Benarkah Ibu Hamil Boleh Tetap Berpuasa?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Ibu Hamil Boleh Tetap Berpuasa?

Halodoc, Jakarta -  Tak sedikit ibu hamil yang merasa cemas ketika hendak menjalani ibadah puasa. Alasannya jelas, tak adanya asupan makanan dan cairan selama kurang lebih 14 jam, membuat mereka khawatir takut si janin kekurangan asupan nutrisi. Namun, ada juga sebagian ibu hamil yang merasa kuat dan sanggup untuk berpuasa.

Pertanyaannya, bolehkah ibu hamil tetap berpuasa?

Pada dasarnya, asalkan kondisi kehamilan sehat atau enggak ada faktor-faktor penyulit kehamilan, ibu hamil boleh kok berpuasa. Ada penelitian menarik mengenai puasa dan kehamilan dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Atakya di Pakistan.

Para ahli meneliti perbedaan antara wanita hamil yang berpuasa dan tidak berpuasa. Hasilnya, tidak ada perbedaan bermakna pada ukuran berat bayi, usia kehamilan, dan kesejahteraan janin dibandingkan dengan wanita hamil yang tidak berpuasa.

Namun, ada perbedaan bila menyangkut peningkatan berat badan ibu. Ibu hamil yang enggak berpuasa memiliki peningkatan berat badan lebih tinggi, terutama pada trimester dua dan tiga.

Baca juga: 7 Aturan Bila Ibu Hamil Ingin Berpuasa

Penting, Perhatikan Asupan Nutrisi

Meski ibu hamil diperbolehkan untuk tetap berpuasa, tapi ada aturan yang mesti ibu penuhi. Aturannya jelas, menyangkut asupan nutrisi untuk ibu dan janin yang dikandung. Nah, saat berpuasa ibu hamil seharusnya memenuhi asupan nutrisi sebesar 2500 kalori per hari.

Jumlah ini terdiri dari 50 persen karbohidrat, 30 persen protein hewani dan nabati, seperti ikan, telur, daging, susu, tahu, dan tempe, serta 20 persen dalam bentuk lemak, misalnya kacang-kacangan.

Ibu hamil yang hendak berpuasa juga perlu membutuhkan asupan suplemen vitamin asam folat, kalsium, dan zat besi. Ketiganya benar-benar dibutuhkan, sebab vitamin yang didapatkan dari makanan dinilai tidak mencukupi. Vitamin ini dibutuhkan karena karena hampir 50 persen ibu hamil memiliki anemia. Jangan lupa makanan, seperti daging ayam, kacang-kacangan, dan daging sapi tanpa lemak.

Makanan seperti itu kaya akan zat besi dan nutrisi penting yang baik untuk janin. Kandungan zat besi bermanfaat untuk mengirimkan oksigen padanya. Kamu harus berhati-hati, sebab kekurangan zat bisa bisa berdampak negatif pada IQ nya kelak. Sebab, zat besi ini merupakan nutrisi yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perkembangan otak bayi dalam kandungan.

Sedangkan asam folat lain lagi ceritanya. Asam folat termasuk nutrisi penting dalam pembentukan sel otak. Suplemen prenatal (masa sebelum kelahiran) dengan asam folat, penting bagi kecerdasan Si Kecil meski dalam kandungan.

Temuan ahli dalam Journal of American Medical Association mengatakan, Ibu yang mengonsumsi asam folat empat minggu sebelum kehamilan dan delapan minggu setelah kehamilan, bisa meminimalkan risiko autis pada bayi sebanyak 40 persen. Nah, kamu bisa menemukan makanan yang kaya akan asam folat pada sayuran hijau, seperti brokoli, bayam, dan kubis. 

Selain asupan nutrisi, konsumsi air putih juga enggak kalah penting. Setidaknya ibu hamil perlu mengonsumsi air putih sebanyak 1,8–2 liter per hari. Jumlah itu bisa diminum secara bertahap pada sahur dan buka puasa.

Yang terpenting, ketika berpuasa ibu diharuskan mengonsumsi makanan yang kaya zat besi, zink, kalsium, asam folat, yodium, omega-3, asam lemak, serta vitamin A dan D. Nah, penuhilah asupan tersebut saat berbuka dan sahur. 

Baca juga: 5 Makanan yang Perlu Dihindari Ibu Hamil

Jangan Memaksakan Diri

Meski ada dokter yang memperbolehkan ibu hamil untuk tetap berpuasa, tapi ada juga sebagian yang mengambil jalan “aman”. Misalnya, menyarankan ibu hamil untuk tidak berpuasa pada trimester pertama. Pasalnya, di waktu-waktu tersebut ibu hamil akan mengalami berbagai perubahan dalam tubuhnya.

Mulai dari mual, pusing, lemas, hingga muntah yang menyebabkan ibu tidak bisa mengasup makanan. Nah, kondisi ini yang dikhawatirkan bisa membahayakan kondisi ibu dan janin.

Nah, kalau trimester ketiga alasannya beda lagi. Di masa-masa ibu hamil yang sudah siap melahirkan, janin membutuhkan asupan yang cukup karena dirinya terus berkembang. Enggak cuma itu saja, di masa tersebut ibu hamil juga membutuhkan tenaga ekstra untuk mengejan selama proses melahirkan.

Jadi, untuk memastikan aman atau tidaknya ibu hamil tetap berpuasa, sebaiknya ibu perlu berdiskusi dengan dokter kandungannya sebelum memutuskan untuk berpuasa. Tujuannya jelas, demi kesehatan dan keselamatan ibu dan janin.

Mau tahu lebih jauh mengenai masalah di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!