Begini Cara Mendiagnosis Cutaneous Larva Migrans

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Cara Mendiagnosis Cutaneous Larva Migrans

Halodoc, Jakarta – Apakah kamu pernah mendengar cutaneous larva migrans (CLM) ? Ini adalah jenis infeksi kulit parasit yang disebabkan oleh larva cacing tambang. Larva cacing tambang biasanya menyerang kucing, anjing dan hewan lainnya. Selain hewan, manusia juga dapat terinfeksi larva ketika berjalan tanpa alas kaki di pantai berpasir atau menyentuh tanah lunak yang telah terkontaminasi dengan kotoran hewan. 

Baca Juga: Berbagai Infeksi Cacing yang Perlu Diwaspadai

Ketika seseorang mengalami kondisi ini, gejala yang muncul berupa sensasi kesemutan dalam waktu 30 menit setelah larva menembus kulit. Setelah masuk ke kulit, larva dapat tertidur selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan sampai ukurannya melebar sampai 2–3 mm. Kulit seseorang yang terinfeksi terlihat seperti jejak ular yang sedikit terangkat, berwarna merah muda dan menyebabkan rasa gatal yang hebat. 

Gejala cutaneous larva migrans sering muncul pada area kaki, ruang antara jari kaki, tangan, lutut, dan bokong. Apabila muncul gejala tersebut, dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis.

Diagnosis Cutaneous Larva Migrans 

Sebelum mendiagnosis CLM, dokter akan menanyakan apakah pengidap punya riwayat bepergian ke daerah endemis. Sebab, jenis infeksi kulit ini sering terjadi di daerah tropis dan subtropis. Dokter juga bertanya apakah pengidap sering beraktivitas di luar ruangan tanpa mengenakan alas kaki.

CLM tidak mudah untuk didiagnosis. Ini karena, banyak jenis penyakit kulit lainnya yang memiliki gejala serupa, seperti peradangan kulit (dermatitis kontak), infeksi jamur, penyakit Lyme, photodermatitis dan kudis. Setelah bertanya seputar riwayat aktivitas yang dilakukan, dokter kemudian melakukan beberapa tes untuk mendeteksi CLM. 

Baca Juga: Terkena Cacing Kremi, Inilah Pengobatan yang Bisa dilakukan

Optical coherence tomography (OCT) adalah jenis tes yang bisa dilakukan untuk mendeteksi cacing. OCT dilakukan dengan memindai area gejala untuk mengidentifikasi jenis parasit. Selain OCT, biopsi kulit juga dapat memantau letak parasit dan potensi peradangan pada lapisan dermis.

Jenis Cacing Penyebab Cutaneous Larva Migrans 

Banyak jenis cacing tambang yang menyebabkan CLM dan salah satu yang paling umum adalah ancylostoma braziliense, cacing tambang yang menempel pada anjing dan kucing liar. Adapun dua jenis lain yang sering menempel pada anjing, yaitu ancylostoma caninum dan uncinaria stenocephala. Bukan hanya anjing dan kucing, parasit bisa menempel hewan ternak, jenis parasitnya adalah bunostomum phlebotomum.

Perawatan untuk Obati Cutaneous Larva Migrans 

CLM sebenarnya dapat sembuh dengan sendirinya. Manusia merupakan jenis inang yang “buntu”, sehingga larva cacing tambang tidak dapat hidup di dalam tubuh manusia terlalu lama. Masa hidup cacing dapat bervariasi tergantung pada spesies larva yang menjangkiti. Pada kebanyakan kasus,  lesi cacing sembuh tanpa pengobatan dalam 4-8 minggu. Walaupun bisa sembuh dengan sendirinya, tetap ada pengobatan yang tersedia untuk mempersingkat masa hidup parasit.

Obat antihelmentik seperti thiabendazole, albendazole, mebendazole dan ivermectin dapat digunakan untuk mengobati CLM. Thiabendazole topikal dapat menjadi pilihan untuk lesi yang baru muncul di satu lokasi. Perawatan oral diberikan ketika CLM sudah menyebar luas atau pengobatan topikal tidak menanggapi. Antihelmintik bisa mengurangi gatal dalam 24-48 jam setelah memulai pengobatan dan bisa menyembuhkan total dalam waktu satu minggu.

Baca Juga: Cara Menjaga Kesehatan Makanan Agar Tidak Mengalami Infeksi Cacing Pita

Selain penggunaan obat-obatan, perawatan fisik seperti cryotherapy nitrogen cair atau laser karbon dioksida digunakan untuk menghancurkan larva. Antihistamin dan kortikosteroid topikal juga dapat dikombinasikan dengan antihelmentik untuk mengurangi gejala gatal. Kalau kamu butuh antihistamin atau kortikosteroid, belinya lewat aplikasi Halodoc saja. Enggak perlu antri, tinggal buka aplikasi

Referensi:
DermNet NZ (Diakses pada 2019). Cutaneous larva migrans.
MSD Manual (Diakses pada 2019).  Cutaneous Larva Migrans.