01 November 2018

Begini Proses Bayi Tabung di Laboratorium

Begini Proses Bayi Tabung di Laboratorium

Halodoc, Jakarta – Secara sederhana, bayi tabung bisa dipahami sebagai sebuah proses yang dilakukan dengan cara menggabungkan sel telur dan sperma di luar tubuh. Sel telur yang diambil dari calon ibu, kemudian dibuahi dan setelahnya akan dipindahkan ke dalam rahim wanita. Tujuannya adalah untuk “menciptakan” kehamilan pada wanita.

Bayi tabung alias in vitro fertilization (IVF) merupakan alternatif bagi para pasangan untuk segera memiliki momongan. Meski terdengar sederhana, tapi sebenarnya proses bayi tabung jauh lebih sulit dan melibatkan cukup banyak aspek serta perlu persiapan yang sangat matang. Hal itu juga yang membuat cara ini memiliki harga yang cukup tinggi dan membuat pasangan yang ingin melakukannya harus merogoh kocek cukup dalam.

Kehamilan yang terjadi dalam proses ini diawali dengan sel telur yang dibuahi oleh sperma di luar tubuh, yaitu di dalam sebuah tabung. Biasanya, prosedur ini baru bisa dilakukan jika calon ibu sudah melakukan banyak cara, misalnya mengonsumsi obat-obatan hingga tindakan bedah, tetapi tetap tidak bisa mengatasi masalah ketidaksuburan.

Jika masalah tersebut tak kunjung selesai dan pasangan masih juga merasa sulit untuk mendapat keturunan, bayi tabung sering dijadikan solusi. Nah, agar lebih jelas, yuk cari tahu bagaimana sih proses bayi tabung di laboratorium!

Pembuahan di luar rahim ibu dilakukan di dalam laboratorium berteknologi tinggi. Untuk “mengawinkan” sperma dan sel telur, dilakukan di dalam sebuah cawan khusus yang berisi medium tertentu. Pada awalnya, petugas dari laboratorium akan meminta sperma dari calon ayah yang nantinya akan digunakan untuk membuahi. Nantinya, akan dipilih sperma yang terbaik agar proses kehamilan bisa berjalan lebih lancar.

Setelah mendapatkan sperma yang dibutuhkan, kemudian dicuci dan diperiksa di laboratorium. Biasanya setelah sperma dipastikan baik, terlebih dahulu dicoba melakukan inseminasi. Adalah proses memasukkan sperma tersebut langsung ke dalam rahim ibu.

Namun jika cara tersebut gagal, setidaknya hingga percobaan kedua atau ketiga, biasanya tidak akan dilanjutkan. Setelah itulah, baru proses program bayi tabung dilanjutkan dengan mengambil beberapa sel telur ibu untuk dibuahi di laboratorium.

Setelah pengambilan sel telur, dalam tiga sampai lima hari proses dilanjutkan dengan inkubasi untuk memantau terjadinya pembuahan normal hingga membentuk embrio. Nah, jika pembuahan berhasil maka embrio akan kembali ditanamkan ke dalam rahim ibu. Setelahnya, calon ibu akan menjalani proses hamil seperti perempuan pada umumnya.

Meski demikian, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses bayi tabung. Sejumlah ahli menyebut bahwa peluang keberhasilan dari proses ini rata-rata hanya sekitar 37?40 persen. Dengan kata lain, proses bayi tabung tidak menjanjikan kehamilan secara pasti, tetapi bisa membantu merangsang seorang wanita untuk mengandung.

Selama menjalani proses bayi tabung, biasanya calon ibu akan disarankan untuk menjaga kondisi tubuh sebaik mungkin. Mulai dari mengonsumsi obat-obatan tertentu, vitamin, dan cara lain agar tubuh tetap fit. Tujuannya adalah untuk membantu peluang kehamilan menjadi lebih tinggi dan impian untuk segera memiliki momongan bisa segera tercapai.

Cari tahu lebih lanjut mengenai program bayi tabung atau hal-hal lain yang berhubungan dengan kehamilan dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!

Baca juga: