Begini Cara Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Si Kecil

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Cara Jaga Kesehatan Mulut dan Gigi Si Kecil

Halodoc, Jakarta - Memasuki usia enam bulan, gigi susu sang buah hati mulai muncul, biasanya pada bagian bawah. Jangan sepelekan, gigi susu pada anak ini punya peran yang sama pentingnya dengan gigi permanen pada orang dewasa, lho! Gigi susu ini membantu sang buah hati berbicara dan mengunyah makanan. Ketika tumbuh, tidak jarang bayi merasa kurang nyaman dan sering menangis. 

Tidak hanya itu, tubuhnya sering demam karena rasa sakit yang mengganggu. Agar ia merasa lebih nyaman, ibu bisa mengusap gigi dengan lembut (pastikan tangan sudah bersih) atau menggunakan kasa basah. Memberikan mainan perangsang seperti teether juga tidak ada salahnya, karena mainan ini terbuat dari bahan lunak yang aman digigit sang buah hati. 

Mengapa Gigi Sehat Itu Penting?

Gigi yang kuat dan sehat membantu mengunyah makanan untuk mendukung tumbuh kembang sang buah hati. Gigi membantu anak bicara lebih baik, dan tentu saja, membuat penampilan bayi jadi lebih menarik. Merawat gigi bisa membantu mencegah plak yang merupakan lapisan bakteri yang melekat pada gigi. 

Baca juga: 8 Tips Membersihkan Gigi Bayi

Setelah makan, bakteri senang karena gula yang melekat pada gigi, seperti semut yang menemukan makanannya. Bakteri memecahnya menjadi asam yang menggerogoti email pada gigi, menyebabkan kondisi yang disebut gigi berlubang. Plak juga memicu terjadinya gingivitis, penyakit gusi yang membuat gusi menjadi merah, bengkak, dan terasa sakit. 

Jika kamu tidak merawat gigi dan mulut, gigi yang berlubang dan gusi yang membengkak akan membuat mulut menjadi sakit. Kondisi ini membuat aktivitas seperti berbicara dan makan menjadi terganggu. Senyum menawan dari bibir Si Kecil juga akan menghilang. 

Baca juga: Ketahui 7 Penyebab Gigi Tonggos pada Anak

Lalu, Bagaimana Cara Menjaga Kesehatan Mulut Anak?

Nah, supaya mulut dan gigi anak tetap sehat, ibu harus tahu cara menjaga kesehatan mulut anak. Lakukan cara-cara mudah berikut ini:

  • Menyikat gigi sehabis makan dan sebelum tidur. Sebenarnya, yang sering dilakukan justru menyikat gigi ketika mandi. Ini justru salah, karena bakteri berkembang biak dengan pesat setelah anak makan. Sementara ketika tidur, gigi yang tidak bersih membuat bakteri dengan mudah menggerogoti dan merusak gigi. 

  • Hindari konsumsi makanan manis, seperti permen, gula, kue keik, hingga es krim. Pemberiannya tidak salah, tetapi tetap harus dibatasi supaya tidak merusak gigi. Pasalnya, makanan atau minuman manis membuat pembusukan gigi menjadi lebih cepat. Ibu bisa memberikan arahan pada anak untuk menyikat gigi setelah mengonsumsi makanan manis. 

  • Kurangi penggunaan botol susu pada bayi karena menggunakan botol dot terus-menerus bisa membuat gigi bayi tergenang dengan cairan yang manis, sehingga memicu terjadinya kerusakan gigi. Sebaiknya, gunakan gelas ketika hendak memberi susu pada bayi selain ASI.

  • Periksa gigi setiap enam bulan sekali, untuk mendeteksi apakah ada gigi berlubang atau gusi bengkak atau segala macam masalah lainnya pada gigi. Supaya hasilnya lebih maksimal, lakukan pemeriksaan gigi setidaknya setiap enam bulan sekali. Ibu bisa membuat janji dengan dokter gigi di rumah sakit terdekat lebih mudah tanpa harus mengantre. 

Baca juga: Tips Merawat Gigi Ompong Si Kecil



Referensi: 
Kidshealth. Diakses pada 2019. Taking Care of Your Teeth.
WebMD. Diakses pada 2019. 8 Ways to Protect Your Child’s Teeth. 
WebMD. Diakses pada 2019. Caring for Your Baby’s Teeth.