apakah penyakit batu empedu meningkatkan risiko sakit kuning? Pengidap batu empedu mengalami beberapa gejala seperti nyeri hebat pada bagian perut, demam menggigil, penurunan nafsu makan hingga sakit kuning.

Cairan empedu yang mengandung bilirubin berlebihan juga dapat menyebabkan seseorang memiliki penyakit batu empedu. Bilirubin memiliki fungsi sebagai pemecah sel darah merah. Beberapa penyakit disebabkan karena hati memproduksi bilirubin secara berlebihan, salah satunya adalah kondisi batu empedu.

Pengobatan untuk Batu Empedu

Batu empedu yang memiliki ukuran kecil nyatanya tidak akan menimbulkan gejala apapun bahkan tidak memerlukan pengobatan. Jika batu empedu sudah besar dan mengganggu aktivitas, sebaiknya lakukan pengobatan agar kondisi ini tidak mengganggu kesehatan dan menyebabkan komplikasi.

Batu empedu dapat diobati dengan konsumsi beberapa obat-obatan hingga operasi pengangkatan kantong empedu. Ya, meskipun organ empedu memiliki fungsi yang cukup banyak bagi kesehatan, namun nyatanya tubuh dapat bertahan tanpa adanya kantong empedu. Tanpa adanya kantong empedu, hati yang mengeluarkan cairan empedu untuk pencernaan lemak.

Sebaiknya, selalu periksakan kondisi kesehatan jika kamu merasakan beberapa gejala dari penyakit batu empedu. Penanganan lebih dini membuat penyakit batu empedu lebih mudah diatasi dan menghindarkan diri dari komplikasi seperti sakit kuning, demam tinggi, pankreatitis akut, dan gangguan pada denyut jantung.

Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Idap Batu Empedu, Hindari 5 Makanan Ini