Alasan Stres Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Alasan Stres Bisa Sebabkan Sakit Kepala

Halodoc, Jakarta - Sakit kepala adalah salah satu gangguan pada semua orang yang paling umum terjadi. Penyakit ini dapat terjadi kapan saja ketika seseorang mengalami suatu hal yang membuat kepala tegang. Sakit kepala juga dapat terjadi pada semua orang tanpa melihat usia, ras, dan jenis kelamin.

Selain itu, sakit kepala bisa menjadi tanda stres atau tekanan emosional, atau bisa disebabkan oleh kelainan medis, seperti migrain atau tekanan darah tinggi, kecemasan, atau depresi. Jika hal tersebut terjadi, dapat menyebabkan masalah lain yang lebih parah.

Seseorang yang mengalami sakit kepala yang kronis, mungkin saja akan kesulitan untuk melakukan aktivitasnya secara teratur. Sakit kepala bisa lebih rumit daripada yang disadari kebanyakan orang. Jenis yang berbeda dapat memiliki serangkaian gejala sendiri, terjadi karena alasan unik, dan memerlukan perawatan yang berbeda.

Setelah kamu mengetahui jenis sakit kepala yang menyerang kamu, dokter kamu dapat menentukan pengobatan atau perawatan yang paling mungkin membantu dan bahkan mencoba mencegahnya untuk kambuh.

Baca Juga : Stres Bisa Menyebabkan Sakit Kepala, Benarkah?

Penyebab Sakit Kepala

Belum diketahui sepenuhnya apa yang menyebabkan sebagian besar sakit kepala terjadi. Disebutkan bahwa jaringan otak dan tengkorak tidak pernah menyebabkan hal tersebut karena tidak memiliki saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit.

Meski begitu, pembuluh darah di kepala dan leher dapat menandakan rasa sakit, seperti halnya jaringan yang mengelilingi otak dan beberapa saraf besar yang berasal dari otak. Kulit kepala, sinus, gigi, dan otot serta persendian leher juga dapat menyebabkan sakit kepala.

Baca Juga : Stres Sebabkan Sakit Kepala Tegang?

Stres Dapat Sebabkan Sakit Kepala

Banyak orang mungkin bertanya-tanya apakah sakit kepala adalah akibat langsung dari stres. Jawaban dari pertanyaan tersebut adalah ya, tidak, dan mungkin. Stres dapat menyebabkan banyak sakit kepala dan dapat memperburuk gangguan tersebut pada seseorang.

Namun, mengetahui jenis sakit kepala yang kamu hadapi dapat membantu kamu mengetahui apakah stres adalah pemicu, kontributor, atau hanya produk sampingan dari jenis sakit kepala yang dialami. Karenanya, kamu tahu cara terbaik untuk menghilangkan rasa sakit dan mencegah hal tersebut terjadi.

Sementara beberapa sakit kepala dapat sepenuhnya disebabkan oleh stres dan juga faktor-faktor lain yang berperan. Beberapa sakit kepala dapat disalahkan pada kecenderungan ketika stres terjadi. Maka dari itu, penting untuk memahami lebih lanjut tentang sifat sakit kepala yang kamu alami dan hubungannya dengan stres.

Terdapat tiga jenis sakit kepala yang mungkin berhubungan dengan rasa stres yang terjadi, yaitu:

  1. Sakit Kepala Migrain

Sakit kepala migrain dapat menjadi parah dan bahkan melemahkan, dan bisa bertahan dari empat hingga 72 jam. Sakit kepala ini biasanya terjadi pada satu sisi kepala dan memburuk dengan kegiatan sehari-hari seperti berjalan-jalan. Mungkin ada mual atau sensitivitas terhadap cahaya dan suara yang terlibat.

Sakit kepala ini tidak dianggap secara langsung disebabkan oleh stres. Stres yang terjadi tidak memicu migrain tetapi itu membuat seseorang lebih rentan terhadap pemicu gangguan tersebut. Jadi, stres yang terjadi dapat meningkatkan risiko migrain tetapi tidak disebutkan sebagai penyebab langsung.

  1. Sakit Kepala Sekunder

Gangguan pada kepala jenis ini adalah sakit kepala yang disebabkan oleh kondisi yang lebih serius seperti tumor otak dan stroke. Sakit kepala ini juga tidak secara langsung disebabkan oleh stres. Meskipun begitu, dengan cara yang sama stres membuat seseorang lebih rentan terhadap penyakit. Pun penyakit-penyakit itu dapat menyebabkan seseorang mengalami sakit kepala sekunder.

  1. Sakit Kepala yang Tegang

Sakit kepala ini disebut juga dengan "sakit kepala karena stres," yang dialami secara berkala oleh lebih dari sepertiga orang dewasa. Gangguan ini melibatkan kedua sisi kepala dan umumnya terasa seperti sesak di dahi atau belakang leher.

Walau begitu, seseorang dengan sakit kepala tegang biasanya dapat melakukan kegiatan rutinnya. Seseorang umumnya tidak mengalami gangguan ini lebih dari sekali atau dua kali dalam sebulan. Di samping itu, sakit kepala ini dianggap secara langsung disebabkan oleh stres.

Baca Juga : Waspada, Stres Tingkatkan Risiko Kepala Tegang

Itulah pembahasan tentang stres bisa sebabkan sakit kepala. Kamu dapat melakukan pemeriksaan terhadap sakit kepala yang terjadi di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Juga, untuk mendapatkan berita terkini di dunia kesehatan, download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!