• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Jangan Panik, Ini Penyebab Mimisan pada Anak

Jangan Panik, Ini Penyebab Mimisan pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Orangtua tentu akan merasa khawatir ketika anak mengalami mimisan. Pasalnya, muncul ketakutan tersendiri jika kondisi ini adalah gejala masalah serius pada tubuh Si Kecil. Namun, menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Children’s Hospital of Philadelphia, penyebab mimisan pada anak biasanya bukan kondisi yang berbahaya.

Anak-anak berusia 3 sampai 10 tahun memang lebih rentan mengalami mimisan. Hal Ini disebabkan karena mereka memiliki pembuluh darah yang lebih rapuh dan mudah pecah. Pembuluh darah anak-anak yang masih relatif tipis dan rapuh memang gampang pecah ketika anak beraktivitas terlalu berlebihan. 

Lantas, apa saja sih penyebab mimisan pada anak yang perlu diketahui? 

Baca juga: 6 Penyebab Ingus Berdarah yang Perlu Diketahui

1. Cuaca Ekstrem

Penyebab mimisan pada anak bisa dipicu oleh cuaca ekstrem. Contohnya, udara yang sangat panas dapat mengiritasi dan mengeringkan selaput hidung sehingga menyebabkan gatal dan berdarah saat digaruk. Di samping itu, perubahan suhu dan lingkungan kemungkinan dapat memengaruhi pecahnya pembuluh darah daerah rongga hidung.

2. Kebiasaan Mengorek Hidung

Balita dan anak-anak memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap benda-benda di sekitar maupun tubuhnya. Ini memungkinkan mereka mengeksplorasi sesuatu terlalu jauh, misalnya memasukkan benda asing ke dalam hidung.

Kondisi inilah yang menjadi penyebab mimisan pada anak. Selain itu, kebiasaan mengupil atau mengorek hidung yang terlalu dalam atau kuat juga bisa menyebabkan anak mimisan.

3. Hidung Terbentur

Saat bermain, anak-anak berisiko tinggi mengalami cedera. Salah satu kondisi yang bisa terjadi adalah hidung terbentur. Jangankan pada anak-anak yang memiliki pembuluh darah di hidung yang tipis, orang dewasa yang mengalami benturan pada hidung juga berpotensi mengalami mimisan.

Saat hidung terbentur, pembuluh darah di hidung bisa pecah dan akhirnya keluar darah dari lubang hidung. Jadi, orangtua sebaiknya mengawasi anak ketika sedang bermain agar tetap aman dan terhindar dari benturan keras.

Baca juga: Benarkah Stres Bisa Sebabkan Mimisan?

4. Kelelahan

Kelelahan tidak hanya membuat stamina tubuh menurun, tetapi juga pembuluh darah melemah. Ketika anak mengalami kelelahan, ia bisa saja tiba-tiba mimisan tanpa sebab yang pasti. Ini karena pembuluh darah yang sedang lemah jadi mudah sekali menegang, lalu akhirnya pecah.

5. Stres

Penyebab mimisan pada anak juga bisa dipicu oleh masalah psikis, seperti stres. Jangan kira anak yang masih kecil tidak bisa mengalami stres. Berbagai keadaan, seperti masalah di sekolah, orangtua yang tidak harmonis, dan lain-lain, bisa membuat seorang anak menjadi stres. Sama seperti kelelahan, stres juga dapat membuat pembuluh darah di hidung anak melemah sehingga akhirnya memicu terjadinya mimisan.

Ini akan semakin parah bila anak mengidap asma. Pasalnya, asma memicu anak untuk semakin kuat menarik napas di saat pembuluh darah di hidung sedang lemah. Akhirnya, terjadilah mimisan.

6. Kelainan Bentuk Hidung

Bila Si Kecil sering mengalami mimisan, cobalah untuk periksakan hidungnya. Pasalnya, anak yang memiliki hidung bengkok (septum deviasi) memang lebih mudah mengalami mimisan.

7. Penyebab Lainnya

Selain hal-hal di atas, ada pula beberapa penyebab mimisan pada anak yang perlu diketahui. Contohnya,membuang ingus terlalu kencang, iritasi akibat senyawa kimia, seperti misalnya amonia, tumor pada rongga hidung, operasi hidung, sinusitis akut, hingga kelainan pada kemampuan pembekuan darah.

Baca juga: 3 Hal Yang Harus Dilakukan Saat Si Kecil Mimisan

Mimisan yang Perlu Diwaspadai

Memang, mimisan pada anak sebenarnya bukanlah hal yang berbahaya. Akan tetapi, ada beberapa kondisi yang perlu ibu waspadai. Nah, segeralah temui dokter bila anak mengalami mimisan dan diikuti oleh keluhan lain, seperti: 

  • Berlangsung lama atau lebih dari 30 menit. 
  • Kulit berubah pucat.
  • Mimisan yang disertai perdarahan dari bagian lain tubuh, contohnya pada urine. 
  • Mimisan yang terjadi setelah mengalami cedera. 
  • Menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Detak jantung tak beraturan.
  • Volume darah yang keluar cukup banyak.
  • Mimisan yang terjadi pada anak di bawah dua tahun.
  • Terjadi setelah operasi di daerah hidung atau sinus.
  • Sering mimisan dalam waktu singkat.
  • Demam dan mengalami ruam.

Andaikan Si Kecil mengalami gejala-gejala di atas, segeralah temui atau tanyakan pada dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, dengan download aplikasi Halodoc, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan dan di mana saja. Praktis, kan!


Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Health. Nosebleed (Epistaxis). 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Symptoms. Nosebleeds.
Healthline. Diakses pada 2021. Nosebleeds in Children: Causes, Treatment, and Prevention.
Children’s Hospital of Philadelphia. Diakses pada 2021. Nosebleeds.
Children’s Health. Diakses pada 2021. Pediatric Nosebleeds.