Cara Menjaga Kesehatan Makanan Agar Tidak Mengalami Infeksi Cacing Pita

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Cara Menjaga Kesehatan Makanan Agar Tidak Mengalami Infeksi Cacing Pita

Halodoc, Jakarta - Infeksi cacing pita terjadi karena kontaminasi telur atau larva cacing pada makanan dan menyerang bagian usus. Cacing ini hidup sebagai parasit pada beberapa jenis hewan, termasuk domba, babi, sapi, juga ikan. Jenis cacing ini diberi nama berdasarkan tempat tumbuhnya dalam inang. Misalnya, Taenia solium pada daging babi, Taenia saginata pada daging sapi, dan Diphyllobothrium pada ikan.

Infeksi yang disebabkan karena cacing pita banyak terjadi di negara-negara berkembang, seperti di Asia, Afrika, atau Amerika Latin. Penyebaran penyakit ini bisa terjadi melalui makanan atau air yang terkontaminasi. Melalui pergerakan usus, telur cacing bisa keluar atau menetas menjadi larva yang kemudian keluar dari usus dan membentuk kista di organ tubuh lain, seperti hati atau paru-paru.

Beberapa faktor yang meningkatkan risiko terjadinya infeksi akibat cacing pita adalah kebersihan lingkungan yang tidak terjaga, kotoran hewan yang tidak ditindaklanjuti dengan benar, dan konsumsi makanan mentah atau tidak dimasak dengan benar. Jika tidak dilakukan tindakan pencegahan, maka besar kemungkinan terjadi komplikasi seperti tersumbatnya pencernaan, gangguan fungsi organ, hingga gangguan otak dan sistem saraf pusat.

Hindari Infeksi Cacing Pita dengan Menjaga Kesehatan Makanan

Oleh karena itu, penting untuk melakukan tindakan pencegahan infeksi cacing pita atau Taeniasis. Jika lingkungan tempat kamu tinggal terjamin kebersihannya, terutama di dalam rumah, maka kamu perlu memperhatikan makanan yang kamu jaga. Berikut cara menjaga makanan agar bebas dari infeksi parasit ini.

  • Pastikan kehigienisan makanan yang dikonsumsi tetap terjaga. Simpan makanan dalam tempat yang tertutup. Lakukan hal yang sama jika kamu menyimpan makanan di dalam kulkas.

  • Cuci bahan makanan sebelum dikonsumsi atau dimasak. Buah-buahan dan sayuran mendapatkan perlakuan semprotan pestisida, jadi sebaiknya kamu mencucinya dengan benar sebelum menyimpan, memasak, atau mengonsumsinya. Tidak lupa, cuci juga daging sebelum diolah.

  • Masak makanan dengan matang. Ini penting, karena ada jenis bakteri yang tidak mati meskipun sudah dipanaskan pada suhu tertentu. Sebaiknya, konsumsi makanan yang sudah dimasak dengan benar, terutama daging atau hasil ternak lainnya.

  • Hindari makanan mentah. Makanan mentah atau tidak mengalami proses pemasakan akan menyisakan berbagai bakteri dan kuman di dalamnya, terlebih daging. Infeksi cacing pita terbesar berasal dari makanan mentah yang dikonsumsi atau tanpa mencuci dan mengolahnya terlebih dahulu.

  • Jika kamu ingin mengolah daging, perhatikan bahan makanan satu ini harus dimasak pada suhu sekurangnya 63 derajat Celcius. Kisaran suhu ini disinyalir mampu membunuh telur atau larva cacing pita.

  • Menyimpan daging dan ikan dalam pembeku ada aturannya. Cara agar larva dan telur cacing pita bisa mati, setidaknya bekukan daging selama 7 hingga 10 hari, dan ikan sekurangnya 24 jam dengan suhu minus 35 derajat Celcius.

Infeksi cacing pita bisa dihindari, tentu jika kamu memperhatikan makanan yang akan kamu konsumsi, terutama dari segi kebersihan, kehigienisan, dan tingkat kematangannya. Jangan lupa untuk mencuci tangan dengan sabun sebelum kamu mulai makan atau setelah beraktivitas. Lebih baik lagi jika kamu konsumsi obat cacing untuk membunuh cacing dalam tubuh. Supaya lebih mudah, kamu bisa membelinya melalui Halodoc. Jadi, tunggu apa lagi, download aplikasi Halodoc, yuk!

 

Baca juga: