• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Tangani Asam Urat dengan Gaya Hidup Sehat

Tangani Asam Urat dengan Gaya Hidup Sehat

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Jika kamu mengalami asam urat, mengonsumsi makanan tertentu dapat memicu serangan dengan meningkatkan kadar asam urat. Makanan pemicu asam urat umumnya tinggi purin, yaitu suatu zat yang ditemukan secara alami dalam makanan. Ketika tubuh mencerna purin, tubuh menjadikan asam urat sebagai produk limbah. 

Kondisi ini bukan masalah bagi orang sehat, karena tubuh secara efisien dapat menghilangkan kelebihan asam urat dalam tubuh. Namun, pengidap asam urat akan kesulitan menghilangkan kelebihan asam urat. Dengan begitu, pengidap asam urat perlu mengatur pola makan sehat dan diet. Selain diet dan pola makan, ada beberapa perubahan gaya hidup yang dapat membantu menangani asam urat, di antaranya:

1. Menurunkan Berat Badan

Jika kamu mengidap penyakit asam urat, berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko serangan asam urat. Ini karena kelebihan berat badan dapat membuat tubuh lebih tahan terhadap insulin, yang mengarah pada resistensi insulin. 

Baca juga: Cegah Asam Urat Kambuh, Konsumsi 4 Makanan Ini

Dalam kasus ini, tubuh dapat menggunakan insulin dengan baik untuk mengeluarkan gula dari darah. Resistensi insulin juga meningkatkan kadar asam urat. Penelitian menunjukkan bahwa menurunkan berat badan dapat membantu mengurangi resistensi insulin dan menurunkan kadar asam urat. 

Namun, jangan sekalipun mencoba diet ketat yang ekstrem dengan makan sangat sedikit. Penurunan berat badan yang terlalu cepat justru dapat meningkatkan risiko serangan asam urat. 

2. Berolahraga Lebih Sering dan Teratur

Olahraga teratur merupakan cara lain untuk mencegah gangguan asam urat. Olahraga tidak hanya dapat membantu kamu mempertahankan berat badan yang sehat, tapi juga menjaga kadar asam urat tetap rendah. 

3. Terhidrasi dengan Minum yang Cukup

Tetap terhidrasi dapat membantu mengurangi risiko gangguan asam urat. Itu karena asupan air yang cukup membantu tubuh mengeluarkan asam urat berlebih dalam darah, dan membuangnya melalui urine. Jika kamu rutin berolahraga, ingatlah untuk tetap terhidrasi, karena kamu mungkin kehilangan banyak cairan melalui keringat. 

Baca juga: Perbedaan Rematik dan Asam Urat

4. Batasi Asupan Alkohol

Alkohol merupakan pemicu gangguan asam urat yang umum terjadi. Ini karena tubuh dapat memprioritaskan untuk menghilangkan alkohol dibandingkan menghilangkan asam urat. Tubuh jadi membiarkan asam urat menumpuk dan membentuk kristal. 

Perlu kamu ketahui bahwa satu hingga dua gelas alkohol per hari dapat meningkatkan risiko sebesar 36 persen. Selain itu, mengonsumsi dua hingga empat gelas per hari minuman beralkohol dapat meningkatkan asam urat sebesar 51 persen. 

5. Konsumsi Suplemen Vitamin C

Suplemen vitamin C dapat membantu mencegah gangguan asam urat dengan menurunkan kadar asam urat. Dalam kasus asam urat, vitamin C berperan dalam membantu ginjal mengeluarkan lebih banyak asam urat dalam urine. Meski begitu, penelitian mengenai suplemen vitamin C untuk asam urat sebenarnya termasuk hal yang baru. Karenanya diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memastikannya.

Asam urat merupakan jenis radang sendi yang menyebabkan rasa nyeri mendadak, pembengkakan, dan radang sendi. Dengan menjalankan pola makan sehat, gejalanya pun dapat diminimalisir. Makanan dan minuman yang sering memicu gangguan asam urat termasuk daging organ atau jeroan, beberapa jenis ikan, jus buah, soda, dan alkohol. Di samping itu, mengonsumsi buah-buahan, sayur-sayuran, biji-bijian, produk kedelai, dan produk susu rendah lemak juga dapat membantu mencegah gangguan asam urat.

Baca juga: Bikin Nyeri Sendi, Begini Tips Mengobati Asam Urat 

Beberapa perubahan gaya hidup sehat juga dapat membantu mencegah gangguan asam urat, termasuk menjaga berat badan yang sehat, berolahraga, tetap terhidrasi, membatasi minum alkohol, dan mungkin mengonsumsi suplemen vitamin C. 

Itulah yang perlu kamu ketahui mengenai cara mengelola asam urat dengan gaya hidup sehat. Jika kamu mengalami gejala yang tidak dapat diatasi, segera bicarakan pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya sekarang!

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Best Diet for Gout: What to Eat, What to Avoid.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Gout diet: What's allowed, what's not.