Hampir Mirip, Apa Bedanya Gejala Tifus dan DBD?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Hampir Mirip, Apa Bedanya Gejala Tifus dan DBD?

Halodoc, Jakarta - Ada sebagian penyakit yang gejalanya mirip dengan penyakit lainnya. Kondisi inilah yang kadang membuat seseorang kebingungan untuk mengenali penyakitnya. Nah, tifus dan demam dengue atau demam berdarah dengue (DBD) merupakan penyakit yang sedikit banyak memiliki kesamaan gejala. Lalu, apa beda gejala tifus dan DBD?

Nah, inilah sebabnya banyak orang yang keliru ketika mengenali kedua penyakit ini. Diagnosis sebenarnya baru diketahui ketika berkunjung ke dokter. 

Kedua penyakit ini biasanya menimbulkan gejala demam tinggi selama berhari-hari. Gejala tifus dan demam berdarah juga sering kali membuat badan terasa lemas. Nah, meski gejala demam berdarah dan tifus memang terlihat mirip, tapi kita tetap bisa kok untuk membedakan kedua penyakit tersebut. 

1. Demam Tifus Naik-Turun

Demam pada pengidap tifus biasanya cenderung naik turun dan berpola waktunya. Misalnya, demam tinggi di malam hari dan akan turun pada pagi harinya. Sedangkan demam dengue atau DBD beda lain, demam tinggi bisa berlangsung sepanjang hari. 

Baca juga: Yang Terjadi Jika Orang Dewasa Terkena Tifus

2. Sakit pada Bagian Perut

Gejala tifus dan DBD yang hampir sama adalah rasa sakit pada bagian perut. Pengidap tifus akan merasakan gejala tidak enak pada bagian perut, tapi tak sampai menimbulkan nyeri hebat. Sementara itu, pengidap demam berdarah biasanya juga akan mengalami gejala berupa nyeri pada ulu hati. Rasanya cukup khas, tak seperti mag.

3. Bukan Penyakit Musiman

Penyakit tifus bukanlah penyakit musiman. Penyakit ini bisa mengintai sepanjang tahun bila tidak menjaga kebersihan lingkungan dengan baik. Sedangkan demam berdarah lain lagi ceritanya. Dalam kebanyakan kasus, demam berdarah merupakan penyakit musiman. Kasusnya akan meningkat saat musim penghujan, di mana lingkungan yang lembap jadi tempat yang tepat untuk nyamuk berkembang biak.

4. Tak Menyebabkan Syok

Pengidap tifus tak akan mengalami syok bila belum terjadi komplikasi. Sedangkan pengidap demam berdarah bisa mengalami shock, bahkan terbilang sering terjadi. 

5. Bintik Merah yang Berbeda

Kulit pengidap demam berdarah akan muncul bintik merah yang terjadi akibat pendarahan. Ketika ditekan, bintik ini tak akan pudar. Selain itu, pengidap demam berdarah biasanya akan mengalami mimisan dan perdarahan ringan pada gusi. Sedangkan gejala tifus, bintik merah bukan disebabkan pendarahan, melainkan akibat infeksi dari bakteri salmonella.

Baca juga: 3 Fase Demam Berdarah yang Wajib Kamu Ketahui

6. Demam Berdarah Menimbulkan Nyeri

Pengidap demam berdarah akan mengalami nyeri sendi, otot, dan tulang. Nyerinya akan terasa setelah demam muncul. Enggak cuma itu, demam berdarah juga bisa menyebabkan pengidapnya sakit kepala parah, mual, dan muntah. Sementara gejala tifus berkaitan dengan saluran pencernaan. Oleh sebab itu, gejala demam pada pengidap tifus pasti disertai dengan gejala sakit di saluran cerna. Contohnya, sakit perut, diare, ataupun sembelit. 

7. Komplikasinya Berbeda

Komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pengidap demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah yang bisa menyebabkan perdarahan. Kata ahli, kondisi ini bisa menyebabkan kegagalan sistem organ dalam yang berujung kematian. Sedangkan komplikasi tifus, bisa menyebabkan usus berulubang (perforasi usus) kondisi ini bisa membuat isi usus bocor ke rongga perut dan menimbulkan infeksi.

Segera hubungi dokter apabila merasakan gejala-gejala di atas. Penanganan yang tepat dapat meminimalkan dampak, sehingga pengobatan bisa lebih cepat dilakukan. Untuk melakukan pemeriksaan, kamu bisa langsung membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihan kamu di sini. Mudah, kan? Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play! Mudah, kan?