• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Idap Kernikterus, Kenali 7 Gejalanya

Bayi Idap Kernikterus, Kenali 7 Gejalanya

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Si Kecil yang baru lahir mengalami penyakit kuning? Penyakit kuning pada bayi baru lahir atau newborn jaundice sebenarnya sangat umum terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh kadar bilirubin di dalam tubuh bayi yang sangat tinggi. Pada kebanyakan kasus, penyakit kuning pada bayi baru lahir bisa menghilang dengan sendirinya. Namun, ada baiknya ibu tetap memantau kondisi Si Kecil. Pasalnya, bayi dengan penyakit kuning berisiko tinggi mengalami kernikterus. Yuk, kenali gejalanya di sini agar ibu bisa langsung segera meminta pertolongan medis di bawah ini.

Apa Itu Kernikterus?

Kernikterus adalah jenis kerusakan otak langka yang dapat terjadi pada bayi baru lahir dengan penyakit kuning. Kadar bilirubin dalam darah yang tinggi yang menjadi penyebab penyakit kuning bisa menumpuk pada otak bila tidak ditangani dengan baik. Kondisi ini sangat berbahaya karena dapat mengakibatkan bayi mengalami cedera pada otak atau lumpuh otak (cerebral palsy). Selain itu, kernikterus juga dapat menyebabkan masalah pada gigi, gangguan penglihatan dan pendengaran, serta keterbelakangan mental.

Baca juga: Bayi Kartika Putri Kena Penyakit Kuning, Ini Penyebabnya

Penyebab Kernikterus

Kernikterus disebabkan oleh kadar bilirubin dalam darah yang tinggi (hiperbilirubinemia). Bila kondisi ini tidak ditangani, maka bilirubin dapat menyebar sampai ke otak dan menyebabkan kerusakan otak permanen.

Bilirubin adalah limbah yang dihasilkan secara alami ketika tubuh mendaur ulang sel darah merah. Kadar bilirubin yang di atas normal wajar dialami oleh bayi yang baru lahir, karena tubuhnya masih beradaptasi untuk membuang bilirubin.

Bilirubin yang tinggi kemudian membuat tubuh menjadi kuning atau yang dikenal juga sebagai penyakit kuning. Diperkirakan ada sekitar 60 persen bayi yang mengalami penyakit kuning. Biasanya, penyakit kuning bisa sembuh dalam beberapa hari setelah mendapat penanganan. Namun, bila kadar bilirubin tetap terlalu tinggi dan tidak mendapatkan penanganan, maka penyakit kuning dapat memicu terjadinya kernikterus dan menyebabkan kerusakan otak.

Kernikterus umumnya terjadi pada bayi dan sangat jarang dialami oleh orang dewasa. Meski demikian, kadar bilirubin yang tinggi bisa dialami oleh orang dewasa. Kondisi tersebut dipicu oleh penyakit tertentu, seperti sindrom Gilbert, sindrom Crigler-Najjar, sindrom Dubin-Johnson, dan sindrom Rotor.

Baca juga: Sindrom Gilbert Bisa Sebabkan Penyakit Kuning Intra-Hepatik, Mitos atau Fakta

Gejala Penyakit Kuning dan Kernikterus yang Perlu Diketahui

Ketika bayi ibu mengalami sakit kuning, perubahan warna kulit menjadi kuning, biasanya akan terlihat di wajahnya terlebih dahulu. Ketika kadar bilirubin semakin tinggi, maka perubahan warna tersebut dapat menyebar ke seluruh tubuhnya, termasuk dada, perut, lengan, dan kaki. Gejala ini mungkin lebih sulit terlihat pada bayi dengan kulit lebih gelap. Namun, perubahan warna juga bisa muncul di bagian putih mata bayi.

Bila Si Kecil mengalami salah satu gejala penyakit kuning berikut ini, sebaiknya segera bawa ia ke dokter:

  • Perubahan warna kulit menjadi kuning atau oranye yang biasanya dimulai dari kepala.

  • Sulit bangun atau tidur sama sekali.

  • Tidak mau menyusu, baik dari payudara maupun dari botol.

  • Popok menjadi lebih jarang basah atau kotor dari biasanya.

Kebanyakan kasus penyakit kuning sebenarnya tidak memerlukan perawatan. Namun, bila kondisi tersebut dibiarkan terlalu lama, maka komplikasi dapat terjadi dan memicu kernikterus. Gejala kernikterus dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi:

  1. Menangis secara tidak terkendali.

  2. Mengantuk atau tidak berenergi.

  3. Demam.

  4. Sulit makan.

  5. Lemas atau tubuh terasa kaku.

  6. Gerakan mata yang tidak biasa.

  7. Kejang otot.

Gejala kernikterus juga dapat berkembang ketika seorang anak bertambah usia, yaitu:

  • Kejang.

  • Perkembangan dan pergerakan motorik yang tidak biasa.

  • Kejang otot atau menggeliat.

  • Masalah pendengaran dan sensorik lainnya.

  • Tidak mampu menatap ke atas.

  • Enamel gigi bernoda.

Dengan mengetahui gejala kernikterus di atas, ibu dapat langsung segera membawa Si Kecil ke dokter bilamana ia mengalami salah satu dari gejala di atas. Kernikterus yang terdeteksi lebih awal memungkinkan pengobatan dilakukan sedini mungkin, sehingga bayi dapat dicegah dari komplikasi.

Baca juga: Bagaimanakah Cara Mencegah Kernikterus?

Untuk melakukan pemeriksaan, ibu juga bisa langsung buat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan ibu melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play sebagai teman penolong untuk menjaga kesehatan ibu sekeluarga.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Kernicterus?