Benarkah Bayi dengan Sindrom Edward Alami Kelainan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
bayi mengalami sindrom edward, kelainan jantung bawaan

Halodoc, Jakarta - Jika kamu belum familiar dengan istilah sindrom Edward, penyakit yang satu ini akan menyerang bayi, karena adanya kromosom tambahan dalam sel tubuh. Penyakit ini lebih dikenal dengan istilah trisomi 18, yang membuat bayi yang baru lahir memiliki 3 kromosom yang sama, yaitu kromosom 18. Jika bayi mengalami sindrom Edward, apakah dapat mengalami kelainan jantung bawaan?

Baca juga: 2 Diagnosis Sindrom Edward Setelah Melahirkan

Bayi dengan Sindrom Edward Dapat Alami Kelainan Jantung, Benarkah?

Kelainan jantung merupakan masalah kesehatan yang bisa saja dialami oleh bayi pengidap sindrom Edward. Tak hanya kelainan jantung, bayi dengan sindrom Edward bisa saja mengalami sejumlah masalah kesehatan, seperti:

  • Masalah pada pernapasan.

  • Masalah pada organ ginjal.

  • Masalah pada dinding perut, seperti penyakit hernia.

  • Masalah pada tulang belakang.

  • Masalah pada organ paru-paru.

  • Masalah pada sistem kemih.

Masalah-masalah kesehatan yang hadir pada bayi pengidap sindrom Edward terjadi karena bayi akan membawa 3 kromosom yang sama, yaitu kromosom 18. Karena hal tersebut, tumbuh kembang janin akan terganggu, sehingga muncul berbagai masalah kesehatan pada bayi. 3 kromosom yang sama ini dapat terjadi karena adanya kesalahan ketika proses pembelahan sel sperma dan sel telur.

Baca juga: Bahaya Mikrosefali, Ini Gejala dari Sindrom Edward pada Anak

Si Kecil dengan Sindrom Edward Akan Mengalami Gejala Ini

Gejala yang muncul pada bayi pengidap sindrom Edward akan berbeda-beda. Setiap bayi akan memiliki masalahnya masing-masing. Meski masalah kesehatan yang diidap bayi dengan sindrom Edward akan berbeda, tetapi gejala yang muncul secara umum dapat berupa:

  • Ibu jari berada dalam posisi agak ke belakang.

  • Ukuran kepala yang kecil dengan bentuk yang berbeda dari yang lainnya.

  • Telinga yang kecil.

  • Ukuran rahang dan mulut yang kecil.

  • Bibir sumbing.

  • Jari-jari yang panjang dan berdempetan.

  • Berat badan yang rendah saat lahir.

Ketika ibu mengetahui adanya gejala pada Si Kecil, ibu akan membutuhkan bantuan seorang ahli untuk mendiagnosis secara pasti apa yang sedang dialami. Dalam hal ini, ibu dapat langsung membuat janji di rumah sakit terdekat melalui aplikasi Halodoc. Penanganan yang dilakukan akan bertujuan untuk meringankan gejala yang muncul pada Si Kecil.

Baca juga: Trisomy 18 atau Edward Syndrome, Kenali Gejalanya

Pengobatan yang Harus Dilakukan pada Bayi Pengidap Sindrom Edward

Hingga saat ini, sejumlah pengobatan yang dilakukan belum dapat mengobati sindrom Edward yang dialami oleh Si Kecil. Pengobatan dan langkah penanganan yang dilakukan akan fokus untuk meringankan gejala yang dialami oleh Si Kecil. Penanganan dengan jalan fisioterapi atau terapi okupasi akan dibutuhkan jika Si Kecil memiliki bentuk tungkai yang tidak normal. 

Dengan bentuk tungkai yang tidak normal, Si Kecil akan kesulitan untuk bergerak. Biasanya, ibu hamil yang sudah didiagnosa mengidap sindrom yang satu ini berisiko tinggi mengalami keguguran. Jumlahnya sangat sedikit bayi dengan sindrom Edward yang lahir dan bertahan hidup sampai berusia satu tahun. Namun, dalam kasus yang jarang sekali, bayi pengidap sindrom Edward dapat bertahan hidup hingga dewasa.

Sindrom Edward merupakan salah satu sindrom berbahaya yang dapat dialami oleh Si Kecil. Ketika dokter memvonis Si Kecil dalam kandungan mengidap penyakit ini, otomatis ibu akan merasa sangat terpukul. Dalam hal ini, ibu membutuhkan dukungan orang-orang terdekat, bahkan psikolog untuk meringankan beban perasaan yang sedang ibu alami.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. What Is Trisomy 18?
NHS. Diakses pada 2019. Edwards' Syndrome (Trisomy 18).