Begini Proses Terjadinya Gigi Berlubang

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Proses Terjadinya Gigi Berlubang

Halodoc, Jakarta – Gigi berlubang terjadi karena kerusakan permanen di permukaan keras gigi. Gigi berlubang juga bisa diakibatkan pembusukan atau karies yang disebabkan oleh kombinasi faktor, termasuk bakteri di mulut, sering ngemil, konsumsi minuman manis, dan tidak membersihkan gigi dengan baik.

Jika gigi berlubang tidak dirawat, kondisi ini bisa memengaruhi lapisan gigi lebih dalam lagi. Termasuk menyebabkan sakit gigi yang parah, infeksi, dan kehilangan gigi. Kunjungan gigi secara teratur dan kebiasaan menyikat gigi dan flossing yang baik adalah perlindungan terbaik terhadap gigi berlubang dan kerusakan gigi.

Ketahui Gejala Gigi Berlubang

Tanda dan gejala gigi berlubang bisa bervariasi yang tergantung pada luas dan lokasi. Ketika sebuah lubang baru saja dimulai, kamu mungkin tidak memiliki gejala sama sekali. Ketika pembusukan semakin besar, hal itu dapat menyebabkan tanda dan gejala seperti:

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Gigi Berlubang?

  1. Sakit gigi, rasa sakit spontan, ataupun rasa sakit yang terjadi tanpa sebab yang jelas.

  2. Sensitivitas gigi.

  3. Nyeri ringan hingga tajam saat makan atau minum sesuatu yang manis, panas atau dingin.

  4. Lubang atau lubang yang terlihat di gigi.

  5. Pewarnaan coklat, hitam atau putih pada permukaan gigi.

  6. Nyeri saat mengunyah makanan.

Gigi berlubang terjadi seiring dengan proses, jadi bukan tiba-tiba. Beberapa hal yang bisa memicu gigi berlubang adalah:

  • Plak 

Plak gigi dalam film lengket bening yang melapisi gigi. Ini dikarena makan banyak gula, tetapi tidak membersihkan gigi dengan baik. Ketika gula dan sisa makanan tidak dibersihkan dari gigi, bakteri dengan cepat mulai memakannya dan membentuk plak. 

Plak yang menempel pada gigi dapat mengeras di bawah atau di atas garis gusi, sehingga menyebabkan karang gigi (kalkulus). Tartar membuat plak lebih sulit untuk dihilangkan dan menciptakan perisai bagi bakteri.

Baca juga: Jangan Asal Pilih Obat Sakit Gigi, Bisa Berbahaya

  • Serangan Plak

Asam dalam plak menghilangkan mineral dalam enamel luar gigi yang keras. Erosi ini menyebabkan lubang atau lubang kecil di email - tahap pertama dari gigi berlubang. Setelah area enamel aus, bakteri dan asam dapat mencapai lapisan gigi berikutnya yang disebut dentin. 

Lapisan ini lebih lunak dari enamel dan kurang tahan terhadap asam. Dentin memiliki tabung kecil yang secara langsung berkomunikasi dengan saraf gigi yang menyebabkan sensitivitas.

  • Pembusukan Gigi yang Berkembang

Bakteri dan asam dapat berkembang biak melalui gigi yang bergerak di bagian dalam (pulpa) tempat saraf dan pembuluh darah berada. Akibatnya, gigi menjadi bengkak dan teriritasi oleh karena keberadaan bakteri. Ini karena pembengkakan semakin berkembang di dalam gigi, saraf menjadi tertekan, sehingga timbullah rasa sakit. Ketidaknyamanan ini bisa jadi dapat meluas ke luar dari akar gigi.

Lubang gigi dan kerusakan gigi sangat umum, tetapi gigi berlubang dan kerusakan gigi dapat memiliki komplikasi serius dan bertahan lama, bahkan untuk anak-anak yang belum memiliki gigi permanen.

Komplikasi dari gigi berlubang dapat meliputi:

  1. Rasa sakit.

  2. Abses gigi.

  3. Pembengkakan atau nanah di sekitar gigi.

  4. Kerusakan gigi.

  5. Masalah pada saat mengunyah makanan.

  6. Posisi pergeseran gigi setelah kehilangan gigi.

Saat gigi berlubang dan rusak, kamu mungkin mengalami:

  1. Rasa sakit yang mengganggu kehidupan sehari-hari.

  2. Penurunan berat badan atau masalah gizi karena makan atau mengunyah yang menyakitkan atau sulit.

  3. Kehilangan gigi, yang dapat memengaruhi penampilan juga rasa percaya diri.

Kalau kamu memiliki isu kesehatan lain,  tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa kapan dan di mana saja memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:

Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Cavities/tooth decay.
Dental Health. Diakses pada 2019. Dental Caries.