27 December 2017

Benarkah Kehujanan adalah Penyebab Flu?

Benarkah Kehujanan adalah Penyebab Flu?

Halodoc, Jakarta – Kehujanan dan udara yang dingin sering dikaitkan dengan menurunnya kondisi kesehtan tubuh. Tak sedikit orang yang memercayai bahwa kehujanan adalah biang keladi dari flu, sakit kepala dan beberapa penyakit lain. Namun benarkah terlalu sering terkena adalah penyebab  penyakit flu menyerang?

Anggapan tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Karena flu adalah jenis penyakit yang terjadi karena virus. Dan faktanya udara yang dingin maupun kehujanan bukanlah penyebab utama dari penyakit flu. Namun tak dapat dimungkiri bahwa keduanya memiliki kontribusi yang besar dalam penularan penyakit.  

Udara dingin dan kehujanan dapat mengganggu sistem pertahanan tubuh terganggu. Hal ini terjadi karena tubuh berusaha  melawan rasa dingin agar suhu tubuh tetap terjaga. Dan saat daya tahan  tubuh turun inilah virus penyebab flu semakin mudah untuk menyerang. Sebab kondisi tubuh yang tidak terlalu sehat dapat memudahkan segala jenis penyebab penyakit semakin mudah untuk menyerang tubuh.

Nah, dari uraian di atas terbukti bahwa flu bukanlah semata-mata terjadi karena kehujanan atau sekadar kedinginan. Flu adalah peradangan yang terjadi pada sistem pernapasan, dan disebabkan oleh infeksi virus. Biasanya, flu memiliki gejala sepeti pilek atau hidung tersumbat, batuk, sakit kepala dan demam. Dan menurut sejumlah ahli, penanganan untuk penyakit ini dilakukan dengan cara mengobati gejala yang ada.

Kalau kamu atau orang di sekitar tengah flu, maka penting untuk segera menghentikan gejala yang muncul. Salah satunya adalah dengan membatasi asupan makanan yang masuk ke dalam tubuh. Supaya cepat sembuh, ada baiknya untuk menghidari beberapa jenis makanan agar gejala tidak semakin parah. Apa saja?

1. Makan Terlalu Manis

Makanan yang terlalu banyak  mengandung gula adalah salah satu yang harus dihindari. Sebab terlalu banyak mengonsumsi makanan yang terlalu manis malah bisa menyebabkan peradangan semakin memburuk. Selain itu, ahli juga menyebut bahwa mengonsumsi gula selama flu dapat melemahkan kemampuan tubuh dalam melawan infeksi virus.

2. Susu

Tak hanya makanan manis, ternyata asupan lain yang disarankan untuk tidak dikonsumsi selama flu adalah susu. Pasalnya, segelas susu selama flu malah disebut dapat memperparah gajala yang ada. Seorang ahli bernama Dr. Linda Page, menyebut bawa susu dapat menyebakan lendir atau ingus bertahan lebih lama pada paru-paru. Dan keberadaannya tentu akan mengganggu saluran pernapasan. Dan proses penyembuhan flu mungkin akan memakan waktu lebih lama.

Lebih parahnya, tumpukan lendir yang terjadi ini malah bisa memicu terjadinya penyakit lain turut menyerang. Alih-alih susu, sebaiknya perbanyak konsumsi air putih selama flu untuk mengganti cairan tubuh yang hilang selama sakit.

3. Terlalu Pedas

Makanan pedas sebaiknya menjadi “musuh” jika kamu tengah mengalami flu. Karena kandungan yang ada pada cabai yang merupana salah satu sumber rasa pedas disebut dapat memperparah flu. Hal itu terjadi karena cabai memiliki kandungan yang bernama capsaicin.

Senyawa ini dikenal dapat membuat masalah di seputar rongga pernapasan, seperti mengiritasi hidung sehingga membuat pilek semakin sulit berhenti. Selain itu, makan terlalu pedas bisa memicu terjadinya penyakit lain seperti diare, dehidrasi hingga lemas dan sakit kepala.

4. Daging-Dagingan

Ada alasan mengapa jenis makanan yang terbuat dari daging-dagingan tidak direkomendasikan saat flu. Sebab mengonsumsi daging akan memaksa tubuh untuk mengeluarkan energi lebih besar sebelum dicerna. Hal ini tentunya dapat membuat kamu “lelah” dan tidak memiliki tenaga untuk proses penyembuhan dan pemulihan dari serangan flu.

Daripada memaksakan diri, kamu bisa mengganti menu makan daging dengan buah dan sayuran selama flu. Selain lebih banyak  mengandung serat, sayuran hijau dan buah-buahan juga memiliki kandungan vitamin yang  baik bagi tubuh. Asupan vitamin juga bisa membantu mempercepat proses penyembuhan tubuh.

Kalau kamu habis kehujanan, pakai aplikasi Halodoc untuk membeli vitamin dan multivitamin agar kekebalan tubuh tetap terjaga. Atau kamu bisa memanfaatkan layanan bicara dengan dokter melalu Voice/Video Call dan Chat dengan dokter untuk membicarakan seputar  masalah kesehatan. Mudah bukan? Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play.