Bayi Susah BAB? 4 Hal ini Bisa Jadi Penyebabnya

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Bayi Susah BAB? 4 Hal ini Bisa Jadi Penyebabnya

Halodoc, Jakarta – Berbagai masalah kesehatan pada bayi tidak bisa dianggap remeh, karena dapat berakibat buruk bagi perkembangannya secara keseluruhan. Tak terkecuali ketika bayi susah BAB. Orangtua perlu tahu apa penyebabnya dan cara mengatasinya segera.

Berikut ini beberapa kemungkinan penyebab dari bayi susah BAB:

1. Dehidrasi

Kebutuhan cairan didapatkan bayi dari minuman dan makanan yang ia konsumsi, termasuk ASI. Namun, pada beberapa kondisi, seperti saat tumbuh gigi, sariawan, atau demam, kebutuhan cairan bayi akan meningkat. Jika orangtua tidak memberikannya asupan cairan yang cukup, bayi bisa mengalami dehidrasi, yang juga menyebabkan kotoran menjadi keras dan sulit dikeluarkan.

Baca juga: Ciri BAB Normal Pada Anak untuk Ketahui Kondisi Kesehatannya

2. Pemberian Susu Formula

Dibandingkan bayi yang hanya mengonsumsi ASI, bayi yang diberi susu formula lebih rentan mengalami susah BAB. Hal ini karena kandungan protein dalam susu formula lebih sulit dicerna. Jika bayi mengalami susah BAB, coba konsultasikan dengan dokter anak di aplikasi Halodoc lewat Chat atau Voice/Video Call, terkait susu formula yang dikonsumsi.

Sebab, bisa jadi konstipasi yang dialami Si Kecil diakibatkan oleh jenis susu formula, seperti ketika baru saja beralih dari ASI ke susu formula, atau baru mengganti merek susu formula yang biasa diberikan. Selain lewat Chat atau Voice/Video Call, kamu juga bisa bawa bayi ke rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan langsung, dengan membuat janji terlebih dahulu di aplikasi Halodoc.

Baca juga: Tips untuk Mencegah Sembelit

3. Baru Mengonsumsi Makanan Padat

Memasuki usia 6 bulan, bayi biasanya akan mulai diperkenalkan dengan berbagai makanan pendamping ASI (MPASI). Peralihan dari cairan ke makanan yang lebih padat ini kerap membuat pencernaan bayi “kaget”, sehingga ia mengalami susah BAB. 

Masa peralihan ini memang cukup rentan membuat bayi susah BAB. Terlebih jika orangtua hanya memberikan makanan padat, seperti nasi atau roti. Sebaiknya, imbangi asupan MPASI bayi dengan berbagai makanan kaya serat seperti sayur dan buah-buahan, untuk meminimalisasi terjadinya konstipasi pada bayi.

4. Gangguan Kesehatan Tertentu

Meski cukup jarang terjadi, bayi susah BAB juga dapat disebabkan oleh gangguan kesehatan tertentu, seperti hipotiroid, alergi makanan, dan gangguan pencernaan dari lahir. Jika Si Kecil cukup sering mengalami susah buang air besar, atau disertai gejala lainnya, sebaiknya periksakan lebih lanjut kondisinya ke dokter.

Baca juga:Ini Menu MPASI untuk Mencegah Sembelit pada Bayi

Penanganan Awal untuk Mengatasi Bayi Susah BAB

Ketika bayi mengalami susah BAB, sebaiknya orangtua jangan panik. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai penanganan awal, jika bayi mengalami susah BAB, yaitu:

  • Buat anak jadi aktif. Agar feses yang terjebak di perut Si Kecil terdorong, ajaklah ia untuk bergerak lebih aktif. Jika sudah bisa merangkak, buatlah ia merangkak lebih sering dari biasanya. Jika belum bisa merangkak, cobalah menggerak-gerakkan kakinya seperti sedang mengayuh sepeda.

  • Memijat perut. Secara lembut dan perlahan, pijatlah perut bagian bawah bayi, tepatnya sekitar 3 jari dari pusar. Arahkan pijatan secara melingkar, dari tengah ke luar, dan pastikan Si Kecil relaks dan tidak kesakitan saat melakukannya.

  • Mandikan dengan air hangat. Memandikan Si Kecil dengan air hangat dapat membuatnya lebih relaks, dan saluran pencernaannya pun lebih lancar. 

  • Cukupi kebutuhan cairan bayi. Penting untuk memastikan kebutuhan cairan tubuh Si Kecil tercukupi. Sebab bisa saja penyebab bayi susah BAB adalah dehidrasi. 

Referensi:
Baby Center. Diakses pada 2019. Constipation in Babies.
WebMD. Diakses pada 2019. Your Baby's Bowels and Constipation.