Berbagai Infeksi Cacing yang Perlu Diwaspadai

infeksi cacing

Halodoc, Jakarta - Ada banyak infeksi cacing yang perlu kamu waspadai. Berbeda jenis cacingnya, maka akan berbeda pula cara penyebarannya. Oleh sebab itu, ada baiknya jika kamu mengenali berbagai macam jenis infeksi cacing yang kerap dialami guna menghindarkan diri dari penyakit cacingan.

Baca juga: Terkena Cacing Kremi, Inilah Pengobatan yang Bisa dilakukan

Berbagai Infeksi Cacing yang Perlu Diwaspadai

Berikut beberapa jenis infeksi cacing yang kerap kali dialami. Beberapa infeksi cacing tersebut, di antaranya:

  • Infeksi Cacing Tambang

Cacing tambang ini akan tinggal pada usus halus, dan gigi cacing akan melekat pada selaput lendir usus. Cacing tambang jantan memiliki ukuran 8 milimeter, sedangkan cacing tambang betina memiliki ukuran 10 milimeter. Karena cacing ini mengisap darah, maka pengidapnya bisa saja mengalami anemia. Infeksi cacing tambang ditandai dengan lesu, menurunnya konsentrasi belajar, pucat, turunnya berat badan, sakit perut, tidak nafsu makan, mual, dan diare.

  • Infeksi Cacing Cambuk

Cacing cambuk ini akan tinggal pada usus besar dengan kepala yang masuk pada selaput dinding usus. Cacing cambuk jantan akan memiliki ukuran 30-45 milimeter, sedangkan cacing cambuk betina akan memiliki ukuran 35-50 milimeter. Cacing cambuk betina akan bertelur sebanyak 10 ribu butir per hari.

Cacing cambuk biasanya muncul tanpa disertai dengan gejala. Namun, gejala umum yang muncul pada pengidap infeksi cacing cambuk meliputi diare, nyeri perut hebat, tinja berdarah, nyeri anus, anemia, dan iritasi selaput lendir. Pada kasus yang parah, pengidap bisa saja mengalami usus besar yang menonjol keluar anus.

Baca juga: Infeksi Cacing Pita Menyebar di Bagian Tubuh, Waspada Taeniasis

  • Infeksi Cacing Kremi

Cacing kremi ini akan tinggal pada usus besar, kemudian migrasi ke anus ketika malam hari. Cacing kremi jantan memiliki ukuran 2-5 milimeter, sedangkan cacing kremi betina memiliki ukuran 8-13 milimeter. Cacing kremi betina bisa menghasilkan telur sebanyak sebelas ibu telur. Jika seseorang terpapar infeksi cacing kremi, mereka otomatis akan infeksi. Keluarga tidak menutup kemungkinan untuk mengidap kondisi ini.

Cacing kremi yang bermigrasi ke anus, akan menetap pada anus. Saat anus gatal dan kamu menggaruknya, saat itu pula terjadi penyebaran anus tanpa sadar. Telur cacing yang menempel di tangan bekas garukan dan masuk ke mulut, akan menetas dan menghasilkan telur.

Pengidap infeksi cacing kremi akan ditandai dengan gejala gatal di sekitar anus, terutama pada malam hari. Rasa gatal ini bisa saja menimbulkan infeksi jika sering digaruk. Cacing kremi bahkan bisa saja bermigrasi ke dalam kemaluan dan menyebabkan infeksi saluran kemih dengan gejala meliputi sering buang air kecil dan terasa sakit, urine berwarna keruh, serta nyeri karena adanya tekanan pada perut bagian bawah.

  • Infeksi Cacing Gelang

Cacing gelang ini akan tinggal pada usus halus. Cacing gelang jantan memiliki ukuran 25-30 sentimeter, sedangkan cacing gelang betina memiliki ukuran 20-35 sentimeter. Cacing gelang betina bisa menghasilkan telur sebanyak dua ratus ribu telur yang keluar lewat feses manusia. Telur dapat menginfeksi seseorang ketika termakan oleh orang lain. Kemudian, telur akan menetas menjadi larva dan cacing dewasa.

Infeksi cacing gelang ditandai dengan gejala sakit perut, diare, kembung, dan nafsu makan berkurang. Bahkan pada kasus yang parah bisa terjadi sumbatan usus dan radang usus.

Baca juga: Inilah yang Terjadi pada Tubuh Saat Terinfeksi Cacing Gelang 

Untuk itu, selalu biasakan diri untuk hidup sehat dan menjaga kebersihan lingkungan. Jika kamu menemui gejalanya, kamu bisa berdiskusi langsung dengan membuat janji dengan dokter di rumah sakit pilihanmu melalui Halodoc. Yuk,  download aplikasinya segera!