• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kulit Kering Lebih Mudah Terkena Infeksi?

Benarkah Kulit Kering Lebih Mudah Terkena Infeksi?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta – Kulit kering biasanya bukan kondisi yang serius. Kulit kering umumnya disebabkan oleh sejumlah faktor-faktor seperti cuaca panas atau dingin, kurangnya kelembapan di udara dan akibat berendam dalam air panas. Biasanya kulit yang kering mudah diatasi hanya dengan mengoleskan pelembap atau menghindari sabun dengan kandungan bahan yang keras. 

Meskipun begitu, bukan berarti kulit kering tidak bisa berkembang menjadi parah. Pada kasus ini, kamu perlu bantuan dari dokter kulit mengatasinya. Salah satu komplikasi yang bisa ditimbulkan dari kulit kering adalah munculnya infeksi, benarkah demikian? Berikut penjelasannya.

Baca juga: 8 Tips Cantik Merawat Kulit Kering

Benarkah Kulit Kering Mudah Infeksi?

Menurut Mayo Clinic, kulit kering umumnya bukan kondisi yang berbahaya. Namun, ketika tidak segera dirawat, kulit yang kering bisa berkembang menjadi eksim sampai mudah terinfeksi. Eksim atau dermatitis atopik ditandai dengan kulit yang kering berlebihan, kemerahan, retak, dan meradang. 

Selain itu, kulit yang kering dapat pecah, sehingga memungkinkan bakteri masuk dan menyebabkan infeksi. Kondisi ini terjadi ketika mekanisme perlindungan normal kulit sangat terganggu. Misalnya, kulit yang sangat kering dapat menyebabkan retakan dalam atau celah, yang kemudian dapat terbuka dan berdarah, sehingga memberikan jalan bagi bakteri untuk masuk.

Cara Mengobati Kulit yang Kering

Pada umumnya, kulit yang kering mudah diatasi dengan mengubah gaya hidup, seperti menggunakan pelembap dan menghindari mandi air panas atau mandi terlalu sering. Jika kamu memiliki kulit yang sangat kering dan bersisik, dokter mungkin menyarankan kamu untuk menggunakan krim yang dijual bebas yang mengandung asam laktat atau urea.

Apabila kamu memiliki penyakit kulit yang lebih serius, seperti dermatitis atopik, ichthyosis atau psoriasis, kamu perlu menemui dokter untuk mendapatkan resep krim dan salep serta  perawatan tertentu. Terkadang kulit kering menyebabkan dermatitis, kondisi yang memicu kulit merah dan gatal. Pada kondisi ini, pengobatannya perlu menggunakan lotion yang mengandung hidrokortison. 

Baca juga: 6 Cara Jitu Mengatasi Gatal pada Kulit

Jika kulit sudah terlanjur terbuka, dokter mungkin meresepkan perban basah untuk membantu mencegah infeksi. Kalau kamu mengalami kulit kering yang cenderung parah, sebaiknya segera kunjungi dokter untuk ditangani lebih lanjut. Sebelum mengunjungi rumah sakit, kamu bisa membuat janji dengan dokter terlebih dahulu melalui aplikasi Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Tips Mencegah Kulit Kering

Jika kamu memiliki tipe kulit yang mudah kering, berikut ini untuk mencegah berbagai infeksi: 

  • Gunakan pelembap. Pelembap bekerja untuk menyegel kulit agar kandungan air tidak keluar.
  • Batasi paparan air. Hindari mandi terlalu lama, yaitu tidak lebih dari 10 menit.  Selain itu, jangan terlalu sering mandi dengan air hangat. 
  • Hindari sabun yang mengeringkan. Pilih sabun dan sabun wajah yang lembut dan bertekstur gel. Sabun bertekstur gel biasanya lebih melembapkan. 
  • Tutupi kulit saat cuaca dingin atau berangin. Suhu atau cuaca yang dingin dapat mengeringkan kulit. Jadi, pastikan untuk mengenakan syal, topi dan sarung tangan saat cuaca sedang dingin atau berangin.

Baca juga: Kulit Kering dan Bersisik Bikin Stres, Perlukah ke Psikolog atau Psikiater?

Apabila kamu diharuskan untuk rutin beraktivitas yang berhubungan langsung dengan air, seperti harus merendam tangan dalam air atau menggunakan detergen, sebaiknya gunakan sarung tangan untuk membantu melindungi kulit.

Referensi :
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dry skin.
Harvard Health Publishing. Diakses pada 2020. Is that dry skin really something more serious?.