03 May 2019

Begini Proses untuk Melakukan Pemeriksaan Spirometri

Begini Proses untuk Melakukan Pemeriksaan Spirometri

Halodoc, Jakarta – Ketika kamu mengalami kesulitan bernapas, dokter mungkin akan melakukan tes yang disebut spirometri. Ini adalah tes yang sangat umum digunakan untuk memahami seberapa baik paru-paru bekerja. Spirometri mengukur tiga hal berapa banyak udara yang bisa dihirup masuk dan keluarkan serta seberapa cepat kamu bisa menghembuskan udara dari paru-paru.

Berdasarkan pengukuran tersebut, dokter dapat mulai mendiagnosis masalah, seperti COPD (penyakit paru obstruktif kronis), asma, dan kondisi tertentu lainnya yang membuat sulit bernapas. Lantas, bagaimana proses pemeriksaan spirometri?

Baca juga: Harus ke Dokter, Ini Cara Diagnosis Fibrosis Paru

Kamu tidak perlu melakukan apa pun untuk mempersiapkan spirometri, meskipun ada beberapa hal yang perlu diingat:

  1. Kamu harus menghindari makan besar tepat sebelum melakukan pemeriksaan

  2. Diskusikan ke dokter untuk melihat apakah ada obat yang tidak boleh kamu konsumsi pada hari pemeriksaan

  3. Pakailah pakaian yang nyaman

  4. Tes itu sendiri memakan waktu sekitar 15 menit, dilakukan di ruang pemeriksaan dokter, setelah itu kamu dapat menjalani hari seperti biasa

Jalannya pemeriksaan cukup sederhana. Kamu akan duduk di kursi dan meletakkan klip di hidung untuk menjaga hidung tetap tertutup. Kemudian, kamu akan mengambil napas dalam-dalam dan mengeluarkan napas secepat dan sekuat yang bisa ke dalam tabung.

Kamu harus menutup bibir dengan erat di sekeliling tabung, sehingga semua udara masuk ke dalamnya. Biasanya tes diberikan tiga kali untuk memastikan hasilnya konsisten. Tabung terhubung ke mesin yang disebut spirometer.

Ini mencatat berapa banyak udara yang dihembuskan dari paru-paru serta kecepatan kamu mengeluarkan napas juga dicatat. Semua informasi ini membantu dokter mendiagnosis penyakit paru-paru jika kamu memilikinya.

Baca juga: Jangan Anggap Remeh, Ketahui Penyebab Fibrosis Paru

Spirometri adalah tes tanpa rasa sakit. Kebanyakan orang tidak memiliki masalah dengan itu tergantung pada kondisi kesehatan. Kamu mungkin merasa sedikit pusing atau lelah setelah tes dan semua yang menghirup dan menghembuskan napas. Jika kamu memiliki penyakit jantung atau menjalani operasi baru-baru ini, kamu harus periksakan ke dokter untuk memastikan spirometri tidak akan menjadi masalah bagimu.

Setelah pemeriksaan selesai, dokter akan memberikan hasil diagnosis. Kamu mungkin mendengar dokter atau teknisi merujuk pada dua pengukuran kunci dalam spirometri.

  1. Kapasitas Vital Paksa (FVC)

Ini mengukur jumlah udara yang bisa kamu hirup masuk dan keluar.

  1. Volume Ekspirasi Paksa (FEV-1)

Ini mengukur seberapa banyak udara yang bisa kamu keluarkan dari paru-paru dalam satu detik.

Hasil biasanya diberikan kepada spesialis untuk ditinjau. Dokter harus mendapatkan laporan dalam beberapa hari dan harus membicarakannya denganmu. Jika dokter mencurigai kamu memiliki saluran udara tersumbat, maka mungkin diberikan obat yang dapat membukanya. Ini disebut bronkodilator. Setelah beberapa menit, kamu dapat mengambil tes spirometri lagi untuk melihat apakah bronkodilator membuat perbedaan.

Skor FEV-1 yang buruk menunjukkan bahwa kamu memiliki penyakit “obstructive airways”, seperti COPD. Penyakit saluran napas obstruktif berarti paru-paru dapat terisi dengan udara normal, tapi saluran udara terlalu sempit untuk menghembuskan napas dengan benar.

Baca juga: Hidup Lebih Sehat dengan Menjaga Kesehatan Paru-Paru

Jika paru-paru tidak dapat mengisi secara normal, kamu memiliki "penyakit paru-paru restriktif". Ada beberapa jenis kondisi ini, tapi salah satu yang paling umum adalah fibrosis paru. Jika kamu memiliki penyakit ini, beberapa jaringan di paru-paru menjadi keras. Itu tidak akan mengembang sesuai kebutuhan saat kamu menarik napas, sehingga kamu tidak akan pernah bisa bernapas cukup.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai proses pemeriksaan spirometri, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Talk to A Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.