01 February 2019

Begini Caranya Mengobati Adenoiditis

Begini Caranya Mengobati Adenoiditis

Halodoc, Jakarta - Pembesaran adenoid atau adenoiditis merupakan kondisi pembengkakan atau pembesaran pada adenoid. Organ ini terletak di bagian paling belakang saluran hidung. Dalam tubuh, adenoid berperan mencegah organisme berbahaya masuk ke tubuh. Organ yang satu ini juga memproduksi antibodi yang bertugas melawan infeksi.

Adenoiditis yang terjadi pada anak di usia sampai lima tahun merupakan kondisi normal. Kondisi ini akan menyusut dengan sendirinya ketika Si Kecil menginjak usia 5 tahun. Tapi, bila kelenjar ini tak menyusut, barulah kondisi ini dikatakan abnormal.

Baca juga: Inilah 6 Fakta Tentang Amandel yang Perlu Diketahui

Meski pembesaran adenoid ini lebih banyak terjadi pada anak-anak, namun orang dewasa juga bisa saja mengalaminya. Lalu, kira-kira bagaimana sih cara mengobati adenoiditis?

Banyak Faktor Penyebabnya

Sebelum mengetahui cara mengobati adenoiditis, maka ada baiknya untuk tahu penyebabnya. Dalam kebanyakan kasus, adenoiditis terjadi karena infeksi. Ketika seseorang mengalami sakit tenggorokan, terkadang tonsil alias amandel di dalam mulut dapat terinfeksi.

Nah, adenoid yang terletak lebih tinggi di dalam mulut, di belakang hidung, dan langit-langit mulut, juga dapat ikut terinfeksi. Bakteri yang menjadi biang keladinya bernama streptococcus.

Selain itu, pembesaran adenoid juga bisa dikarenakan beberapa jeni virus. Misalnya, Epstein Barr, adenovirus, dan rhinovirus. Untuk kasus-kasus tertentu, adenoiditis juga bisa disebabkan karena reaksi alergi.

Baca juga: Inilah Cara Mengatasi Radang Tenggorokan

Yang perlu diingat, ada juga beberapa faktor yang membuat seseorang berisiko terserang adenoiditis, seperti:

  • Infeksi amandel.

  • Infeksi tenggorokan, leher, ataupun kepala berulang.

  • Kontak dengan virus airborne, kuman, dan bakteri.

Gejala Adenoiditis

Gejala dari masalah medis ini bisa berbeda-beda pada tiap orangnya yang bergantung dari penyebabnya. Tapi, setidaknya ada beberapa yang umumnya muncul, seperti telinga terasa nyeri, sakit tenggorokan, dan pembengkakan kelenjar getah bening di leher.

Selain hal-hal di atas, adenoiditis juga dapat menyebabkan hidung tersumbat. Ketika hidung tersumbat, pengidapnya akan mengalami gangguan dalam bernapas, sehingga muncul gejala lain berupa:

  • Sulit tidur.

  • Sleep apnea.

  • Bindeng.

  • Bibir pecah-pecah dan mulut kering

  • Mendengkur.

Cara Mengobati Adenoiditis

Pada dasarnya, cara mengobati adenoiditis disesuaikan dengan penyebab dan keparahannya. Bila pembesaran tak disebabkan infeksi, maka dokter akan menganjurkan agar adenoiditis dibiarkan terlebih dahulu sampai menyusut dengan sendirinya. Namun, andaikan tak juga menyusut, cara mengobati adenoiditis bisa dengan pemberian obat atau operasi.

Baca juga: Ini yang Membuat Telinga Sakit Saat Pilek dan Cara Menanganinya

Biasanya obat yang diberikan berupa antibiotik, seperti penisilin atau amoxilin. Selain antibiotik, bisa juga berupa kortikosteroid semprot hidung, misalnya fluticasone. Pemberian kedua obat ini ada aturannya. Untuk antibiotik diberikan bila penyebab pembesaran adenoid adalah infeksi. Sedangkan kortikosteroid, diberikan bila penyebabnya adalah alergi.

Bagaimana jadinya beli obat-obatan tak berjalan efektif atau timbul komplikasi? Nah, di kondisi ini biasanya dokter akan menganjurkan operasi pengangkatan adenoid. Yang perlu diketahui, operasi ini berpotensi menimbulkan efek samping berupa:

  • Sakit tenggorokan.

  • Hidung tersumbat.

  • Perdarahan minor.

  • Telinga terasa sakit.

Untungnya, operasi ini tergolong sederhana dan risiko terjadi efek samping amat kecil. Meski begitu, akan lebih baik bila pengidapnya mendiskusikan terlebih dahulu dengan dokter mengenai risiko dan manfaat operasi tersebut.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!