Bayi Susah BAB, Ini Cara Menangani yang Tepat

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Bayi Susah BAB, Ini Cara Menangani yang Tepat

Halodoc, Jakarta – Susah buang air besar (BAB) alias sembelit adalah kondisi yang bisa menyerang siapa saja, termasuk bayi. Sembelit pada bayi sebenarnya adalah hal yang umum, tetapi kondisi ini tidak boleh dianggap sepele sama sekali. Susah buang air besar pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk mengatasi kondisi ini, penting untuk terlebih dahulu mengetahui apa yang menjadi penyebab sembelit. 

Tanda bayi mengalami sembelit adalah tidak buang air besar selama 3 hari berturut-turut atau tidak BAB minimal tiga kali dalam seminggu. Selain itu, sembelit juga bisa ditandai dengan tinja yang sulit keluar dan keras. Sembelit pada bayi bisa disebabkan oleh beberapa faktor, seperti baru dikenalkan pada makanan padat, bayi dehidrasi atau kurang cairan dalam tubuh, konsumsi susu formula, hingga gangguan kesehatan tertentu. 

Baca juga: 10 Penyebab Bayi Sembelit

Cara Mengatasi Susah Buang Air Besar pada Bayi 

Sembelit bisa menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan menjadi lebih rewel. Maka dari itu, ibu harus segera membantu mengatasi gangguan pencernaan tersebut. Mengatasi sembelit pada bayi dilakukan sesuai dengan kondisi tubuh dan usianya. Berbeda dengan orang dewasa, tubuh bayi masih mengalami perkembangan dan mungkin belum bisa menerima jenis makanan atau pengobatan tertentu.

Susah BAB pada bayi yang masih berusia di bawah 12 bulan dilakukan dengan mengubah atau menghentikan asupan makanan tertentu, termasuk susu formula. Pada usia tersebut, bayi biasanya baru dikenalkan pada makanan pendamping ASI (MPASI). Cobalah untuk memilih jenis makanan yang kaya akan kandungan serat untuk membantu melancarkan pencernaan Si Kecil.

Pada usia ini, mengatasi susah BAB juga bisa dilakukan dengan menggunakan pelembut tinja, sesuai dengan anjuran dokter. Pelembut tinja ini bertujuan untuk membantu mengeluarkan feses. Campurkan pelembut ke dalam susu bayi, dan berikan setidaknya tiga kali dalam satu hari. Penanganan sembelit akan berbeda pada bayi yang berusia di atas 1 tahun. 

Baca juga: Kenali Hirschsprung, Kondisi yang Sebabkan Bayi Sulit BAB

Pada bayi yang berusia 1–2 tahun, penanganan bisa dilakukan dengan terapi duduk di toilet. Minta anak untuk duduk di toilet, meski tidak merasa ingin buang air besar. Duduk di toilet diharap bisa membantu merangsang keinginan untuk buang air besar, sehingga sembelit pada bayi bisa diatasi. Selain itu, memberi anak asupan yang tinggi kandungan serta juga bisa membantu mengatasi sembelit. 

Ibu bisa memilih makanan yang kaya akan kandungan serat untuk dijadikan menu MPASI bayi, seperti sayuran dan buah-buahan. Asupan serat juga bisa didapat dari gandum dan susu yang tinggi kandungan serat. Ibu juga bisa melakukan tes untuk mengetahui apakah sembelit disebabkan oleh konsumsi susu formula atau tidak. Hentikan sementara konsumsi susu formula, jika siklus buang air besar anak menjadi lebih lancar, bisa jadi itu adalah tanda anak tidak cocok dengan kandungan susu. 

Jika sembelit pada bayi tidak kunjung membaik dan malah menjadi lebih parah, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Hal itu penting dilakukan untuk mencegah kondisi bayi menjadi lebih buruk dan mengetahui penyebab pasti anak mengalami susah buang air besar. 

Baca juga: Cara Atasi Susah BAB Pada Ibu Hamil

Cari tahu lebih lanjut seputar susah buang air besar pada bayi dengan bertanya ke dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi: 
Baby Centre UK (2019). Constipation.
WebMD (2019). Your Baby's Bowels and Constipation.