• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kangkung Memicu Kambuhnya Asam Urat?

Benarkah Kangkung Memicu Kambuhnya Asam Urat?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kangkung memang sayuran lezat apalagi bila diolah dengan cara ditumis dengan belacan dan cumi. Seratnya juga banyak sehingga direkomendasikan buat orang yang kerap mengalami sembelit.

Namun, ada yang bilang buat kamu yang mengidap asam urat, sebaiknya membatasi konsumsi kangkung. Benarkah demikian? Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, kangkung tergolong sayuran dengan kadar purin sedang. Per 100 gram dari kangkung mengandung 9–100 miligram purin. 

Kangkung Tergolong Kategori Sedang

Makanan yang mengandung purin tinggi bila dalam 100 gramnya mengandung 100–1000 miligram purin. Beberapa contoh makanannya adalah otak, hati, jantung, ginjal, jeroan, ekstrak daging/kaldu, bebek, ikan sarden, dan kerang.

Meskipun kangkung tergolong makanan dengan purin sedang, tetapi tetap saja bila dikonsumsi berlebihan tidak baik. Dan bukan tak mungkin bisa memicu kambuhnya asam urat. Sayuran hijau umumnya baik dikonsumsi. Beberapa jenis sayuran yang bisa jadi pilihan adalah kentang kacang polong, jamur, dan terong. 

Baca juga: Cegah Penyakit Jantung dengan Konsumsi Makanan Ini

Untuk tambahan menu protein, kamu bisa mengonsumsi kedelai dan tahu. Cobalah untuk mengonsumsi biji utuh, seperti gandum bila kamu sedang dalam serangan asam urat. Ini disinyalir dapat meredakan kekambuhan asam urat. 

Produk susu tergolong aman untuk pengidap asam urat, tetapi akan lebih bermanfaat bila kamu mengonsumsi produk susu rendah lemak. Jika kamu punya pertanyaan lain tentang asam urat, bisa ditanyakan lewat aplikasi Halodoc.   

Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untuk bumil.  Caranya, cukup download Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor bumil bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat, kapan dan di mana aja tanpa harus ke luar rumah.

Bagaimana Mengelola Asam Urat

Tidak hanya pemilihan makanannya saja, ada beberapa perubahan pola hidup yang semestinya kamu lakukan supaya asam uratmu tidak kambuhan. Bagaimana caranya? Selengkapnya ada di bawah ini!

Baca juga: Tangani Asam Urat dengan Gaya Hidup Sehat

  1. Manajemen Berat Badan

Kelebihan berat badan dapat meningkatkan risiko asam urat dan menurunkannya dapat meminimalisir asam urat. Ini bukan hanya terkait kadar purin, tetapi juga kehilangan berat badan dapat mengurangi stres  keseluruhan pada sendi.

  1. Mengonsumsi Karbohidrat Kompleks

Apa itu karbohidrat kompleks? Maksudnya adalah makan lebih banyak buah-buahan, sayuran, dan biji-bijian utuh, yang menyediakan karbohidrat kompleks. Hindari makanan dan minuman dengan sirup jagung fruktosa tinggi dan batasi konsumsi jus buah manis alami.

  1. Air

Tetap terhidrasi dengan baik dengan air minum.

  1. Lemak 

Kurangi lemak jenuh dari daging merah, unggas berlemak, dan produk susu tinggi lemak.

  1. Protein

Fokus pada daging dan unggas tanpa lemak, susu rendah lemak, dan lentil sebagai sumber protein lainnya.

Asam urat adalah bentuk radang sendi yang menyakitkan yang terjadi ketika kadar asam urat yang meningkat dalam darah. Ini menyebabkan kristal terbentuk dan menumpuk di dalam dan di sekitar sendi.

Asam urat diproduksi ketika tubuh memecah bahan kimia yang disebut purin. Purin terjadi secara alami di tubuh, tetapi juga ditemukan dalam makanan tertentu. Asam urat dihilangkan dari tubuh dalam urin.

Diet asam urat dapat membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Diet asam urat bukanlah obat. Namun, kondisi ini dapat menurunkan risiko serangan asam urat berulang dan memperlambat perkembangan kerusakan sendi.

Referensi:
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Diakses pada 2020. Diet Rendah Purin.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gout diet: What's allowed, what's not.