Begini Jadinya Jika Lapisan Lambung Bengkak

Begini Jadinya Jika Lapisan Lambung Bengkak

Halodoc, Jakarta - Lapisan perut atau mukosa memiliki kelenjar yang menghasilkan asam lambung dan senyawa penting lainnya, salah satunya adalah enzim pepsin. Asam lambung memecah makanan dan melindungi dari infeksi, sementara pepsin bertugas untuk memecah protein. Asam yang ada di perut cukup kuat untuk merusak bagian perut itu sendiri sehingga ada lendir untuk melindunginya.

Bagaimana Jadinya Jika Lapisan Lambung Membengkak?

Gastritis kronis terjadi ketika lapisan di perut mengalami peradangan atau pembengkakan. Infeksi bakteri, terlalu banyak konsumsi alkohol, obat-obatan tertentu, stres kronis, atau masalah sistem imunitas tubuh lainnya dapat menyebabkan terjadinya peradangan ini. Ketika terjadi, lapisan perut berubah dan kehilangan beberapa sel pelindungnya.

Di sinilah ketika kamu merasa perut kenyang setelah makan meski hanya beberapa gigit atau suap makanan. Gastritis kronis yang terjadi dalam waktu yang lama dapat menyebabkan terjadinya metaplasia atau displasia.

Baca juga: 7 Jenis Gastritis yang Perlu Diwaspadai

Sayangnya, gastritis kronis tidak selalu menghasilkan gejala. Namun, mereka yang sering mengalaminya bisa menunjukkan tanda seperti sakit perut di bagian atas, gangguan pencernaan, kembung, mual, muntah, sering bersendawa, hilangnya selera makan, dan penurunan berat badan.

Gangguan kesehatan ini berisiko jika kamu tidak membiasakan gaya hidup sehat dan diet yang mengaktifkan perubahan pada lapisan perut. Mengurangi diet tinggi lemak, garam, merokok, dan konsumsi alkohol jangka panjang dapat membantu mengurangi gejala kondisi tersebut.

Gaya hidup yang penuh tekanan dan pengalaman traumatis dapat menurunkan kemampuan perut untuk melindungi dirinya sendiri. Selain itu, risiko juga meningkat jika kamu memiliki penyakit autoimun tertentu, misalnya penyakit Chron’s.

Baca juga: Gastritis dan Tukak Lambung, Kenali Perbedaannya

Terkadang, gejala dari peradangan atau gastritis kronis ini dapat meningkat ke tahapan yang lebih serius. Perdarahan pada perut dan bisul bisa terjadi pada mereka yang mengidap gangguan kesehatan ini, terlebih jika tidak dilakukan pengobatan. Gastritis kronis terkadang dapat meningkatkan risiko pengembangan pertumbuhan dan tumor lambung.

Beberapa jenis gastritis, termasuk gastritis atrofi autoimun dan gastritis karena bakteri H. pylori dapat mengurangi efektivitas dan kemampuan tubuh untuk menyerap zat besi dari darah. Pada gastritis atrofi autoimun, ini juga memengaruhi penyerapan vitamin B12. Keduanya bisa berkembang menjadi anemia.

Apa Saja Tindakan yang Bisa Dilakukan untuk menghindarinya?

Pembengkakan dan peradangan lapisan lambung atau gastritis bisa dikurangi dengan membiasakan kebersihan. Selalu cuci tangan dengan sabun selepas beraktivitas sebelum menyentuh makanan, terlebih jika kamu sering bekerja atau beraktivitas di luar ruangan dan setelah menggunakan toilet.

Baca juga: 9 Cara untuk Merawat Gastritis

Lalu, makanlah makanan yang telah diolah atau dimasak dengan baik, karena ini mengurangi risiko penyebaran atau penularan bakteri H. pylori. Hindari konsumsi obat-obatan tertentu, merokok, terlalu banyak kafein dan alkohol. Terkadang, ada beberapa penyebab gastritis kronis yang tidak diketahui, sehingga tindakan pencegahannya pun tidak bisa ditentukan.

Namun, kamu selalu bisa bertanya pada dokter perihal bagaimana bisa mengatasi atau menghindari gastritis kronis. Kini, ada aplikasi Halodoc yang membuat tanya jawab kamu dengan dokter terasa semakin mudah dan tidak ribet. Jangan ragu lagi, segera download aplikasi Halodoc di ponsel kamu ya!