Beda Penyebab Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Beda Penyebab Batuk Berdahak dan Batuk Kering

Halodoc, Jakarta – Batuk merupakan salah satu reaksi tubuh yang terjadi saat ada benda asing masuk ke dalam sistem pernapasan. Umumnya, batuk akan muncul saat debu, polusi, atau zat pemicu alergi alias alergen memasuki sistem pernapasan. Saat hal itu terjadi, otak akan mengirim sinyal melalui saraf tulang belakang yang kemudian sampai ke otot-otot di dada dan perut.

Setelah mendapat sinyal yang diberikan otak, otot-otot tersebut akan berkontraksi. Hal itu kemudian menyebabkan udara menyembur melalui sistem pernapasan, lalu mendorong keluar benda asing yang masuk. Selain sebagai respon tubuh, batuk juga bisa menjadi gejala dari penyakit tertentu. Pada dasarnya, batuk dibagi menjadi dua jenis, yaitu batuk berdahak dan batuk tidak berdahak.

Batuk berdahak adalah kondisi yang menyebabkan tubuh menghasilkan banyak lendir atau dahak pada saluran pernapasan, yang kemudian keluar dari tubuh saat batuk terjadi. Sementara batuk tidak berdahak adalah batuk yang tak mengeluarkan dahak. Selain itu, penyebab dari kedua jenis batuk ini pun berbeda. Yuk simak penjelasan beda penyebab batuk berdahak dan batuk kering berikut!

Baca juga: 7 Jenis Batuk yang Perlu Diketahui

Penyebab Batuk Berdahak

Penyebab batuk berdahak paling umum adalah infeksi virus atau bakteri, misalnya saat saluran pernapasan terinfeksi virus flu. Pada saat itu, tubuh akan memproduksi lebih banyak lendir untuk menjebak dan mengeluarkan organisme penyebab infeksi. Tubuh menghasilkan reaksi batuk untuk mengeluarkan lendir tersebut dan membuat saluran pernapasan lebih lega.

Maka dari itu, sangat disarankan untuk tidak menelan dahak yang muncul saat batuk. Sebab, menelan dahak pada batuk malah bisa menghambat proses penyembuhan. Saat batuk berdahak terjadi, usahakanlah untuk mengeluarkan dahak tersebut dari saluran pernapasan.

Batuk berdahak juga bisa menjadi gejala dari beberapa jenis penyakit, seperti pneumonia, bronkitis, asma, serta penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Namun, tidak semua batuk berdahak pasti merupakan gejala penyakit. Segera lakukan pemeriksaan jika batuk yang terjadi tak kunjung sembuh dan malah bertambah parah.

Baca juga: Menghilangkan Batuk Berdahak

Penyebab Batuk Kering

Batuk kering juga dikenal dengan istilah batuk tidak berdahak, karena tidak menyebabkan tubuh menghasilkan dahak atau lendir pada saluran pernapasan. Namun, jenis batu yang satu ini sering kali berlangsung dalam jangka waktu yang lama, serta berisiko menyebabkan iritasi di saluran pernapasan. Umumnya, batuk kering akan semakin menjadi dan bertambah parah di malam hari, sehingga mengganggu kualitas tidur pengidapnya.

Batuk ini umumnya terjadi sebagai reaksi dari rasa gatal yang muncul di tenggorokan. Maka dari itu, salah satu cara mengatasi serangan batuk kering di malam hari adalah dengan mengonsumsi segelas air hangat. Ini bertujuan untuk melegakan tenggorokan dan mengurangi rasa gatal yang terjadi. Batuk kering juga bisa menjadi tanda dari penyakit-penyakit tertentu.

Beberapa jenis penyakit yang memiliki gejala batuk kering alias batuk tidak berdahak, yaitu alergi, asma, infeksi virus, hingga naiknya asam lambung. Segera lakukan pemeriksaan ke dokter jika gejala batuk semakin buruk, bahkan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Sebab, bisa jadi batuk yang terjadi merupakan tanda dari tubuh bahwa ada yang tidak beres.

Baca juga: 4 Tanda Batuk yang Berbahaya pada Anak

Atau jika ragu, kamu bisa bertanya ke dokter seputar gejala batuk yang muncul melalui aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar batuk berdahak dan batuk kering, serta masalah kesehatan lain dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!