• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bayi Lakukan Echocardiografi, Perhatikan 3 Hal Ini

Bayi Lakukan Echocardiografi, Perhatikan 3 Hal Ini

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Echocardiografi merupakan pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan gelombang suara untuk memvisualisasikan struktur dan aliran darah dalam organ jantung. Echocardiografi bukanlah prosedur yang menyakitkan, dan kerap kali digunakan guna membantu dokter memantau kondisi jantung, serta fungsinya. 

Saat prosedur dilakukan, dokter akan memasangkan elektroda ke beberapa bagian tubuh, yang telah tersambung pada electrocardiograph. Elektroda sendiri akan dipasang pada bagian dada, kaki, serta lengan. Pemeriksaan ini juga dilakukan dengan transduser yang diletakkan di atas dada guna menyalurkan gelombang suara berfrekuensi tinggi.

Gelombang tersebut kemudian menangkap struktur organ jantung, yang akan diterjemahkan menjadi gambar jantung dan katup jantung pada layar. Apakah pemeriksaan ini dapat dilakukan pada bayi? Jika iya, hal-hal apa saja yang perlu diperhatikan sebelum prosedur dimulai?

Baca juga: Jenis-Jenis Echocardiografi yang Perlu Diketahui

Perhatikan Hal Ini Sebelum Melakukan Echocardiografi pada Bayi

Prosedur echocardiografi diperlukan dalam beberapa kondisi, seperti mengetahui fungsi jantung secara keseluruhan, memastikan seseorang tidak mengalami penyakit jantung, memantau perkembangan kelainan katup jantung, serta memantau efektivitas operasi atau pengobatan yang dilakukan. Berikut hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum melakukan echocardiografi pada bayi:

  1. Tenaga medis terkait akan menjelaskan prosedur echocardiografi pada wali atau ibu.

  2. Jika anak tengah mengonsumsi obat-obatan, beritahu sejujurnya.

  3. Jangan mengoleskan minyak, atau losion pada dada bayi sebelum echocardiografi dilakukan.

Selebihnya tentang prosedur echocardiografi dapat ibu tanyakan langsung dengan dokter ahli di aplikasi Halodoc. Tanyakan dengan sejelas mungkin mengenai tahapan apa saja yang akan dilalui oleh anak, serta kemungkinan terjadinya komplikasi setelah prosedur dilakukan. Hal-hal tersebut perlu ibu ketahui guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan selama dan setelah prosedur berlangsung.

Baca juga: Hal yang Dilakukan Sesudah Pemeriksaan Echocardiografi

Waktu yang Tepat Melakukan Prosedur Echocardiografi

Menemukan adanya kelainan jantung bawaan saat bayi belum lahir merupakan tujuan utama prosedur echocardiografi dilakukan. Dengan mengetahui lebih awal adanya kelainan tersebut, tim medis atau keluarga dapat mempersiapkan kelahiran, serta kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Jadi, akan lebih baik jika echocardiografi dilakukan saat bayi masih berada dalam kandungan.

Echocardiografi merupakan prosedur yang dilakukan oleh dokter spesialis jantung anak atau dokter kebidanan sub spesialis fetomaternal, yang biasanya dilakukan saat kehamilan menginjak usia 18-24 minggu. Pemeriksaan ini biasanya dilakukan dengan transduser yang diletakkan di atas perut ibu.

Selain itu, echocardiografi dapat dilakukan melalui vagina. Pemeriksaan ini dikenal dengan sebutan echocardiografi transvaginal, yang sudah dapat dilakukan sejak kandungan berusia 12 bulan. Entah echocardiografi atau tansvaginal, keduanya memiliki fungsi yang berbeda, ibu hanya perlu mendiskusikannya dengan tim medis terkait perihal pemeriksaan yang tepat dilakukan.

Baca juga: Apa Saja Syarat untuk Lakukan Echocardiografi?

Efek Samping yang Mungkin Saja Terjadi

Meskipun tergolong tindakan yang aman dan jarang menimbulkan risiko, bukan berarti echocardiografi tidak memiliki efek samping. Beberapa efek samping yang mungkin terjadi, yaitu rasa tidak nyaman, rasa perih, sakit tenggorokan, mual, pusing, nyeri dada, serta reaksi alergi ringan. Pada bayi, mereka akan lebih rewel dari biasanya karena rasa tidak nyaman yang dirasakan.

Rasa kurang nyaman atau nyeri biasanya terjadi karena peserta pemeriksaan echocardiografi berbaring dalam satu posisi yang sama selama pemeriksaan berlangsung. Sedangkan efek samping lain yang mungkin saja terjadi akan tergantung pada kondisi kesehatan masing-masing peserta. 

Referensi:

Kids Health. Diakses pada 2020. Echocardiogram.

About Kids Health. Diakses pada 2020. Echocardiogram.

URMC. Diakses pada 2020. Echocardiography for Children.