Benarkah Jahe Bisa Mencegah Pikun Dini?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
Benarkah Jahe Bisa Mencegah Pikun Dini?

Halodoc, Jakarta – Telah ribuan tahun dikenal sebagai rempah yang punya banyak manfaat, jahe kerap diolah menjadi jamu ataupun bumbu masak. Dari sekian banyak manfaat jahe, benarkah salah satunya adalah mencegah pikun dini? Jawabannya, secara tidak langsung, iya. Hal ini karena jahe memiliki kandungan antioksidan yang tinggi, sehingga secara tidak langsung bisa lawan risiko penyakit kronis seperti pikun atau alzheimer.

Lalu, mengapa secara tidak langsung? Sebab, kandungan antioksidan tinggi dapat jahe dapat melindungi tubuh dari efek buruk radikal bebas, yang bisa didapatkan dari lingkungan sekitar, seperti paparan sinar matahari, radiasi, asap rokok, polusi udara, dan bahan kimia industri. Nah, radikal bebas inilah yang memicu terjadinya berbagai penyakit kronis, seperti alzheimer, tumor, kanker, penyakit jantung, dan gangguan penglihatan.

Baca juga: 5 Manfaat Jahe Merah Untuk Diet

Tak hanya itu, radikal bebas juga dapat menyebabkan penuaan dini. Itulah sebabnya, mengonsumsi sumber antioksidan tinggi seperti jahe dapat menjadi salah satu upaya untuk mencegah pikun dan berbagai tanda penuaan dini lainnya. Namun, bukan berarti dengan banyak-banyak mengonsumsi jahe berarti kamu terjamin bebas dari pikun, ya. 

Sebab, untuk bisa terhindar dari pikun atau gangguan saraf terkait kemampuan mengingat, kamu perlu melakukan berbagai upaya lainnya juga. Upaya yang dimaksud adalah menerapkan gaya hidup sehat, dengan makan bergizi seimbang setiap harinya, olahraga rutin, cukup istirahat, kelola stres, dan rutin lakukan pemeriksaan kesehatan.

Agar lebih mudah dan cepat dalam melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, kamu bisa manfaatkan aplikasi Halodoc, lho. Caranya, download dan install aplikasi Halodoc di ponselmu, lalu temukan fitur pemeriksaan laboratorium di dalamnya. Dengan fitur itu, kamu bisa memesan layanan pemeriksaan kesehatan di rumah, yang waktunya bisa kamu tentukan sendiri.

Baca juga: Mual Setelah Makan, Kenapa?

Manfaat Jahe Lainnya yang Baik bagi Kesehatan

Selain menurunkan risiko penyakit kronis karena kandungan antioksidan di dalamnya, jahe juga memiliki banyak manfaat lain yang baik bagi kesehatan. Berikut beberapa di antaranya:

1. Meredakan Nyeri

Kandungan gingerol dan fenol dalam jahe memiliki sifat anti nyeri, sehingga dapat meredakan nyeri dalam tubuh, seperti kram perut saat menstruasi dan nyeri otot setelah berolahraga. Tak hanya itu, pusing akibat migrain juga dapat diredakan dengan mengonsumsi air jahe sebagai terapi tambahan.

2. Menghilangkan Mual

Mual-mual akibat morning sickness, efek samping pemulihan operasi, dan kemoterapi. Cara mendapatkan manfaat ini adalah dengan merebus jahe, dan minum selagi hangat.

Baca juga: Makanan untuk Mengatasi Morning Sickness

3. Mengurangi Peradangan Akibat Rematik dan Osteoarthritis

Mengonsumsi air jahe secara rutin dapat bantu cegah dan kurangi peradangan, yang diakibatkan oleh nyeri sendi osteoarthritis dan rematik. Hal ini karena jahe mengandung berbagai komponen aktif, seperti gingerol, gingerdione, dan zingeron, dapat menurunkan zat pemicu peradangan dalam tubuh. Tak hanya itu, jahe juga mengandung oleoresin yang berfungsi untuk melawan peradangan.

4. Mengendalikan Kadar Gula Darah

Minum air jahe secara rutin juga dapat turunkan kadar gula darah dan bantu kendalikan respon insulin pada pengidap diabetes. Selain itu, sifat antiradang dalam jahe juga dapat cegah komplikasi diabetes, seperti retinopati, penyakit jantung, dan stroke. 

Referensi:
Livestrong. Diakses pada 2019. Ginger Water Benefits.
Medical News Today. Diakses pada 2019. Is drinking ginger water good for health?