• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Alergi Bisa Memicu Mimisan?

Benarkah Alergi Bisa Memicu Mimisan?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta – Meskipun tidak berbahaya, mengalami perdarahan yang keluar dari lubang hidung atau yang dikenal dengan mimisan. Kondisi ini umum terjadi pada seseorang. Jika mimisan tidak terlalu parah, maka kamu dapat mengatasi dengan mandiri di rumah.

Baca juga: Mimisan Bisa Jadi Tanda 5 Penyakit Ini

Ada berbagai penyebab yang meningkatkan risiko kamu mengalami mimisan. Namun, benarkah alergi menjadi salah satu pemicunya? Tidak ada salahnya untuk mengetahui lebih banyak mengenai penyebab mimisan, agar kamu dapat mencegah dan mengatasi kondisi ini dengan baik dan tepat di rumah.

Alergi Menjadi Salah Satu Penyebab Mimisan

Dilansir dari Cleveland Clinic, semua orang dapat mengalami mimisan. Umumnya, setiap orang akan mengalami mimisan satu kali dalam hidupnya. Namun, meskipun sangat umum terjadi ada beberapa golongan usia yang rentan mengalami mimisan, seperti anak-anak yang memiliki usia di bawah 2 tahun, orang dewasa yang memiliki rentang usia 45 hingga 65 tahun, wanita yang sedang menjalani kehamilan, seseorang yang mengonsumsi obat untuk pengencer darah, dan mereka yang memiliki kesehatan gangguan darah.

Selain itu, mimisan juga menjadi salah satu kondisi yang disebabkan oleh berbagai penyebab, salah satunya alergi. Alergi merupakan salah satu reaksi sistem kekebalan tubuh manusia terhadap suatu objek yang tidak menimbulkan reaksi apapun pada orang lain. Reaksi yang muncul pada tiap orang berbeda-beda, salah satunya adalah mimisan. 

Dilansir dari American College of Allergy, Asthma, and Immunology, anak-anak lebih rentan mengalami mimisan yang disebabkan oleh alergi. Segera kunjungi rumah sakit terdekat agar mimisan yang kamu alami dapat ditangani dengan penggunaan beberapa jenis obat-obatan. Melansir Kids Health, mimisan yang disebabkan alergi dapat diatasi dengan penggunaan obat-obatan untuk mengurangi hidung yang terasa gatal dan hidung berair.

Dilansir dari National Health Service UK, ada beberapa kebiasaan lainnya yang juga dapat menyebabkan kamu mengalami mimisan, seperti mengeluarkan ingus terlalu keras, mengalami cedera pada bagian hidung, dan penyakit sinusitis.

Baca juga: Ingus Berdarah, Lakukan 5 Penanganan Ini

Bahan Alami untuk Cegah Mimisan

Ketika kamu mengalami mimisan, sebaiknya tetap tenang dan jangan panik. Ada beberapa langkah penanganan awal untuk mimisan, seperti duduk tegak, condongkan tubuh ke depan, dan sebaiknya kompres pangkal hidung dengan kompres dingin untuk menghentikan perdarahan.

Tidak hanya itu, kamu bisa gunakan bahan alami untuk mencegah mimisan terjadi secara berulang. Salah satu bahan alami yang mudah ditemui adalah es batu. Gunakan es batu sebagai alat kompres untuk menghentikan perdarahan dan mencegah mimisan terjadi secara berulang. Balut es batu dengan kain lembut kemudian tempelkan alat kompres pada pangkal sisi hidung yang mengalami mimisan.

Bagi kamu yang cukup sering mengalami mimisan, maka sebaiknya penuhi kebutuhan vitamin B12 dalam tubuh. Vitamin B12 adalah vitamin yang dapat larut dalam air dan dikenal juga sebagai cobalamin. Dilansir dari Livestrong, kekurangan vitamin B12 dalam tubuh meningkatkan risiko mimisan karena dapat meningkatkan kadar homosistein dalam darah.

Kondisi ini dapat merusak dinding pembuluh darah dan membuat pembuluh darah rentan pecah. Penuhi kebutuhan vitamin B12 dengan mengonsumsi beberapa makanan, seperti hati, telur, daging sapi, dada ayam, yoghurt, oatmeal, dan susu.

Sebaiknya penuhi kebutuhan cairan dalam tubuh setiap harinya. Kekurangan cairan dapat sebabkan dehidrasi. Banyak dampak dari dehidrasi, salah satunya adalah keringnya selaput lendir pada hidung yang dapat meningkatkan risiko seseorang alami mimisan. 

Baca juga: Jangan Panik, Ini Penyebab Mimisan pada Anak

Itulah cara yang bisa kamu lakukan untuk mengatasi dan mencegah mimisan secara mandiri di rumah. Namun, segera kunjungi rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut dan pengobatan secara medis, jika kamu mengalami perdarahan akibat mimisan lebih dari 20 menit atau setelah kamu mengalami cedera kepala.

Referensi:
Live Strong. Diakses pada 2020. How Nosebleeds May Point to Vitamin Deficiencies
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Nosebleed
American College of Allergy, Asthma, and Immunology. Diakses pada 2020. Frequent Nosebleeds
Kids Health. Diakses pada 2020. Nosebleeds
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Nosebleed