Ini Bedanya Pemeriksaan Bakteriologi dan Mikrobiologi

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Ini Bedanya Pemeriksaan Bakteriologi dan Mikrobiologi

Halodoc, Jakarta – Pemeriksaan mikrobiologi dilakukan untuk menelaah spesimen cairan tubuh untuk mikroorganisme, serta menganalisis sampel cairan untuk menentukan bagaimana pasien bereaksi terhadap perawatan. Ahli mikrobiologi menggunakan bahan kimia, mesin, mikroorganisme lain, dan bahan lain untuk menyelesaikan analisis cairan tubuh dan menentukan keberadaan bakteri, virus, serta obat-obatan yang dapat digunakan dokter dan tenaga medis untuk mendiagnosis kondisi dan penyakit.

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui Tentang Bakteri dan Bakteriologi

Sebelum melakukan tes mikrobiologi, ahli medis harus mengetahui kebutuhan, tujuan, dan harapan utama yang mendasari tes, kepastian yang diprediksi untuk mengidentifikasi masalah, dan kemungkinan hasil yang mungkin keluar dari tes. Dengan demikian, ini akan membantu memahami prosedur pengambilan sampel yang akan dilakukan, jenis sampel yang akan dikumpulkan, metode pengujian khusus yang akan digunakan, serta tindakan yang tepat untuk diambil sebelum dan setelah hasil pengujian diperoleh.

Pemeriksaan mikrobiologi medis memfokuskan diri pada deteksi, identifikasi, dan isolasi mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur yang dapat menyebabkan penyakit. Ini dilakukan untuk mendiagnosis penyakit, misalnya meningitis dan TBC serta membantu mencegah penyebaran penyakit dengan mengidentifikasi, mengandung, dan mengobati penyakit dalam tubuh manusia.

Bakteriologi Vs Mikrobiologi

Penyakit menular tetap menjadi penyebab kematian paling umum di negara berkembang dan masalah kesehatan masyarakat yang sangat besar di negara maju. Layanan kesehatan dihadapkan dengan tantangan yang signifikan dalam hal diagnosis dan pengobatan penyakit menular.

Baca juga: 4 Jenis Tes Mikrobiologi Sesuai dengan Jenis Penyakitnya

Penggunaan efektif berbagai solusi diagnostik dapat secara signifikan meningkatkan deteksi dan pengendalian penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Prosedur laboratorium harus memastikan bahwa informasi yang diperoleh dari tes diagnostik dapat diandalkan dan disampaikan tepat waktu. Untuk itulah kerap dilakukan pemeriksaan bakteriologi.

Berbicara tentang perbedaan bakteriologi dan mikrobiologi, mikrobiologi adalah ilmu yang sangat beragam yang mencakup semua jenis organisme yang ada pada tingkat mikron (atau lebih kecil), ditambah yang memiliki tahapan kehidupan yang terjadi pada skala ukuran yang sama. Ini termasuk virus, prion, viroid, bakteri, archaea, protozoa, jamur, ganggang, jamur lendir, dan lainnya. Sedangkan bakteriologi adalah studi tentang bakteri saja.

Baca juga: Kebiasaan yang Ternyata Dapat Menyebabkan Vaginosis Bakterialis

Pemeriksaan bakteriologi mencakup area yang spesifik, di mana terkait dengan jenis bakteri, efek yang mungkin terjadi pada manusia, manfaat, dan implikasinya. Walaupun begitu, bakteriologi adalah bagian dari mikrobiologi. Semua bakteri adalah mikroba. Tapi, tidak semua mikroba adalah bakteri.

Pemeriksaan mikrobiologi juga kerap dilakukan untuk sistem pengujian keamanan pangan. Pengujian mikrobiologis dapat menguraikan informasi penting tentang proses pembuatan, lingkungan pemrosesan, serta kumpulan produk tertentu. Ini juga menginformasikan apakah prosedur pengambilan sampel atau pengujian dirancang dan diselesaikan dengan benar mengikuti pedoman peraturan atau tidak.

Tapi, pengujian mikrobiologis terkait pangan tidak dapat menentukan keamanan 100 persen dari patogen, karena tes dilakukan dengan menggunakan sampel yang hanya sebagian dari produk makanan.

Dengan pengujian mikrobiologis, sebagian besar dapat diketahui bahwa tidak ada patogen yang terdeteksi dari sampel, kemudian menyadari tingkat sensitivitas dan kepastian yang diberikan oleh prosedur pengujian dan rencana pengambilan sampel yang digunakan.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai pemeriksaan bakteriologi dan mikrobiologi, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.